MADIUN – Di penghujung tahun, perayaan Natal dan malam pergantian tahun menjadi konsentrasi Tiga Pilar dalam menjaga kondusifitas di Kota Madiun. Rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama Forkopimda digelar. Tujuannya, mempersiapkan strategi penjagaan ketertiban dan keamanan yang nanti diselenggarakan.

‘’Rencananya seperti tahun lalu. Ada Car Free Night (CFN) pada perayaan malam pergantian tahun di Alun-alun Kota Madiun dan Jalan Pahlawan. Ini harus menjadi perhatian tersendiri,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto saat rakor di Asrama Haji Kota Madiun, Kamis (20/12).

Sekda juga menghimbau pemilik tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di Kota Madiun untuk mematuhi norma dan aturan yang beralaku.

‘’Kita dorong para penyelenggara dalam menyelenggerakan kegiatan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kabag Ops Polres Madiun Kota AKP Gatot Sudiyoto menyebut angka kriminalitas di Kota Madiun cenderung menurun sejak Oktober lalu. Namun, tidak boleh terlena. Koordinasi tiga pilar bersama masyarakat tetap kudu terus ditingkatan. Pihaknya menyiapkan lima pos keamanan dan pelayanan selama Natal dan Tahun Baru. Pos bukan hanya untuk polisi. Namun, juga tiga pilar dan masyarakat tentunya.

“Ada lima pos pengamanan natal dan tahun baru, dari tim gabungan kepolisian, TNI, dan Pemkot Madiun,” tuturnya.

Di Kota Madiun terdapat 51 gereja dan 7 rumah ibadah. Pengamanan dilakukan sejak beberapa hari lalu. Tim Polres Madiun Kota turun untuk sterilisasi. Ini sebagai langkah antisipasi teroris dan kejadian lain yang dimungkinkan muncul. Bukan hanya tempat ibadah. Sejumlah tempat hiburan juga dilakukan pengamanan pada saat malam pergantian tahun nanti. Pengamanan untuk meminimalisir kerawanann adanya kegiatan yang melanggar aturan.

‘’Terror, peredaran miras, penggunaan narkoba, dan seks bebas menjadi fokus kerawanan yang mungkin terjadi pada malam pergantian tahun nanti,” pungkasnya. (nurdiono/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik