MADIUN – Perubahan diera revolusi industri generasi 4.0 kian cepat. Semua orang harus mengikuti agar tidak tertinggal. Tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN). Baik untuk penguasaan teknologi maupun kepribadian dan pola pikirnya. Pendidikan dan pelatihan digelar untuk memacu perubahan tersebut. Terbaru diklat tentang perubahan mindset dan kepribadian ASN Pemkot Madiun. Tema sengaja dipilih sebagai upaya pengelolaan dan pengendalian diri ASN Kota Madiun. Harapanya, pelayanan publik sebagai tugas fungsi ASN semakin optimal.

‘’ASN harus mau belajar dan mengikuti perubahan. Bagaimana bisa melayani dengan baik kalau tidak menguasai ilmunya. Pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi akuntabilitas di dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka diklat di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (12/12).

ASN merupakan bagian birokrasi. Dalam birokrasi dibutuhkan kekompakan agar kinerja optimal. Ini secara tidak langsung bakal meningkatkan pelayanan. Sedang, pelayanan yang baik ini meningkatkan kepercayaan masyarakat akan ASN Pemkot Madiun. Walikota berharap ASN Pemkot Madiun memiliki target kerja secara personal dan mampu bekerja secara professional untuk mendukung kinerja secara birokrasi tersebut.

‘’Struktur organisasi harus bagus, paham aturan, tinggal menjaga soliditas dengan komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi (3K). Sehingga tercipta budaya kerja kebersamaan,’’ paparnya.

Menjadi ASN tidaklah mudah. Banyak aturan dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Artinya, tidak dapat bertindak seenaknya. ASN juga menjadi tauladan masyarakat serta abdi negara penerusnya. Namun, itu saja belum cukup. Menjadi ASN, lanjutnya, juga harus bekerja secara ikhlas. Mulai ikhlas dalam tanggung jawab amanah, tidak mengharap jabatan karena sudah ada aturannya, tidak pernah punya kewajiban untuk menaikkan gajinya, dan ikhlas untuk selalu jujur.

Di tahun politik, Walikota mengegaskan ASN harus netral. Jangan sampai ASN melakukan politik praktis. Aturan wajib menjadi panglimanya.

‘’Jangan memakai pola pendekatan pribadi, bahkan memakai pendekatan politik kepada calon. ASN harus netral, jangan masuk wilayah itu,’’ tegasnya.

Sebagai pelayan publik, ASN perlu melakukan tugas secara cepat dan tepat. Sebab, banyak harapan masyarakat yang ditumpukan kepada abdi negara. ASN jaman now dituntut untuk smart.

‘’ASN harus smart, mengetahui perkembangan IT, mampu berbahasa asing, networking dan melayani dengan ramah,” ungkap Tutik Purwaningsih sebagai nara sumber pelatihan. (lucky/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik