Madiun – Kelurahan Manisrejo berhasil meraih peringkat ke-II Penggerak Legalitas Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kota Madiun. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto disela Kunjungan Kerja (kunker) di Kelurahan Manisrejo, Selasa (4/12).

Penghargaan ini bentuk komitmen bersama antara warga Kelurahan Manisrejo dengan perangkat Kelurahan Manisrejo. Tujuannya, untuk menertibkan administrasi di dunia usaha. Sehingga, mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta, mencapai Kota Madiun lebih maju dan sejahtera.

“PAD besar, kembalinya dana pembangunan yang mengalir ke masyarakat juga besar,” tutur Sugeng saat memberikan arahan kepada Ketua RT/RW, Tokoh Pemuda, Masyarakat, Agama dan Lurah Kelurahan Manisrejo itu.

Selain memberikan penghargaan, agenda kunker diantaranya juga untuk mengevaluasi pembanguan yang telah, sedang, dan belum berjalan. Baik untuk pembangunan fisik maupun nonfisik.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan hasil musrenbangkel 2017. Misalnya, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari 53 unit usulan telah dilakasanakan 10 unit. Kemudian, program jambanisasi ada usulan 11 unit, dilaksanakan 10 unit.

Selanjutnya, Bantuan beras miskin daerah (raskinda), dari usulan 160 KK, terealisasi 124 KK. Jamkesmasta dari usulan musrenbangkel ada 9014 jiwa, terealisasi 3880 jiwa. Beasiswa, ada 215 usulan, terealisasi 14. Penurunan ini menunjukkan kesejahteraan di Kota Madiun semakin meningkat.

Sugeng pun mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kondusifitas Kota Madiun yang selama ini telah berjalan dengan baik. “Ketika kondisi Kota Madiun aman, investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Kota Madiun,” imbuhnya. Apalagi, menjelang Pemilu 2019.

Di Kelurahan Manisrejo ada 11.958 daftar pemilih tetap (DPT) dan 16 calon legislatif (caleg). ‘’Jangan sampai perbedaan pilihan memecah kondusifitas diakar rumput,’’ tandasnya. (Lucky/adit/rama/bendrik/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun