MADIUN – Setelah berhasil menyingkirkan para pesaing di tingkat kota, SMPN 4 Kota Madiun siap melaju ke babak berikutnya dalam penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2018. Selasa (27/11), rombongan tim penilai dari Surabaya mendatangi sekolah di Jalan Adi Sucipto itu.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto pun hadir menyambut kedatangan para tim penilai. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan harapannyaagar SMPN 4 dapat menampilkan yang terbaik dan meraih hasil maksimal dalam penilaian tersebut.

Meski demikian, Sugeng juga mengimbau agar upaya menjaga lingkungan sekolah ini tak hanya berkaitan dengan lomba saja. Tapi, terus dilaksanakan secara intens dan dengan kesadaran diri masing-masing. ‘’Bukan hanya cerdas, anak-anak juga harus memiliki kepedulian terhadap sesama. Termasuk, pada lingkungannya,’’ terang Sugeng.

Dia berharap, kegiatan ini dapat mendorong warga sekolah pada khususnya untuk lebih giat merawat lingkungan. Baik di area sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Juga, menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

Selain itu, Sugeng juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas bagi para siswa. Saat ini, sampah masih menjadi masalah di mana-mana. Dengan inovasi, meski sederhana sekalipun, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah. Salah satunya dengan membuat bahan daur ulang yang bernilai jual.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Patriana Dyah selaku juri dalam LSS 2018. ‘’Terkait UKS ini tidak hanya lomba, tapi harus terus dilaksanakan. Trias UKS harus diterapkan,’’ ujarnya.

Menurut Patriana, lomba hanya sebuah dorongan untuk menjadikan generasi penerus bangsa berperilaku sehat sejak dini. Karena itu, penilaian yang dilakukan dalam event tersebut juga cukup ketat. Selain menampilkan kegiatan UKS di sekolah, peserta juga harus menjawab sejumlah pertanyaan dari dewan juri.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kota Madiun Theresia Enny Yuniwati mengatakan bahwa budaya hidup sehat sesuai trias UKS memang menjadi kebutuhan semua warga sekolah. ‘’Dengan tujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada warga sekolah,’’ terangnya.

2016 lalu, SMPN 4 berhasil meraih juara 2 penilaian lingkungan sekolah sehat. Harapannya, tahun ini mereka bisa memperoleh nilai yang lebih baik dan maksimal. ‘’Kami memiliki 16 pokja yang menangani hal-hal penting terkait lingkungan di sekolah,’’ bebernya.

Ke depan, Theresia berharap, kebiasaan baik ini dapat menjadikan generasi penerus bangsa yang sehat, sejahtera, dan berprestasi. Juga, terbebas dari 8 gol UKS. Yakni, bahaya rokok, kenakalan remaja, kehamilan pra nikah, HIV/AIDS, narkoba, kecacingan, anemia, dan Hepatitis B. (Dhevit/irs/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik