MADIUN – Hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di tahun ini sudah lewat. Namun, peringatannya belum usai di Kota Madiun. Pengajian umum digelar Pemkot Madiun melalui Bagian Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat setempat, Senin (26/11) malam. Tujuannya, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan meneladani Rasullullah SAW.

‘’Nabi Muhammad adalah nabi yang besar. Membawa suri teladan untuk kebaikan umat. Sudah sepantasnya, kelahiran beliau dirayakan dengan suka cita,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat pengajian umum di Masjid Baitul Hakim Kota Madiun.

Mengingat nabi, kata dia, tidak hanya saat Maulid atau hari kelahiran nabi. Namun, wajib setiap saat. Setiap bertingkah laku dan bertutur dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan saat Maulid hanya sebagai stimulan. Bisa juga sebagai evaluasi sejauh mana kita sebagai umat muslim meneladani beliau. Pengingatan akan Rasullallah secara pribadi baiknya dilakukan setiap hari.

‘’Maulid ini hanya peringatan secara garis besar. Namun, intinya bagaimana kita meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya.

Umat muslim, lanjutnya, patut bersyukur memiliki panutan seperti Nabi Muhammad SAW. Beliau panutan yang komplit. Mulai tingkah lakunya, tutur katanya, hingga pemikirannya. Walikota berharap dengan memperingati kelahiran Rasulullah, umat muslim khususnya di Kota Madiun terus mengingat segala tuntunan dan ajaran beliau.

‘’Peringatan jangan hanya seremonial. Tapi harus menjadi pengingat sekaligus penyemangat dalam meneladani Rasulullah,’’ tuturnya.

Walikota menambahkan peringatan dapat menjadi penyegar ingatan akan ajaran Islam. Pengingat akan sifat-sifat Rasulullah. Mengikuti ajaran nabi ini penting agar manusia menjadi pribadi yang mulia. Menjadi umat yang sebenarnya umat serta menebarkan kedamaian di muka bumi.

‘’Islam selalu membawa kedamaian di dunia. Ini yang selalu diajarkan Rasulullah. Kita sebagai umat muslim juga harus mewujudkannya,’’ ajaknya.

Acara pengajian ini dihadiri seribu umat muslim dari guru, kepala sekolah, dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan tausiyah KH Masrojib Budda’wat dari Bojonegoro. (dhevit/agi/diskominfo).

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik