MADIUN – Pekan Olahraga Tradisional (Ortrad) Provinsi Jawa Timur kembali digelar. Pada tahun ini, Kota Madiun didaulat sebagai tuan rumah acara yang diselenggarakan dua tahun sekali.

Bertempat di Lapangan Gulun, Walikota Sugeng Rismiyanto beserta Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Jawa Timur Supratomo. Pada Selasa (26/11) menerbangkan puluhan balon ke udara, sebagai simbol dimulainya Ortrad 2018.

Dalam sambutannya, Walikota Sugeng Rismiyanto merasa bangga. Pasalnya pada tahun ini, kota yang dinahkodainya diberikan kepercayaan untuk menggelar Pekan Olahraga Tradisional, dengan total 407 peserta yang berasal dari seluruh kota dan kabupaten se Jawa Timur.

“Tentu saja merupakan suatu kebanggaan, Kota Madiun jadi tuan rumah event ini. Kami berharap masyarakat Madiun menyambut baik event ini,” ungkapnya.

Kota Madiun, lanjutnya, baru pertama kali mengikuti ajang ini. Semua sarana dan prasarana demi kelangsungan jalannya acara sudah dipersiapkan dengan maksimal. “Jadi kita mendukung karena begitu ditunjuk per Agustus kita menyiapkan segala sesuatu dan sudah dilakukan persiapan pelaksanaan cukup matang,” jelasnya.

Sugeng berharap dengan adanya Pekan Olahraga Tradisional, dapat lahir atlet-atlet olahraga tradisional yang bisa bersaing di tingkat nasional. Selain itu, sebagai bentuk pelestarian terhadap warisan budaya, olahraga tradisional harus terus digali dan dikembangkan.

Senada dengan pernyataan di atas, dalam kesempatan yang sama Supratomo Kadispora Jatim, mengapresiasi Pemkot Madiun sebagai tuan rumah jalannya acara Ortrad 2018. “Terima kasih sekali pembukaan bagus, tempat memadai, ideal bagi kejuaraan olahraga tradisional dan acara dikemas dengan menarik,” tandasnya.

Dia berharap hasil dari perhelatan Ortad di Kota Madiun, dapat menjaring lebih banyak atlet-atlet olah raga tradisional yang berprestasi, dan dapat mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional. 
(ws hendro/kus/yolla/diskominfo)

#100ThKotaMadiun 
#KotaMadiunKarismatik