MADIUN – Kesehatan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Madiun pemerintahan BaRis. Bahkan, terus ditingkatkan. Terbukti dengan adanya program Jaminan Kesehatan Masyarakat Semesta (Jamkesemasta) 2014 lalu. Program ini kembali ditingkatkan. Kali ini, pemkot bekerja sama BPJS Kesehatan untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC).

‘’Jamkesmasta hadir jauh sebelum JKN ada di Kota Madiun. Karena ada peraturan yang lebih tinggi harus mengikuti dan bermigrasi ke program pemerintah pusat,’’ ungkap Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka Rakor yang dikemas Coffe Morning di Asrama Haji Kota Madiun, Senin (26/11).

Ini bukan tanpa alasan. Aturan ini muncul dari Instruksi Presiden 8/2017 tentang optimalisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKN). Pemkot Madiun menjadi pilot project di area Provinsi Jawa Timur untuk pelaksanaan. Seluruh masyarakat kota pecel sudah nyaris tercover program ini. Dari 209 ribu jiwa penduduk Kota Madiun, penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) mencapai 20 ribu orang. Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBIN) sebanyak 28 ribu orang. Sedang, non Penerima Bantuan Iuran (PBI) mencapai 87 ribu orang. Sisanya akan dimigrasikan secara bertahap.

‘’Masyarakat yang sudah diikutkan dijaminan Jamkesmasta, akan digeser ke JKN secara bertahap,” ungkapnya sembari menyebut kepesertaan jaminan kesehatan di Kota Madiun mencapai 95 persen sejauh ini.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program nasional. Program ini juga wajib diikuti perusahaan yang memiliki tenaga kerja. Masyarakat yang belum tercover bakal ditanggung pemerintah.

‘’Premi telah dibayar dengan APBD. Program ini butuh dukungan semua pihak agar jaminan kesehatan dapat berjalan optimal,’’ harap walikota.

Fasilitas pelayanan JKN melalui BPJS Kesehatan ini sedikit berbeda dengan Jamkesmasta. Salah satunya, layanan ambulance. Layanan ini tidak tercover BPJS. Namun, masyarakat tidak perlu kelewat resah. Layanan tetap dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Biaya layanan ambulan bakal ditanggung Pemkot Madiun. Namun, ini masih dalam kajian. Aturan mainnya tengah sudah dipersiapkan.

‘’Intinya, tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Madiun dengan catatan mari berdayakan hidup sehat.’’ pungkasnya. (devit/adit/rahmad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik