MADIUN – Walikota Sugeng Rismiyanto, pada Jum’at (23/11) membuka acara Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XV (BBGRM) tingkat Kota Madiun.

Mengusung tema semangat gotong royong adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Acara tersebut sekaligus digunakan sebagai penyerahan piala penghargaan untuk kelurahan yang memenangkan lomba BBGRM dan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKS) tingkat Kota Madiun.

Terdapat 9 kelurahan di Kota Madiun yang berhasil membawa pulang piala penghargaan. Salah satu yang membanggakan adalah Kelurahan Banjarejo. Berhasil menyabet gelar juara satu lomba BBGRM tingkat Kota Madiun, sekaligus menjadi juara tiga BBGRM tingkat Provinsi.

Dalam sambutannya, Walikota mengajak para jajaran Forkopimda, OPD, Camat, Lurah, penggerak PKK dan masyarakat untuk saling bersinergi dalam mengembangkan gotong royong di lingkungannya.

“Kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan. Ini merupakan langkah awal untuk semakin maju. Kedepannya, jadikan gotong royong sebagai ruh untuk menciptakan empati antar sesama,” jelas Walikota.

Gotong royong, kata dia, harus selalu dilestarikan dan dikembangkan. Selain itu gotong royong juga perlu ditanamkan pada siswa-siswi. Selain untuk mengedukasi mereka. Hal ini juga untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang ada pada gotong royong.

Pada kesempatan yang sama, Heri Suwartono selaku Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, dalam sambutannya mengatakan bahwa giat ini bertujuan untuk melestatikan nilai-nilai gotong royong di masyarakat.

“Melalui peningkatan partisipasi, dalam pelaksanaan pembangunan secara gotong royong. Selain itu juga meningkatkan peran serta lembaga kemasyarakatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong,” paparnya.

(ws hendro/kus/iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik