MADIUN – Peredaran rokok tanpa pita cukai atau berpita cukai palsu sangat berpotensi menyebabkan kerugian negara. Karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan untuk menghentikan penyebaran bisnis terlarang itu. Salah satunya seperti sosialisasi yang diselenggarakan oleh Pemkot Madiun.

Selama dua bulan terakhir, kegiatan Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Tembakau diselenggarakan melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Madiun. Tujuannya, agar masyarakat dapat membedakan pita cukai rokok yang asli dan palsu. Harapannya, mereka dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib jika menemukan pelanggaran di lapangan.

Dalam penutupan kegiatan tersebut di Kantor Kecamatan Manguharjo, Walikota Madiun berharap acara sosialisasi itu dapat dipahami masyarakat. Selanjutnya, bisa menjadi upaya cegah dini terhadap pelanggaran terkait cukai. ”Misalnya, rokok tanpa pita cukai atau berpita cukai palsu,” tuturnya, Rabu (21/11).

Menurut Sugeng, memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait UU maupun peraturan cukai merupakan tanggung jawab Pemkot. Karena itu, warga yang berkaitan langsung dengan rokok diundang dalam sosialisasi tersebut. Yakni, pemilik toko yang menjual rokok, distributor, dan pengguna rokok.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Madiun Heru Waskita menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi di Kecamatan Kartoharjo, Taman, dan Manguharjo telah berjalan dengan lancar. ”Warga juga antusias dengan sosialisasi,” ungkapnya.

Ke depan, Heru berharap kesadaran masyarakat untuk melaporkan pelanggaran yang ditemuinya semakin besar. Sehingga, dapat membantu menghentikan peredaran barang-baraang kena cukai ilegal.

Tak hanya itu, Heru juga berupaya agar ke depannya dapat menyelenggarakan sosialisasi terkait cukai dengan segmen yang berbeda. Lebih besar, tentunya. Sehingga, masyarakat yang mendapatkan pengetahuan tentang cukai semakin banyak.

Selama ini, berbagai program dan fasilitas umum disediakan oleh Pemkot Madiun melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Mulai dari sarana kesehatan untuk menanggulangi dampak rokok, pembinaan UMKM, peningkatan kualitas bahan baku dan industri rokok dalam kota, hingga penyediaan Wifi gratis. (Lucky/irs/rama/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunKarismatik