MADIUN – Kota Madiun menuju smart city mulai terealisasi. Satu persatu unsur di dalamnya mulai dipenuhi. Terutama dibagian pemerintahan. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tengah dikembangkan kini. Kota Madiun sudah menerapkan e-kinerja. Teranyar juga segera memiliki e-reminder dan e-monitoring. Selain itu, juga memiliki sistem dashboard yang bakal terhubung dengan TV wall yang ada di ruang kerja walikota. Setiap progres dan laporan masyarakat bakal terpantau walikota secara riil time.

‘’Pemerintah pusat sudah menginstruksikan melalui Perpres 95/2018 tentang sistem pemerintahan secara elektronik atau SPBE. Ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan itu,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat prelaunching Madiun Dashboard di Ruang 13 Balai Kota, Rabu (21/11).

Setiap pemerintah daerah, kata dia, wajib beralih ke sistem elektronik. Tak heran, jika setiap daerah berlomba. Kota Madiun juga terus mempersiapkan itu. Walikota berharap setiap ASN juga terus mengembangkan diri. Sebab, smart city tidak hanya sistem dan peralatan yang canggih. Namun, juga harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

‘’Smart city tidak datang secara tiba-tiba. Harus dibangun bersama. Kami sengaja menggandeng pihak akademisi dari ITS untuk mewujudkan itu,’’ ungkapnya.

Tony Dwi Susanto, Ketua Tim dari ITS, menyebut Kota Madiun sudah memiliki modal besar menuju smart city. Salah satunya, E-Kinerja. Jalannya pemerintahan juga sudah menggunakan E-Planning, E-Budgeting, dan lain sebagainya. Kota Madiun terus berkomitmen mengembangkan yang sudah ada dan menambahnya. Salah satunya, e-surat dan e-SPPD dalam sistem E-Kinerja. Ke depan, urusan surat menyurat sudah berbasis elektronik.

‘’Nanti juga ada aplikasi pengingat dalam E-Reminder. Ini penting agar tidak ada yang terlewat dari apa yang dikerjakan,’’ terangnya.

Masyarakat, kata dia, juga dapat terlibat dengan sistem E-Monitoring. Aplikasi ini menyuguhkan data secara lengkap. Data yang disuguhkan tidak sekedar angka. Namun, dalam bentuk peta, tabel, dan grafik. Masyarakat juga dapat melaporkan apa yang menjadi keluhan. Mulai jalan rusak, pohon tumbang, kebakaran dan lainnya. Laporan akan diteruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Aplikasi ini juga terhubung langsung dengan kepala OPD. Harapannya, kepala OPD langsung dapat memberikan instruksi apa yang harus dilakukan.

‘’Sinergitas antar OPD penting agar sistem ini dapat berjalan optimal. Tujuannya sama. Demi optimalisasi pelayana,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunKarismatik