MADIUN – Memasuki akhir 2018, pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 makin digiatkan.

Bertempat di ruang pertemuan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Madiun, rapat paripurna yang membahas mengenai jawaban Walikota Madiun atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun dilangsungkan, Jumat (16/11).

Dalam sambutannya Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengatakan bahwa rapat kali ini bertujuan untuk menindaklanjuti penyampaian pemandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun atas Raperda APBD tahun anggaran 2019. “Maka dari itu sesuai kesepakatan bahwa hari ini dilanjutkan ke tahap penyampaian jawaban walikota,” terangnya.

Walikota Sugeng Rismiyanto menjawab pertanyaan yang diajukan oleh lima fraksi yang ada di DPRD. Kelima fraksi tersebut adalah Fraksi Pembangunan Nasional Rakyat Sejahtera, Fraksi Partai PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Demokrat bersatu.

Penyampaian jawaban dari Walikota secara keseluruhan, sudah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari kelima fraksi. Penjelasan mengenai penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah (PD) dapat dijelaskan secara rinci.

“Penyertaan modal sebesar Rp 1,5 miliar pada PD. Aneka Usaha dimaksudkan untuk mempercepat penyehatan Usaha dan dana digunakan antara lain untuk pengadaan mesin pompa SPBU, Tangki Pendam dan Penambahan Modal Usaha,” jelas Sugeng.

Sugeng menegaskan, bahwa perencanaan dan penganggaran yang dilakukan bersama dewan dan kepala daerah telah berjalan beriringan, “Kami adalah mitra.” tegasnya. (dhevit/kus/rama/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik