MADIUN – Kesehatan merupakan kebutuhan dasar. Masyarakat yang sehat, negara juga kuat. Tak heran, Hari Kesehatan diperingati setiap tahun. Harapannya, agar pesan menjaga kesehatan ini terus digelorakan.

‘’Sehat itu kebutuhan setiap orang, mari menjaga kesehatan dimulai dari pribadi masing-masing,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat Jalan Sehat Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di halaman depan Balai Kota, Jumat (16/11).

Ini, lanjutnya, sesuai dengan tema peringatan kali ini. Menjaga kesehatan memang bukan hanya tugas pemerintah. Bukan pula tugas dokter dan perawat. Namun, juga diri sendiri. Pesan ini penting disampaikan. Sebab, banyak masyarakat yang mengabaikan pola hidup sehat. Menkonsumsi makanan tak sehat, merokok, dan minum minuman keras. Kondisi diperparah dengan minimnya olah fisik. Olahraga tak pernah dilakukan.

‘’Jalan sehat tidak hanya untuk memperingati HKN. Tapi juga untuk mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga. Ini penting dalam upaya menjaga kesehatan,’’ imbuhnya.

Berbagai upaya dilakukan Pemkot Madiun. Salah satunya, memberikan jaminan kesehatan. Pemkot sengaja bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam hal ini. Data ditangannya, 95 persen penduduk Kota Madiun sudah tercover BPJS. Artinya, nyaris tidak ada penduduk yang tak memiliki jaminan kesehatan. Entah itu yang kaya maupun dari kalangan tak berada. Pemkot memang mengalokasikan anggaran khusus untuk membiayai BPJS warga kurang mampu.

‘’Masyarakat harus sehat. Kalau sakit, harus mendapat pelayanan kesehatan. Pemerintah harus hadir. Prinsipnya kami terus berupaya memberikan pelayanan seoptimal mungkin,’’ tegasnya.

Kinerja apik ini dibuktikan dengan sejumlah penghargaan yang diraih. Kota Madiun mendapat empat penghargaan di bidang kesehatan selama tahun ini. Yakni, Pastika Parama, STBM Berkelanjutan, Kota Sehat, dan Puskesmas berprestasi tingkat Jawa Timur. Pastika Parama merupakan penghargaan Kementerian Kesehatan bagi daerah yang telah menetapkan dan mengimplementasikan kawasan bebas asap rokok. Sedang, STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Berkelanjutan merupakan penghargaan atas perilaku buang air besar. Masyarakat Kota Madiun sudah dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan.

‘’Kota Madiun juga dinyatakan sebagai kota sehat. Ini tentu tidak mudah. Butuh peran semua pihak termasuk masyarakat. Paling tidak dalam menjaga kesehatan pribadi masing-masing,’’ terangnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Ismudoko menyebut Puskesmas Manguharjo berhasil meraih puskesmas terbaik tingkat provinsi tahun ini. Ini membuktikan pelayanan di puskesmas baik. Capaian ini diharap berlanjut ke puskesmas lain.

‘’Prinsipnya pemerintah terus mengajak masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Tetapi kesadaran masyarakat sendiri juga penting,’’ ungkapnya.

Ismudoko menambahkan, jalan sehat merupakan puncak rangkaian peringatan HKN. Sebelumnya, terdapat lomba bidang kesehatan dan KB, seminar menopause, dan talk show HIV Aids. Jalan sehat dipilih lantaran cukup mudah dilakukan dan murah. Jalan dapat dilaksanakan mereka yang dalam kondisi sehat maupun yang sedang tidak fit. Rute yang dipilih juga tidak kelewat jauh. Berbagai hadiah juga disiapkan sebagai penambah semangat.

‘’Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat. Ayo hidup sehat, mulai dari diri kita,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik