MADIUN – ‘Selamat ulang tahun yang ke-6 untuk Politeknik Negeri Madiun’ ucapan itu langsung dilontarkan Sekertaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto usai mengikuti jalan sehat bersama keluarga besar Politeknik Negeri Madiun (PNM), Minggu (28/10). Jalan sehat memang dalam rangka dies natalis ke-6 PNM.

Dalam perjalanannya, salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Madiun ini tidaklah mudah. Terutama selama upaya menjadi perguruan tinggi negeri. PNM memang dulunya berstatus perguruan tinggi swasta (PTS). Lebih dari sembilan tahun, pemkot bersama tokoh-tokoh pendiri PNM berjuang menjadikan perguruan tinggi negeri. Tujuannya mulia, meningkatkan mutu pendidikan di Kota Madiun. Upaya ini pastinya terus akan ditingkatkan untuk menciptakan pendidikan di Kota Madiun yang lebih maju.

‘’Prinsipnya Pemkot akan terus bekerja keras untuk mewujudkan harapan masyarakat Kota Madiun khususnya di bidang pendidikan,’’ tutur Sekda Rusdiyanto.

Keberadaan PNM selama enam tahun terakhir tentunya memberikan multiplayer efek yang besar. Salah satunya, disisi ekonomi masyarakat. Sebab, banyak muncul UMKM di sekitar kampus PNM. Selain itu, tentu memberikan peningkatan kualitas pendidikan untuk masyarakat. Pendidikan yang tinggi ini diharap memutus rantai kemiskinan yang ada di Kota Madiun.

‘’Efek domino disisi ekonomi masyarakat dapat meningkatkan kualitas SDM di bidang pendidikan sehingga mampu memotong kemiskinan di Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan menyebut sudah memiliki sekitar 1.600 mahasiswa. PNM terus mengembangkan perguruan tinggi sesuai amanah tokoh-tokoh pendiri dan Pemkot Madiun.

‘’Alhamdulillah, ditahun ini ada tambahan dua prodi baru dan salah satunya prodi teknik perkeretaapian yang sudah ada MOU dengan Pemkot Madiun,’’ terangnya.

Saat ini, PNM susah miliki delapan prodi serta 193 dosen dan karyawan. Sesuai cita-cita yang diamanahkan pendiri, PNM terus berkembang. Berbagai prestasi diraih memasuki usia keenam ini. PNM berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori perguruan tinggi baru. Kategori Politeknik, PNM berhasil menduduki peringkat 12 dari 48 politeknik yang bertanding diajang poseni Poltek se-Indonesia.

Selain Sekda Kota Madiun, tampak hadir juga tokoh-tokoh pendiri PNM. Di antaranya, Walikota terpilih Kota Madiun periode 2019-2024 Maidi yang waktu berdirinya PNM masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun. Selain itu, Koko Raya mantan Walikota Madiun, Suparminto mantan Sekda Kota Madiun, Karyono, dan Agus Prasetyo yang semuanya memiliki andil berdirinya Politeknik Madiun yang kini berstatus negeri itu juga tampak hadir. (lucky/adit/farid/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun