MADIUN – Rangkaian peringatan Hari Santri Pemkot Madiun berlanjut. Diawali dengan sepak bola api beberapa waktu lalu, kegiatan peringatan berlanjut Istighosah dan Tabligh Akbar, Kamis (18/10) malam. Bertempat di Gor Wilis Kota Madiun, ribuan santri dan santriwati tumplek blek dalam kegiatan. Larut dalam semangat yang sama. Memperingati Hari Santri demi peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sejumlah Forpimda tampak hadir saat Istighosah dan Tabligh Akbar yang difasilitasi Pemkot Madiun melalui Disbudparpora setempat tersebut. Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Gus Miftah Maulana Habiburrahman dari Ponpes Ora Aji Jogjakarta berlangsung khidmat sedari awal. Ribuan peserta tampak hanyut dalam doa.

‘’Kegiatan tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Santri. Tetapi tentu saja diharapkan juga semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam hal ini Allah SWT,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto.

Walikota yang hadir bersama istri itu menyebut santri merupakan bagian NKRI. Merupakan bagian dari perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jasa santri besar terhadap bangsa dan negara. Saat ini, santri merupakan bagian tiga pilar plus mendampingi TNI dan Polri, dan semua elemen masyarakat. Khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

‘’Santri turut dalam perjuangan kemerdekaan. Tugas ini tetap harus diemban. Tetapi tujuannya beda. Bukan perjuangan merebut kemerdekaan. Tapi perjuangan mengisi dan menjaga keutuhan NKRI,’’ tegasnya.

Ini penting mengingat bangsa Indonesia tengah menghadapi tahun politik. Yakni, Pilpres dan Pileg 2019. Tahun politik, lanjutnya, rawan potensi perpecahan hanya karena beda pilihan. Masyarakat harus semakin dewasa. Salah satunya, tidak kelewat larut dalam mendukung pilihan. Cukup sewajarnya dan lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan. Santri harus menjadi garda terdepan dalam pelopor semangat menjaga persatuan ini.

‘’Semangat menjaga keutuhan harus sama bahkan lebih dari semangat merebut kemerdekaan dulu,’’ ungkapnya.

Santri, kata dia, juga harus menjadi pelopor dalam toleransi antar umat beragama. Santri harus lebih dapat menghargai perbedaan dari pada masyarakat pada umumnya. Santri harus menjadi contoh sikap saling tolong menolong dan toleran antar umat beragama.

‘’Selamat Hari Santri, semoga ke depan semakin baik dan baik lagi,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun