MADIUN – Sebagai anak-anak yang lahir di era digital, generasi Z sudah pasti tak asing dengan perkembangan teknologi dan informasi. Bahkan, menjadi konsumsi mereka sehari-hari sejak kecil. Meski demikian, belum tentu mereka dapat memilah dan memilih dampak yang positif tanpa pendampingan dari orang dewasa.

Lalu, siapa yang masuk dalam kategori generasi Z? Mereka adalah anak-anak yang lahir pada rentang waktu 1995-2014 berdasarkan perkembangan internet dunia. Termasuk di antaranya anak-anak yang saat ini duduk di bangku SMP.

Untuk menghindarkan generasi penerus bangsa ini terkena dampak negatif dari internet, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun melaksanakan workshop TIK, Selasa (16/10). Pesertanya merupakan siswa-siswi perwakilan OSIS SMP negeri dan swasta di Kota Madiun.

‘’Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan ilmu IT sebanyak-banyaknya dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh peserta,’’ tutur Kadiskominfo Kota Madiun Subakri saat memberi sambutan Pelatihan TIK di Ruang 13 Sekretariat Daerah Kota Madiun.

Perkembangan di era globalisasi ini, lanjut Subakri, harus disikapi dengan mengambil hal-hal yang sifatnya positif. Diapun berpesan agar para siswa memperkuat landasan agama agar dapat memanfaatkan era teknologi ini dengan baik. ‘’Selain itu juga punya integritas dan jati diri. Di dunia ini ada 2 pilihan, yakni baik dan jelek. Kita harus bisa memilah dan memilih yang baik,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana mengimbau agar anak-anak tetap hati-hati ketika mengarungi dunia maya. Juga, tidak lantas terlena dan meninggalkan kewajibannya sehari-hari. Seperti belajar dan membantu orang tua. ‘’Karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,’’ tandasnya. (dhevit/irs/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun