MADIUN – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dua hari lagi ditutup. Tahap selanjutnya, tes seleksi. Pemkot Madiun dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan tes untuk sejumlah daerah di Jawa Timur wilayah barat. Persiapan terus dilakukan. Terutama sarana dan prasarananya. Harapannya, pelaksanaan seleksi berjalan lancar, aman, dan tak menimbulkan masalah dikemudian hari.

‘’Karena peserta seleksi cukup banyak, persiapan harus benar-benar matang sehingga seleksi dapat terlaksana sesuai yang diharapkan,’’ kata Sekda Rusdiyanto saat memimpin rapat persiapan sarana dan prasara seleksi CPNS 2018, Jumat (12/10).

Berbagai sarpras sudah mulai datang. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah menyediakan server, mobile server, jaringan LAN, instalasi listrik dan 400 labtob plus 10 persen untuk cadangan. Sedang, Pemkot Madiun menyiapkan genset berkapasitas 360-400 kv dengan daya 200 ribu watt. Selain itu, Pemkot melalui Diskominfo juga sudah mempersiapkan sarpras penunjang lain. Di antaranya, CCTV, jaringan internet, barcode scanner, dan UPS server.

‘’Segala kemungkinan kendala teknis harus segera disiapkan antisipasinya. Salah satunya, kemungkinan litrik PLN mati. Genset yang kami siapkan diprediksi cukup untuk memasok listrik yang dibutuhkan kalau kemungkinan terburuk itu muncul,’’ paparnya.

Tanggung jawab panitia seleksi (pansel), lanjutnya, tak hanya memastikan pelaksanaan lancar. Namun, juga nyaman. Sekda berharap hal-hal kecil yang mengganggu kenyamanan segera dicarikan solusi. Mulai panas, suara bising, tempat menunggu, kamar mandi, dan lain sebagainya. Tempat menunggu tak hanya bagi peserta. Namun, juga bagi orang tua maupun pengantar. Sebab, diprediksi bakal banyak masyarakat yang juga turut mengantar di lokasi.

‘’Kenyamanan peserta menjadi target rapat ini. Hal-hal sekecil apapun tolong diperhatikan benar,’’ tutur Rusdiyanto.

Enam kota/kabupaten bakal melaksanakan seleksi di Kota Madiun. Jadwalnya 26 Oktober sampai dengan 17 Nopember. Ini mengacu informasi BKN. Gedung Asrama Haji Kota Madiun dipilih sebagai lokasi pelaksanaan.

‘’Sesuai survei, Gedung Asrama Haji Kota Madiun dinilai memenuhi persayaratan. Kami akan persiapkan gedung dan fasilitasnya seoptimal mungkin,’’ ungkapnya.

Sesuai jadwal, sebanyak 400 peserta bakal mengikuti tes dalam satu hari. Ini terbagi dalam lima kali sesi. Sekda menghimbau panitia seleksi daerah selalu menjaga kondisi dan kesehatan. terutama panitia dari Kota Madiun sebagai tuan rumah.

‘’Kondisi psikologis dan kesehatan peserta juga harus diperhatikan, buat senyaman mungkin para peserta selama proses seleksi. Mari kita tunjukkan Kota Madiun dapat menjadi tuan rumah yang baik,’’ harapnya. (devit/adit/rama/kominfo)