MADIUN – Menjaga kondusifitas suatu daerah merupakan tanggung jawab bersama dalam berkehidupan sosial. Bukan hanya tugas aparat penegak hukum (TNI, Polri atau petugas keamanan lain). Namun, juga seluruh elemen masyarakat.

Walikota Madiun bersama jajaran Forkopimda setempat terus berusaha menjaring partisipasi aktif masyarakat. Salah satunya, dengan jagongan bareng bersama pedagang Pasar Besar Madiun (PBM), Selasa (9/10) malam.

Acara tak hanya ajang silaturahmi. Namun, juga bentuk dukungan nyata seluruh masyarakat Kota Madiun, khususnya pedagang pasar untuk menjaga keamanan serta menghindari perselisihan dalam menyambut pesta demokrasi mendatang.

‘’Perlu diingat, pesta demokrasi hanya sebagai sarana pemilihan pemimpin. Taatilah sesuai aturan sehingga kegiatan pilpres dan pileg berjalan lancar dan aman. Imbasnya laju pertumbuhan ekonomi di kota Madiun semakin baik,’’ tutur Dandim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto.

Senada dengan Nur Alam, Kapolres Kota Madiun AKBP Nasrun Pasaribu menyebut keamanan merupakan kebutuhan dasar, pokok topik utama, dan kunci pembangunan. Segala jenis aktivitas bakal terganggu jika kondisi sedang tak aman. Tak heran, pesan menjaga keamanan penting terus disampaikan. Selain itu, pihaknya berharap pedagang PBM, khususnya masyarakat Kota Madiun pandai dalam mengkonsumsi informasi dan berita. Paham menghindari berita hoax dan tidak terpancing turut menyebarluaskannya.

‘’Jaman now, kita tidak tahu apa maksud yang disampaikan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. Ini dapat menimbulkan permasalahan ataupun perselisihan. Mari kita bersinergi menciptakan Kota Madiun yang damai, aman dan sejahtera,’’ ujarnya

Sementara itu, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyampaikan pesta demokrasi dapatnya melahirkan pimpinan yang baik dan amanah. Ini dapat terwujud jika selama tahapan berjalan aman. Tidak ada intimidasi. tidak ada gangguan-gangguan, dan masyarakat dapat memilih sesuai hati nurani tanpa ada unsur paksaan apapun.

‘’Kami atas nama pemerintah Kota Madiun tentu saja banyak harapan. Gunakan hak pilih dalam pemilu sesuai aturan yang ada. Datang ke TPS, coblos kemudian pulang. Tidak perlu ada giat-giat yang merugikan dan meresahkan,’’ tegasnya.

Acara jagongan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Damai Pileg dan Pilpres 2019. Pembacaan dilakukan perwakilan pedagang PBM yang dipandu Ketua KPU Kota Madiun Sasongko. (dhevit/tia/iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun