MADIUN – Gelaran Suran Agung 2018 bakal berlangsung aman. Ratusan personil diterjunkan untuk mengamakan giat tradisi perguruan pencak silat Tunas Muda Winongo tersebut. Total terdapat 675 personil gabungan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dishub Pemkot Madiun. Pengamanan juga mendapat backup dari Polda Jatim.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menegaskan pelaksanaan Suran Agung wajib mengikuti kesepakatan. Pihaknya memang membuat kesepakatan bersama dengan panitia penyelenggara Suran Agung PSHW Jumat kemarin. Di antaranya, peserta wajib menggunakan kendaraan roda empat atau enam tertutup permanen. Yakni, mobil pribadi atau bus. Perjalanan menuju dan pulang juga harus dengan pengawalan polisi.

“Peserta yang menggunakan kendaraan roda dua akan kami kembalikan ke daerah masing-masing. Mereka yang melanggar juga akan kami tidak,” kata kapolres saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Suran Agung di Mapolres Madiun Kota, Sabtu (22/9/2018).

Titik kumpul dan rute, kata dia, juga ditentukan pihaknya. Kendaraan juga tidak diperkenankan masuk ke lokasi acara. Parkir kendaraan berada di sepanjang ring road. Pihaknya membagi lima zona. Zona 1 berada di dalam asrama haji dan khusus untuk peserta dari Kota Madiun. Sedang, zona 2 sampai 5 berada di jalan ring road. Peserta yang diperbolehkan hanya perwakilan dari Bakorwil V plus Nganjuk dan Bojonegoro. Selain itu, bakal dipulangkan. Pun, peserta dibatasi. Setiap daerah hanya diperbolehkan mengirim 15 perwakilan pengurus cabang, 15 pengurus ranting, dan delapan orang dari sub ranting.

“Ini yang perlu kami tekankan bahwa pelaksanaan Suran Agung tidak diperkenankan adanya mobilisasi atau pengerahan massa secara masif. Mohon ini menjadi atensi atau akan kami tindak,” ujarnya sembari menyebut peserta jalan kaki dari ring road menuju lokasi acara di Jalan Doho Kelurahan Winongo.

Kapolres menambahkan terdapat pengalihan arus lalu lintas selama pelaksanaan Suran Agung. Jalan ring road bakal ditutup mulai pukul 06.00 hingga 15.00 pada saat pelaksanaan, Minggu (23/9/2018). Masyarakat yang melintasi diharap mencari rute lain. Masyarakat dari Magetan yang hendak menuju ke jalur Surabaya dapat melalui Jalan Urip Sumoharjo, Ahmad Yani, Pahlawan, Yos Sudarso, kemudian Jalan Raya Nglames. Begitu juga dengan arah sebaliknya.

“Kami himbau untuk tetap mengedepankan kondusifitas. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu. Ini penting apalagi bertepatan dengan tahun politik,” tegasnya.

Hal senada juga diharapkan Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto. Masyarakat khususnya peserta Suran Agung wajib turut menjaga keamanan dan ketertiban. Bukan sebaliknya. Keamanan merupakan hal krusial. Akar dari pembangunan disegala bidang. Walikota meminta semua pihak menghormati kesepakatan yang ada. Khususnya warga perguruan PSHW yang melaksanakan kegiatan.

“Ini merupakan kegiatan silaturahmi. Makna dan tujuan silaturahmi sudah jelas. Yakni, mempererat hubungan antar sesama manusia. Bukan sebaliknya. Hormati apa yang sudah menjadi kesepakatan,” ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)