MADIUN – Muharram bulan spesial bagi umat Islam. Bulan pertama dalam kalender Hijriah. Seluruh umat muslim memperingati tahun baru Islam tersebut. Umat muslim diharap tidak sekedar memperingati. Namun, semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Peringatan sebaiknya jangan sekedar seremonial. Namun, menjadi momentum untuk meningkatkan keislaman, keimanan, dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ungkap Pj Sekda Kota Madiun Rusdiyanto saat Pengajian Umum Peringatan 1 Muharam / Tahun Baru Islam 1440 Hijiriah di Masjid Agung Baitul Hakim, Jum’at (14/9/2018).

Pengajian rutin ini merupakan upaya Pemkot Madiun membangun masyarakat Kota Madiun yang religius. Selain itu, merupakan ajang silaturahmi antar sesama umat. Hubungan antara ulama dengan pemerintah, pemerintah dengan masyarakat terjalin apik selama ini. Terbukti, semua elemen masyarakat bahu-membahu menjaga kondusifitas Kota Madiun. Ini penting lantaran keamanan merupakan salah satu pondasi pembangunan.

“Terjalinnya hubungan antara ulama dan umaro menjadikan Kota Madiun lebih damai, aman, tentram dan sejahtera,” tuturnya.

Jalinan apik para ulama ini tentunya dibutuhkan pemerintah. Terutama dalam menjalankan pemerintahan agar lebih terarah. Bimbingan para ulama penting agar pemerintahan juga semakin religius. 
“Para ulama di Kota Madiun harus ikut menjaga kinerja pemerintah Kota Madiun dalam menjalankan birokrasi sesuai aturan undang-undang maupun aturan agama,” terang Rusdiyanto.

Pengajian umum peringatan tahun baru Islam kali ini diisi tausiah KH. M. Najib Muhammad atau juga sering disebut Gus Najib dari Jombang. Masyarakat tumplek blek. Hadir pula Forkopimda se-Kota Madiun dan Walikota Madiun terpilih periode 2019-2024 Maidi yang juga selaku Ketua Ta’mir Masjud Agung Baitul Hakim. (adit/agi/lucky/ws hendro/diskominfo)