MADIUN – Musim kemarau belum usai. Potensi kebakaran masih cukup besar di Kota Madiun. Terbukti sudah 46 kali kejadian sejak Januari lalu. Antisipasi wajib terus dilakukan. Pemkot melalui Bidang Pemadam dan Linmas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

‘’Tentu saja, pemerintah sudah siap. Baik sarana maupun petugasnya. Namun, itu saja tidak cukup. Butuh peran serta masyarakat pastinya,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat Sosialisasi Inspeksi Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran di gedung diklat, Kamis (30/8/2018).

Sebab, pemerintah tentu memiliki keterbatasan. Padahal, penanganan api wajib segera. Masyarakat perlu melakukan penanganan awal. Tujuannya, agar kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Paling tidak, kebakaran tak sampai membesar. Penanganan api, kata dia, tentu butuh skil atau kemampuan khusus. Tak heran, pelatihan juga dilakukan kepada masyarakat.

‘’Masyarakat bertanggung jawab melakukan penanganan awal sebelum petugas datang. Namun, tentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. Makanya, pemahaman masyarakat terkait penanganan awal tersebut wajib terus ditingkatkan,’’ ujarnya.

Sosialissai dilakukan bertahap. Masyarakat diberikan pemahaman melalui tokoh masyarakat dan agama. Pihak Damkar juga melakukan pelatihan kepada satuan perlindungan masyarakat (linmas). Mulai penggunaan alat pemadam api ringan (apar) hingga teknik menggunakan selang mobil damkar. Teranyar, sosialisasi diberikan kepada pelaku usaha. Ini penting, sebab banyak kantor dan tempat usaha besar di Kota Madiun.

‘’Pelaku usaha juga harus mengutamakan keselatam karyawan dan masyarakat sekitar. Kantor atau gedung tempat usaha harus memiliki peralatan pemadam kebakaran. Ini wajib dan harus dilakukan,’’ tegasnya sembari menyebut siap mencabut izin usaha jika ini tidak diindahkan.

Tidak hanya harus ada, pelaku usaha juga wajib mengetahui cara penggunaanya. Tak heran, pelaku usaha sengaja didatangkan. Materi diberikan langsung oleh instruktur yang berkompeten. Harapannya, kebakaran dapat diminalisir. Ini penting mengingat kejadian kebakaran cukup tinggi. 46 kali sejak Januari lalu. 30 di antaranya merupakan kebakaran lahan. Bukan hanya lahan kosong. Namun, juga lahan milik pelaku usaha.

‘’Tidak hanya masyarakat, petugas di instansi terkait juga wajib selalu meningkatkan SDM (sumber daya manusia) melalui pelatihan dan pendidikan,’’ pungkasnya sembari menyebut petugas bakal melakukan inventerisasi data alat pemadam ke semua tempat usaha setelah sosialisasi. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun