MADIUN – Karnaval Kemerdekaan Pemkot Madiun tidak hanya menyuguhkan hiburan bagi masyarakat. Namun, sarat akan nilai sejarah dan edukasi. Keikutsertaan tidak sekedar menggugurkan kewajiban. Peserta tampil total dengan segala macam cerita yang diusung. Walikota memberikan apresiasi tinggi bagi ke 46 perserta karnaval tahun ini.

‘’Karnaval kali ini cukup meriah. Semua peserta tidak hanya sekedar mengisi. Namun, saling berpacu menampilkan yang terbaik,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto usai pelaksanaan karnaval, Rabu (29/8/2018).

Masyarakat, kata dia, tidak hanya mendapatkan hiburan. Namun, juga edukasi. Berbagai histori Indonesia tersaji. Sosok pahlawan dari seluruh Nusantara mengemuka. Itu sesuai tema yang ditetapkan panitia kali ini. Masyarakat tidak hanya melihat dari segi keindahan karnaval yang ditampilkan. Tetapi dapat belajar langsung tentang sejarah dan tokoh pahlawan di tanah air. Mulai tokoh kemerdekaan hingga era kerajaan. Pesan semakin mengena dengan tambahan narasi dari masing-masing peserta.

‘’Ada banyak pembelajaran yang dapat dipetik. Cerita yang ditampilkan juga bagus-bagus,’’ ungkapnya.

Peserta memang tidak sekedar lewat. Namun, dipersilahkan menampilkan atraksi. Mulai tarian hingga cerita kolosal. Seperti cerita kerja paksa era penjajahan Jepang yang ditampilkan salah satu peserta dari pelaku usaha di Kota Madiun. Cerita dikemas apik atribut menarik. Perlawanan bangsa Indonesia menggunakan bambu runcing menambah kental pesan kemerdekaan. Begitu juga dengan cerita kerjaan yang ditampilkan sejumlah peserta. Heboh dan meriah.

‘’Peserta benar-benar mengilhami cerita yang dibawakan. Seolah seperti sungguhan. Apresiasi untuk semua peserta,’’ ujarnya.

Walikota mengaku gelaran akan terus ditingkatkan ke depan. Sebab, terbukti memberikan banyak manfaat. Tidak hanya hiburan dan edukasi. Namun, juga perputaran ekonomi. Ribuan masyarakat dipastikan tumplek blek sepanjang rute karnaval. Gelaran pastinya juga mendatangkan wisatawan luar daerah. Ini merupakan pangsa pasar besar bagi pelaku usaha. Masyarakat harus lebih bersiap ke depan.

‘’Ini tidak hanya sekedar karnaval. Tapi ada multiplier effect di dalamnya yang luar biasa besar. Harus ditangkap dan dimanfaatkan secara optimal,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun