MADIUN – Masa transisi kepemimpinan di Pemkot Madiun diprediksi berjalan tanpa banyak gangguan. Pasalnya, calon walikota terpilih periode 2019-2024 sudah cukup familier dengan birokrasi. Calon walikota terpilih merupakan mantan sekda (Maidi). Sedang, wakilnya berlatar belakang politisi (Inda Raya).

‘’Untuk masa transisi kepemimpinan pemerintah daerah sebenarnya tidak ada aturan yang mengatur secara rinci. Namun, perlu dipahami bahwa walikota terpilih saat ini merupakan mantan sekda. Saya kira tidak akan ada banyak masalah pada masa transisi mendatang,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto usai Rapat Paripurna Penyampaian Pengumuman Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih periode 2019-2024 di DPRD setempat, Selasa (21/8/2018).

Apalagi, kata dia, walikota terpilih masih menjabat sekda aktif sebelum turut Pilkada. Artinya, pengalaman sebagai birokrat masih segar bugar. Pun, Maidi juga terlibat dalam penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2018 ini. Sebab, proses musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dimulai sejak akhir tahun anggaran sebelumnya. Sedang, Maidi baru mengundurkan diri Februari.

‘’Pak Maidi terlibat dalam Musrenbang 2018 kendati tidak sampai final. Artinya apa, pak Maidi cukup paham proses pemerintahan yang sekarang ini berjalan,’’ ungkapnya.

Selain itu, walikota optimis Mada bakal mengedepankan kesejahteraan masyarakat pada program kerjanya nanti. Itu juga menjadi prioritas BaRis. Artinya, tujuan kepemimpinan sama. Walikota berharap program yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat ini terus ditingkatkan di masa Mada mendatang.

‘’Siapapun pemimpinnya, orientasinya tentu pada kesejahteraan masyarakat. Kami berharap apa yang sudah baik saat ini terus ditingkatkan,’’ ujarnya.

Walikota terpilih Maidi menyebut bakal terus meningkatkan program pemerintah sekarang yang satu visi-misi dengan Mada –sebutan Maidi-Inda-. Pihaknya mengaku bakal segera tancap gas setelah pelantikan mendatang. Namun, program-program Mada diprediksi baru dapat berjalan di 2020 mendatang. Pun, paling cepat di APBD Perubahan 2019 nanti. Sebab, pelantikan dijadwalkan Juni 2019. Artinya, proses penyusunan APBD 2019 sudah lewat.

‘’Kami akan segera tancap gas. Walaupun kemungkinan baru dapat masuk di APBD P 2019, program mulai kami susun dari sekarang,’’ ungkapnya.

Maidi mengaku mulai bekerja dari sekarang kendati tidak secara resmi. Salah satunya, mensimulasikan beberapa program miliknya dengan kondisi sekarang. Mulai pendidikan, kesehatan dan lainnya. Ini penting agar mengetahui bagaimana dan apa yang harus dilakukan. Pihaknya juga mengaku mulai menghimpun data di lapangan. Terutama apa yang paling dibutuhkan masyarakat.

‘’Terkait investor, kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa investor. Ada beberapa yang sudah menyatakan ketertarikan. Di antaranya, untuk penataan kawasan Jalan Pahlawan, bioskop Arjuna dan lain sebagainya. Prinsipnya, kami tidak ingin ada aset di Kota Madiun yang terlihat kumuh,’’ ungkapnya.

Hal senada diungkapkan calon wakil walikota terpilih Inda Raya. Pejabat daerah perempuan pertama di kota pecel itu mengaku akan mulai mempelajari program kerja dengan kondisi terkini. Namun, dengan tidak mengganggu proses pemerintahan yang saat ini sedang berjalan. Selain itu, Dia mengaku akan menyelesaikan pekerjaan di Semarang.

‘’Mari kita support dan kawal pemerintahan yang sekarang disisa masa baktinya. Kami akan menyiapkan semuanya mulai dari sekarang agar nanti saat resmi menjabat di 2019 sudah bisa langsung tancap gas,’’ katanya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun