MADIUN – Upacara pengibaran dan penurunan bendera selalu menjadi agenda rutin setiap 17 Agustus. Tak hanya memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia, tetapi juga mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan NKRI.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto pun mengimbau kepada masyarakat. Yakni, agar prosesi 17 Agustus tak sekedar menjadi momen seremonial semata. Tetapi, sebagai penyemangat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur.

”Mereka mengorbankan nyawa dan material demi meraih kemerdekaan,” tuturnya ditemui setelah upacara penurunan bendera merah putih di Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (17/8).

Nilai-nilai pengorbanan itulah yang harus menjadi pelecut semangat generasi muda bangsa. Sehingga, terpacu untuk lebih giat lagi membangun negeri yang lebih maju lagi.

Banyak cara positif yang bisa dilakukan untuk mengisi kemerdekaan ini. Salah satunya yang utama adalah tetap berupaya berbuat baik untuk negara. Supaya, ke depan Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih baik. ”Perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi dan teladan bagi kita semua,” imbuhnya.

Terkait prosesi pengibaran dan penurunan bendera merah putih, Sugeng mengucapkan rasa syukur. Itu karena seluruh rangkaian acara dapat berjalan secara lancar.

Kesuksesan acara, lanjut Sugeng, tak dapat dipungkiri merupakan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari pelatih dan pembina tim pasukan pengibar bendera (paskibra), para pelajar yang tergabung dalam paskibra kota, juga masyarakat secara umum. ”Terima kasih atas doa dan dukungan warga Madiun semua,” tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun