MADIUN – Pasukan pengibar bendera (Paskibra) memegang peran penting dalam jalannya suatu upacara. Terlebih, upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Pasukan harus dapat melaksanakan tugasnya dengan tepat. Begitu juga dengan Paskibra Kota Madiun. Segala persiapan dilakukan. Pasukan yang akan bertugas tahun ini telah siap 100 persen.

‘’Pasukan ini merupakan pelajar-pelajar terpilih dari Kota Madiun. Pelatihan baik secara fisik dan mental sudah dilakukan beberapa bulan terakhir. Mereka sudah siap,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat Pengukuhan Paskibra Kota Madiun di Asrama Haji, Rabu (15/8/2018).

Prosesi pengukuhan berjalan khidmat. Tangis haru tak tertahan dari anggota. Terdapat 76 anggota Paskibra tahun ini. 50 di antaranya laki-laki. Mereka sudah menjalani pelatihan sejak Juli lalu. Namun, proses seleksi sudah sejak awal tahun. Mereka tidak hanya digembleng soal baris berbaris. Pelatihan fisik dan mental juga diberikan. Anggota Paskibra juga dibekali materi wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan pembentukan kekompakan serta kerja sama.

‘’Tentu saja harapannya, mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan lancar. Mari kita dukung dengan harapan dan doa,’’ imbuhnya.

Berbagai fasilitas pendukung diberikan pemkot. Bukan hanya seragam. Namun, juga uang pembinaan. Harapannya, Paskibra dapat maksimal. Walikota menambahkan menjadi Paskibra merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan. Semangat pengabdian kepada nusa, bangsa, dan negara harus menjadi pelecut dalam bertugas. Apalagi tidak semua pelajar mendapat kesempatan ini.

‘’Mereka telah menyisihkan ratusan pelajar lain. Ini kesempatan berharga. Harus dioptimalkan,’’ harap walikota sembari menyebut ilmu yang sudah didapat wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai HUT Kemerdekaan dengan meningkatkan kinerja bersama. Ini sesuai dengan tema HUT ke-73 tahun ini. Yakni, Kerja Kita Prestasi Bangsa. Walikota berharap partisipasi masyarakat dalam pembangunan terus meningkat. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Ini penting agar pembangunan berjalan optimal.

‘’Peringatan baiknya tidak hanya seremonial. Tapi juga dimaknai dengan mengamalkan apa yang menjadi tujuan bangsa,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun