MADIUN – Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Madiun tahun ini berlangsung seru. Ribuan anak dan masyarakat tumplek blek di Alun-alun sebagai tempat acara, Selasa (31/7/2018). Acara tidak hanya menyuguhkan kebolehan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, juga sarat penanaman nilai karakter.

‘’Anak-anak merupakan calon penerus di masa depan. Agar menjadi penerus yang mumpuni, segala sesuatunya harus disiapkan sejak saat ini,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat perayaan HAN.

Pemerintah, kata dia, selalu peduli dengan anak-anak. Berbagai program diberikan. Anggaran cukup besar dialokasikan. Mulai untuk pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga infrastruktur yang dibutuhkan anak-anak. Anak-anak wajib mendapatkan pendidikan. Pemkot mengalokasikan anggaran agar anak-anak di Kota Madiun dapat mengenyam pendidikan minimal sembilan tahun. Beasiswa juga diberikan untuk mereka yang saat ini duduk dibangku SMA dan perguruan tinggi.

‘’Pendidikan dan kesehatan ini merupakan modal penting bagi anak-anak ke depannya. Ini selalu menjadi program prioritas,’’ ujarnya sembari menyebut sesuai tema HAN Anak Indonesia Anak Genius.

Genius merupakan singkatan. Yakni, Gesit, Berani, Unggul, dan Sehat. Tak heran, kegiatan yang mengemuka saat peringatan HAN tak lepas dari itu. Mulai senam gemar makan ikan (Gemari), tari massal 1000 anak, karawitan, drumband, paduan suara, hingga permainan tradisional. Kegiatan yang melibatkan 1.500 lebih anak tersebut tentu sarat makna. Terutama penanaman karakter.

‘’Prinsipnya pemerintah peduli kepada anak-anak. Salah satunya, dengan memberikan ruang dan gerak bagi mereka unjuk gigi. Peringatan HAN dengan beragam kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara mewujudkannya,’’ jelasnya sembari menyebut Kota Madiun mendapat penghargaan Kota Layak Anak dua tahun berturut-turut.

Walikota berharap nilai-nilai ini tertanam dalam hati anak-anak. Mulai berani, tangguh, kreatif, dan kerja sama serta koordinasi. Ini penting untuk modal mereka ke depan. Bangsa, kata dia, butuh pemimpin yang tangguh, berani, cerdas, dan mumpuni. Ini tentu tidak didapat secara instan. Butuh proses panjang. Harus dimulai sejak saat dini.

‘’Hal kecil tetapi baik yang ditanamkan pada anak-anak dapat menjadi sesuatu yang besar suatu saat nanti. Jangan dinilai dari kecilnya. Yang terpenting ada usaha dan upaya untuk memberikan yang terbaik baik mereka,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana berharap peringatan HAN juga membuka pemikiran orang tua akan pentingnya mengasuh anak. Orang tua terkadang kelewat menyerahkan pendidikan anak kepada pihak sekolah. Padahal, pendidikan di rumah juga tak kalah penting. Bahkan, sarat pendidikan karakter. Namun, budaya itu mulai bergeser. Hari tunjuk bukti mudahnya orang tua memberikan permaianan elektronik pada anak. Padahal, banyak dampak buruk yang menyertainya.

Pihaknya sengaja menampilkan permainan tradisional saat peringatan HAN. Mulai, dakon, cublek-cublek suweng, engkling, egrang, dan endok-endokan. Permainan ini sudah semakin jarang dimainkan. Padahal, sarat nilai kerja sama, kejujuran, kerja keras, kepedulian, berbagi, dan lainnya. Permainan juga sarat kegiatan fisik yang penting untuk tumbuh kembang anak.

‘’Peringatan HAN diharap juga membuka wawasan orang tua akan pentingnya kehadiran mereka dalam masa tumbuh kembang anak. Ini penting karena mencetak anak-anak hebat butuh peran serta semua pihak,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun