MADIUN – Gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi tahun ini berakhir pertengahan Juli lalu. Kontingen Kota Madiun pulang dengan sedikit kepala tegak. Setidaknya, lima di antaranya atlet yang dikirim berhasil meraih juara kendati hanya harapan. Artinya, track record pulang dengan piala dalam keikutsertaan O2SN tingkat provinsi tetap terjaga.

‘’Alhamdulillah dapat juara kendati hanya harapan. Ini patut diapresiasi sekaligus pelecut semangat ke depan,’’ kata Kasi Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi, Selasa (31/7/2018).

Kontingen Kota Madiun berhasil menyabet juara pada cabang olahraga (cabor) karate putra, senam artistik putri, senam aerobic gymnastic putra dan putri, serta renang putra. Celvin Gabriel dari SDN 05 Madiun Lor berhasil menjadi harapan II cabor karate, Ary Nindya Kuswara pelajar SDN 01 Klegen merebut Harapan I senam artistik putri, Aditya Zharif Farandra dari SDN 01 Manisrejo merebut harapan II senam aerobic gymnastic putra dan Intan Lutfia Ramadhani dari SDN 04 Manisrejo merebut harapan III aerobic gymnastic putri.

‘’Satu lagi dari cabor renang putra ada nama Gigih Pambudi Luhur dari SMPN 2 Madiun. Dia berhasil menjadi harapan I,’’ ujarnya.

Capaian ini, kata dia, dapat menjadi modal besar ke depan. Paling tidak sebagai tolak ukur minimal. Kontingen Kota Madiun bukan kali ini merebut juara. Atlet-atlet muda kota pecel sudah kerap merebut juara pada gelaran sebelumnya. Capaian sepuluh besar di kancang O2SN tingkat provinsi menjadi bukti nyata. Bahkan, kontingen Kota Madiun pernah nangkring diperingkat ke enam dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Hariyadi menyebut pihaknya bakal terus melakukan pembinaan dan pelatihan. Harapannya, prestasi semakin ditingkatkan.

Baca juga: TdI 2018 Mampir di Kota Madiun
‘’Awal Agustus ini digelar Pertandingan dan Pembinaan Prestasi Olahraga antar Pelajar SD, SMP, SM Tingkat Kota. Ini merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan atlet pada tingkat yang lebih tinggi,’’ ungkapnya sembari menyebut pekan olahraga tingkat kota ini berlangsung 1-10 Agustus.

Prestasi olahraga atlet-atlet Kota Madiun terus dipacu. Pembibitan terus dilakukan. Salah satunya, melalui. Pembibitan dilakukan sejak usia dini. Peningkatan kemampuan atlet juga melalui pelatihan pelatih dan pembina untuk kemudian ditularkan kepada atlet. (dok dindik/agi/madiuntoday)