MADIUN – Gelaran Walikota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara berakhir, Jumat (27/7/2018) malam. Festival rangkaian Hari Jadi ke-100 Kota Madiun itu tersaji meriah lagi heboh. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto berjanji gelaran menjadi agenda rutin ke depan. 
 
‘’Kota Madiun hadir untuk pencak silat. Harus menjadi barometer di tanah air,’’ kata walikota. 
 
Harapan walikota bukan tanpa alasan. Sebab, pencak silat sudah menjadi identitas bangsa. Kota Madiun wajib berbangga lantaran memiliki beragam perguruan pencak silat. Bahkan, beberapa di antaranya asli dari kota pecel. Keberadaannya wajib terus dijaga. Walikota berharap gelaran tidak hanya rutin. Sebaliknya, harus ditingkatkan. 
 
‘’Kalau saat ini masih tingkat provinsi, tahun depan harus tingkat nasional. Tolong kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait segera dianggarkan untuk 2019 nanti,’’ tegasnya. 
 
Walikota mengapresiasi seluruh insan pendekar yang turut dalam festival. Itu lantaran kedewasaan mereka dalam menjaga ketertiban hingga akhir gelaran. Walikota mengingatkan festival seni pencak silat bukan sebuah pertandingan. Namun, untuk disandingkan. Tak heran, jika tidak ada juara dalam festival. Panitia hanya memilih enam terbaik dari setiap kategori. 
 
‘’Seni bukan untuk ditandingkan. Tapi disandingkan. Semua adalah juara,’’ ujarnya sembari menyebut apresiasi untuk TNI-Polri yang telah optimal menjaga keamanan. 
 
Gelaran festival kali ini diikuti 20 utusan dan perguruan se-Jawa Timur. Terdiri dari 225 atlet dengan 137 atlet putra dan 88 atlet putri. Di antaranya, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Nganjuk, Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Malang, hingga Tuban. Festival terbagi dalam tiga kategori. Yakni, kategori cerita, berpasangan putra dan putri, dan perseorangan putra dan putri. Panitia juga memilih predikat tambahan untuk kategori cerita. Yakni, predikat penata busana terbaik, pemeran silat terbaik, cerita terbaik, penata silat terbaik, penata artistik terbaik, sutradara terbaik, dan penulis naskah terbaik.
 
Perguruan pencak silat Pamur dari Malang tampil sebagai juara umum Walikota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara 2018. Kontingen dari kota apel itu berhasil masuk enam penyaji terbaik kategori cerita, predikat cerita terbaik, penata silat terbaik, sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, kategori perseorangan putri, berpasangan putra, dan perseorangan putra. Juara umum berhak atas piala bergilir Walikota Cup yang bakal diperebutkan kembali tahun depan. Video siaran langsung gelaran festival ini dapat disaksikan pada funpage facebook Pemerintah Kota Madiun. (ws hendro/agi/diskominfo).
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun