MADIUN – Capaian apik Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun menarik perhatian daerah lain. Buktinya, Forum Kota Sehat Kota Batu datang berkunjung, Kamis (26/4/2018). Tujuannya, untuk saling belajar terkait kota sehat. Dipilihnya Kota Madiun sebagai tujuan studi banding bukannya tanpa alasan. Sebab, Kota Madiun berhasil meraih penghargaan Swastisaba Wiwerda Alias Kota Sehat Tingkat Pembinaan 2017 lalu. Ini penting bagi Kota Batu yang tengah menuju penghargaan tersebut. ‘’Forum kota sehat di kota kami baru terbentuk dua tahun ini. Penting bagi kami untuk belajar dari kota yang sudah lebih dulu terbentuk dan meraih penghargaan tingkat pembinaan,’’ kata Ketua Forum Kota Sehat Kota Batu Salma Safitri saat dialog di ruang 13 Balai Kota Madiun.

Penghargaan Kota Sehat memang bertahap. Kota Batu mendapat predikat swastisaba padapa atau tingkat dasar. Artinya, baru dua indikator yang terpenuhi. Yakni, masyarakat mandiri hidup sehat, tata permukiman dan sarpras sehat. Sedang, Kota Madiun sudah memenuhi empat indikator. Yakni, pemenuhan ketahanan pangan dan gizi serta lalu lintas kota yang sehat sebagai dua indikator lainnya. ‘’Kota Madiun juga banyak memiliki kesamaan dengan kota kami. Mulai jumlah kecamatan dan besaran APBD-nya. Ini juga menjadi alasan kami belajar disini,’’ imbuhnya sembari menyebut membawa 37 rombongan dari Kota Batu.

Asisten I Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun R Andriono Waskito Murti yang menerima kunjungan menyebut capaian predikat Swastisaba Wiwerda kota pecel merupakan hasil kerja bareng. Butuh keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Di antaranya, Bappeda, Dinkes, DLH, hingga Dinsos. Ini butuh koordinasi yang solid. Termasuk dukungan dan arahan walikota. ‘’Program antar OPD ini harus terkoneksi. Harus sejalan. Ini penting agar sasaran capaian dapat tercapai,’’ ujarnya sembari menyebut Kota Madiun terbuka untuk berbagi. (lucky/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun