MADIUN – Sejuk. Kata tersebut tepat menggambarkan kondisi Kota Madiun saat Pilkada nanti. Setidaknya, pemandangan itu mulai terlihat dari sekarang. Berbagai elemen masyarakat sepakat menjaga keamanan dan ketertiban selama pesta demokrasi itu berlangsung hingga usai.

Bukan hanya berkomitmen secara lisan. Namun, juga dibuktikan dengan deklarasi damai. Kali ini, giliran tokoh masyarakat dan agama yang mendeklarasikan hal tersebut, Rabu (25/4/2018). Forkompimda bersama tokoh masyarakat dan agama Kota Madiun sepakat menjadikan Pilkada sejuk dan damai.

‘’Pilkada itu amanat undang-undang. Harus dilaksanakan. Tetapi jangan sampai gelaran Pilkada meninggalkan gangguang keamanan dan ketertiban,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Deklarasi Damai Forkopimda Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Asrama Haji, Rabu pagi.

Keamanan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama. Tak heran, pihaknya sengaja mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat. Pesan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) disampaikan. Harapannya, pesan ini disampaikan kepada warga dan umat dilingkungan masing-masing.

‘’Tokoh masyarakat memiliki warga. Tokoh agama memiliki umat. Harapannya, para tokoh ini turut berperan menyampaikan pesan kamtibmas terutama selama gelaran Pilkada,’’ ungkapnya.

Ini penting lantaran keamanan dasar dari pembangunan. Kondisi daerah yang tidak kondusif bakal berdampak pada segala bidang. Mulai ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah. Begitu juga sebaliknya. Walikota tunjuk bukti, capaian peningkatan perekonomian Kota Madiun yang mencapai 6 persen lebih tahun lalu. Ini tak terlepas dari kondisi aman Kota Madiun.

‘’Pilkada berpotensi memunculkan perbedaan pilihan. Namun, saya harap perbedaan hanya pada saat Pilkada. Harus segera kembali seperti semua setelahnya,’’ tegasnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menyebut terdapat tiga langkah pengamanan. Yakni, pre-emtif, preventif, da represif. Namun, pihaknya berharap penanganan tidak sampai pada jenjang represif atau penindakan. Tak heran, langkah antisipasi terus digenjarkan. Utamanya melalui sosialisasi.

‘’Ini pastinya tidak dapat dilakukan salah satu pihak. Sosialisasi butuh peran serta masyarakat,’’ terangnya.

Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rahman Fikri menyebut kondisi Kota maupun Kabupaten Madiun cukup kondusif selama ini. Ini wajib terus dipertahankan. Pihaknya berharap kondisi yang sudah baik ini tidak dikotori dengan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab. Tak heran, antisipasi dan kewaspadaan wajib terus ditingkatkan.

‘’Mataraman berkultur adem ayem. Sudahlah, tidak perlu ada lagi pelanggaran-pelanggaran kecil yang sebenarnya tidak perlu terjadi,’’ ungkapnya. (lucky/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun