MADIUN – Nasi pecel Madiun kembali mencuri perhatian. Buktinya, makanan khas Kota Karismatik Madiun itu ludes diserbu pengunjung saat pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional IV di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Selasa (17/4/2018).
 
Pecel yang dipamerkan ludes dalam waktu kurang dari sejam. Bukan hanya pengunjung, sejumlah kepala daerah dan Forpimda Kota Batu juga tak melewatkan untuk mencicipi pecel. Banyaknya pengunjung yang ingin mencicipi membuat Wakil Walikota Armaya turut membantu melayani. 
 
“Yang jelas pecel Madiun berbeda dengan yang lain. Punya ciri khas tersendiri,” kata Kapolres Kota Batu AKBP Budi Hermanto setelah mencicipi. 
 
Pecel Madiun, kata dia, memiliki bumbu yang sedap. Berbeda dengan pecel daerah lain yang pernah dicicipinya. Termasuk lauk daging empalnya yang empuk. 
 
Hal senada diungkapkan Komandan Kodim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad. Dia menyebut pecel Madiun tiada duanya. Nyaris setiap daerah memiliki pecel sekarang. Namun, kebanyakan sudah disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Ini menjadikan banyak varian. Namun, pecel original tetap dari madiun. 
 
“Kalau bilang pecel, ya Madiun. Mau dibanding-bandingkan tetap pecel Madiun jagonya,” ungkapnya. 
 
Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah juga tak mau kalah. Dia menyebut pecel Madiun memiliki banyak sayuran. Ini, kata dia, membuat pecel semakin segar. Selain itu, juga menyehatkan. 
 
“Sayuran lengkap, sambelnya juga beda. Sedikit pedas tapi gurih,” ungkapnya. 
 
Walikota Batu Dewanti Ruparin Diah Rumpoko lebih tertarik dengan hasil kerajinan yang turut dipamerkan. Mulai batik pecelan, brem, dan kerajinan rajut. Bahkan, sepasang sepatu rajut menarik perhatiannya. Orang nomor satu di Kota Batu tersebut langsung membeli setelah mencobanya. 
 
“Stan pamerannya unik. Produknya juga tak kalah unik. Apalagi sepatu rajutnya. Unik dan desainnya kekinian,” ujarnya. 
 
Wakil Walikota Madiun Armaya menyebut sengaja menampilkan potensi kuliner dan kerajinan lokal. Ini penting untuk memamerkan produk kepada daerah lain secara langsung. Terdapat 13 kota yang tergabung dalam regional IV. Ini, lanjutnya, merupakan kesempatan langka. 
 
“Tentu harapannya agar bisa semakin dikenal, bisa diminati, dan nantinya bisa datang ke Madiun. Artinya, tingkat kunjungan meningkat yang secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (agi/diskominfo)