MADIUN – Hari Kartini diperingati setiap 21 April. Jasa pelopor kebangkitan perempuan Indonesia ini memang patut diapresiasi. Peringatan Hari Kartini baiknya tidak sekedar seremonial. Namun, juga penanaman poin-poin penting kepada kaum hawa demi kemajuan ke depan. Pemkot melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Madiun mengajak perempuan kota pecel untuk terus berkontribusi dalam bela negara.

‘’Generasi sekarang wajib melihat flashback ke belakang bagaimana peran perempuan jaman Kartini dulu serta perkembangannya hingga jaman sekarang,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dihadapan 180 perwakilan penggerak, pengurus, dan anggota PKK se-Kota Madiun, Rabu (11/4/2018).

Perempuan kudu melek informasi. Walikota mengingatkan untuk rajin menggali informasi. Apalagi, informasi mudah didapat di era digital saat ini. Namun, informasi baiknya langsung dari sumber yang berkompeten. Sebab, banyak informasi dari media sosial yang sengaja disebarluaskan untuk menciptakan kegaduhan.

‘’Informasi dari media soasial perlu. Namun, lebih baik diteliti dulu. Kalau perlu diklarifikasi dengan informasi lain atau mendengar sendiri dari narasumbernya,’’ ungkapnya di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Manguharjo tersebut.

Ini, kata dia, penting. Sebab, ketidakpahaman akan suatu informasi dapat berimplikasi luas. Bahkan, menimbulkan kegaduhan hingga mengancam keutuhan. Ini tentu bertolak belakang dengan aksi bela negara yang bertujuan demi kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

‘’Pemerintah, TNI dan Polri pastinya memberikan informasi yang akurat untuk masyarakat,’’ tambahnya sembari menyebut kegiatan juga untuk memupuk rasa nasionalisme dan nilai-nilai luhur Pancasila.

Walikota mengajak peserta untuk lebih memahami ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Ideologi Pancasila penting sebagai dasar penguatan aksi bela negara. Bela negara bagi perempuan sudah berbeda sekarang. Harus proporsional dan profesional. Pun, lebih beragam dan sesuai kemampuan yang bisa dilakukan.

Pemkot pastinya memberikan pembekalan bela negara sebagai modal dasar menciptakan generasi yang berkualitas untuk membangun negeri. ‘’Bela negara harus proporsional dan professional sesuai perannya dalam kehidupan,’’ tuturnya sembari menyebut Kartini era sekarang merupakan Kartini yang berperan aktif dalam bela negara.

Keterlibatan PPK ini diharap dapat mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam mewujudkan kesadaran bela negara. Selain itu, menjadikan nilai-nilai bela negara sebagai landasan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara yang dimulai dari masing-masing individu. (adit,luki,ayu/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun