MADIUN – Kesenian karawitan tak lekang usia. Artinya, masih tetap hidup sampai sekarang kendati perkembangan musik sudah melaju pesat. Berbagai aliran baru mengemuka. Namun, butuh peran bersama agar kesenian warisan budaya masyarakat Jawa ini tetap terjaga.

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Madiun salah satu organisasi yang ikut melestarikan karawitan. Organisasi yang memiliki unsur dari Tim Penggerak PKK Kota Madiun, PKK Kecamatan/Kelurahan, Dharma Wanita Persatuan, Iwapi, Perwosi, Bhayangkari, Persit Candra Kirana, dan PIA Ardhya Garini ini getol melestarikan dengan menjadi pelaku. Berangkat dari itu terbentuklah kesenian karawitan Laraswati.

‘’Karawitan Laraswati terbentuk sejak tiga tahun yang lalu. Grup ini terbentuk dari anggota GOW yang memiliki hobi berkesenian karawitan,’’ ungkap Ketua I Karawitan Laraswati Ibu Suyitno disela-sela acara Klenengan di RRI Madiun, Sabtu (24/3/2018).

Kegiatan sengaja melibatkan anak-anak muda. GOW Madiun memang ingin karawitan juga diminati anak muda. Anggota tak lupa mengajak anaknya saat berlatih. Dua manfaat di dapat sekaligus. Selain mengasah ketrampilan berkarawitan, kegiatan juga mengenalkan warisan kesenian budaya tersebut kepada generasi penerus.

‘’Prinsipnya kesenian warisan ini jangan sampai tergerus zaman. Kami rutin berlatih sekaligus menularkan kepada anggota GOW,’’ tuturnya sembari menyebut kesenian dapat bertahan dengan adanya regenerasi penerus yang melestarikannya.

Hal senada diungkapkan Pipiet Rusdiyanto yang menjadi Ketua II Karawitan Larasati. Isteri Pj Sekda Madiun ini ingin karawitan tetap dicintai anak cucu. Penampilan karawitan Laraswati yang disiarkan langsung RRI Madiun mampu mengobati kerinduan pecinta seni karawitan.

‘’Kalau sering difasilitasi untuk tampil seperti ini harapannya karawitan mampu menarik hati anak-anak kita,’’ harapnya. (nurdiono,adit /diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun