MADIUN – Upaya peningkatan gairah pariwisata di Kota Madiun wajib terus digenjot. Bukan hanya mencipatakan destinasi wisata anyar. Namun, juga pembinaan dan pendampingan pihak terkait. Pemkot Madiun melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga teranyar menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi bertajuk Food and Beverage (FB) Product di Sun Hotel, Rabu (14/3). Sasarannya, pelaku usaha bidang perhotelan, restoran hingga jasa boga.

‘’Pariwisata melibatkan banyak pihak. Sudah seharusnya pemerintah juga melibatkan sejumlah pihak ini untuk turut mendongkrak sektor pariwisata di Kota Madiun. Salah satunya, dengan bimbingan dan pembinaan seperti ini,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Agus Purwo Widagdo disela acara.

Apalagi, bakal banyak gawe besar di Kota Madiun ke depan. Pastinya berpotensi menarik wisatawan luar. Ini wajib dimaksimalkan. Pelaku usaha bidang terkait harus dapat mendukung dengan memberikan pelayanan optimal.

‘’Pihak terkait inikan juga mendapat keuntungan dengan banyaknya wisatawan yang datang. Harus saling menguntungkan. Setidaknya, turut membantu pemkot mengenalkan city branding baru Kota Karismatik Madiun,’’ harapnya sembari menyebut kegiatan juga dalam rangka menyambut 100 tahun Kota Madiun.

Kegiatan, kata dia, sudah tiga kali diselenggarakan. Di tahun pertama, sertifikasi lebih mengedepankan pelayanan bidang front office. Tahun kedua, mengedepankan sertifikasi FB service. Sedang, sertifikasi FB Product diberikan untuk sertifikasi tahun ini. Pelaksanaan kegiatan selama dua hari. Peserta mendapatkan bimbingan dan pelatihan (bimtek) di hari pertama. Sedang, hari kedua peserta melakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi.

‘’Harapan kami, pihak-pihak terkait sektor pariwisata ini memiliki kompetensi menyeluruh,’’ ungkapnya sembari menyebut pelaksanaan kegiatan 13-14 Maret.

Peserta bakal mendapatkan bimbingan teknis dan skil chef dari Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) PARNAS Surabaya. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai pengakuan kompetensi profesi. Bimbingan tidak dipungut biaya alias gratis.

‘’Sertifikasi membutuhkan biaya jika dilakukan secara mandiri. Tetapi kami berupaya memfasilitasi demi kemajuan Kota Madiun khususnya dibidang pariwisata,’’ pungkasnya. (nurdiono,adit /diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun