Analisis isi dalam dunia kehumasan merupakan hal yang penting dalam melaksanakan tugasnya. Sebagian humas pemerintahan bahkan menjadikan analisis isi dari media sebagai landasan menentukan kebijakan dan saran untuk pimpinan dalam merespon media dan masyarakat. Atau perusahaan media pun menggunakan analisis isi sebagai landasan dalam menentukan agenda setting penentuan topik atau materi yang akan dipublikasikan kepada khalayak.
       Melongok pentingnya analisis isi, sebenarnya bagaimana pembuatan analisis isi tersebut? Analisis isi lebih merujuk pada analisis kuantitatif, dan bukannya pada analisis kualitatif baik itu semiotika, wacana, framing, naratif, hermeneutik dan yang lainnya.
Mengapa menggunakan analisis secara kuantitatif, karena sesuai dengan namanya analisis yang dipakai untuk mengukur aspek aspek tertentu dari isi yang dilakukan secara kuantitatif. Analisis isi yang dipakai hanya memfokuskan pada bahan yang tersurat saja. Penelitian kuantitatif harus dikerjakan secara objektif dan bebas dari bias subyektifitas. Ciri objektif ini berarti siapapun yang melakukan analisis akan menghasilkan temuan yang sama jika kategori yang dipakai benar.
      Selain objektif, analisis isi juga harus sistematis. Sistematis ini berarti semua tahapan dan proses penelitian telah dirumuskan secara jelas dan sistematik. Sistematis juga berarti setiap kategori yang dipakai menggunakan suatu definisi tertentu, dan semua bahan dianalisis dengan menggunakan kategori dan definisi yang sama.
      Pada akhirnya analisis isi digunakan sebagai perangkuman (Summarizing) dan juga untuk melakukan generalisasi. Hasil dari analisis dimaksud dapat memberikan gambaran populasi bukan untuk menganalisis detail satu demi satu.

Tujuan Analisis Isi

Download (bagan-analisis-isi.pdf)

(Gambar 1 : Bagan Fokus Analisis Isi Dibuat)

Pendekatan Analisis Isi
Aspek lain dalam menyusun desain penelitian analisis isi ini adalah dengan menentukan pendekatan analisis yang dipakai. Apakah analisi isi ditujukan untuk menjawab hipotesis? Apakah untuk mendiskripsikan? Atau ingin lebih jauh lagi menguji hubungan diantara variabel?

Pada analisis isi ini ada 3 pendekatan yang dipakai, diantaranya:
1. Deskriptif
Analisis isi deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail suatu pesan, atau suatu teks tertentu. Desain ini tidak ditujukan untuk menguji suatu hipotesis tertentu.
Analisis ini semata untuk deskripsi, menggambarkan aspek – aspek dan karakteristik dari suatu pesan.

2. Eksplanatif
Analisis ini didalamnya terdapat pengujiam hipotesis tertentu. Analisis isi ini juga mencoba membuat hubungan antara satu variabel satu dengan variabel lainnya.
Analisis isi eksplanatif dapat dibagi dalam dua kelompok. Pertama menguji atau menjawab pertanyaan hubungan di antara variabel, kedua menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan perbedaan variabel menurut komunikator, waktu, atau konteks tertentu.

3. Prediktif
Analisis isi ini berusaha untuk memprediksikan hasil seperti tertangkap dalam analisis isi dengan variabel lain. Disini bukan hanya menggunakan variabel lain di luar analisis isi tapi juga menggunakan metode lain seperti survey atau eksperimen. Data dari dua hasil penelitian tersebut dihubungkan dan dicari keterkaitannya.

Sumber:
Eriyanto, Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu – Ilmu Sosial Lainnya, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2011