MADIUN – Akreditasi RSUD Sogaten Kota Madiun dipastikan lebih baik dan mampu mempertahankan status akreditasi paripurna yang telah diraih tahun 2016 lalu. Sejumlah rekomendasi saat akreditas tahun lalu sudah banyak yang dilaksanakan dan disempurnakan.

Surveior dalam verifikasi akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit dr. R. Safil Rudianto Hendroyogi, SpRad. MM, mengatakan, saat ini RSUD Sogaten sudah menyandang akreditasi paripurna. RSUD Sogaten sudah memenuhi lebih dari 80 persen dari 15 bab penilaian dalam pelayanan yang distandarkan untuk sebuah rumah sakit.
“Tapi sebagai manusia, kan pasti ada yang belum dilaksanakan makanya diverifikasi untuk kita lihat tindak lanjut dari penyempurnaan yang kita rekomendasikan. Dan kita lihat, kita optimistis mereka (RSUD Sogaten) bisa memenuhinya,” ujar Safil.

Standarisasi akreditasi ini merupakan upaya dari KARS untuk peningkatan mutu yang terukur. Penilaiannya meliputi mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam berbagai sisinya.

Direktur RSUD Sogaten Resti Lestantini yakin pada verifikasi akreditasi kali ini, pihaknya mampu memenuhi nilai sekitar 90 persen dari standar yang ada. Menurutnya, setelh mendapatkan akreditasi paripurna pada tahun lalu, ia dan seluruh karyawan terus berupaya keras untuk memenuhi dan melaksanakan rekomendasi yang diberikan oleh tim akreditasi dari KARS.

“Karena kita sudah paripurna, sudah standar dan kita yakin bertahan dengan pelaksanaan seluruh rekomendasi. Apalagi yang kurang bukan hal yang mendasar. Misalnya dalam pelaksanaan lalu ditulis, atau ditulis lalu dilaksanakan dan sejenisnya. Dan kita telah berusaha keras memenuhi dan selalu meningkatkan komunikasi antarelemen di RS ini,” ujar Resti.

Akreditasi pada 2016 telah dilaksanakan dengan pemenuhan sekitar 1.300 item. RSUD Sogaten dinyatakan telah melaksanakan sekitar 900-an lebih item sehingga mendapatkan akreditasi paripurna. (dey/diskominfo)

MADIUN – Akreditasi RSUD Sogaten Kota Madiun dipastikan lebih baik dan mampu mempertahankan status akreditasi paripurna yang telah diraih tahun 2016 lalu. Sejumlah rekomendasi saat akreditas tahun lalu sudah banyak yang dilaksanakan dan disempurnakan.

Surveior dalam verifikasi akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit dr. R. Safil Rudianto Hendroyogi, SpRad. MM, mengatakan, saat ini RSUD Sogaten sudah menyandang akreditasi paripurna. RSUD Sogaten sudah memenuhi lebih dari 80 persen dari 15 bab penilaian dalam pelayanan yang distandarkan untuk sebuah rumah sakit.
“Tapi sebagai manusia, kan pasti ada yang belum dilaksanakan makanya diverifikasi untuk kita lihat tindak lanjut dari penyempurnaan yang kita rekomendasikan. Dan kita lihat, kita optimistis mereka (RSUD Sogaten) bisa memenuhinya,” ujar Safil.

Standarisasi akreditasi ini merupakan upaya dari KARS untuk peningkatan mutu yang terukur. Penilaiannya meliputi mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam berbagai sisinya.

Direktur RSUD Sogaten Resti Lestantini yakin pada verifikasi akreditasi kali ini, pihaknya mampu memenuhi nilai sekitar 90 persen dari standar yang ada. Menurutnya, setelh mendapatkan akreditasi paripurna pada tahun lalu, ia dan seluruh karyawan terus berupaya keras untuk memenuhi dan melaksanakan rekomendasi yang diberikan oleh tim akreditasi dari KARS.

“Karena kita sudah paripurna, sudah standar dan kita yakin bertahan dengan pelaksanaan seluruh rekomendasi. Apalagi yang kurang bukan hal yang mendasar. Misalnya dalam pelaksanaan lalu ditulis, atau ditulis lalu dilaksanakan dan sejenisnya. Dan kita telah berusaha keras memenuhi dan selalu meningkatkan komunikasi antarelemen di RS ini,” ujar Resti.

Akreditasi pada 2016 telah dilaksanakan dengan pemenuhan sekitar 1.300 item. RSUD Sogaten dinyatakan telah melaksanakan sekitar 900-an lebih item sehingga mendapatkan akreditasi paripurna. (dey/diskominfo)