MADIUN – Upaya Pemerintah Kota Madiun menjalin komunikasi secara terbuka dengan masyarakat terus ditingkatkan. Wakil Walikota Madiun Armaya bersama Sekda Maidi dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sengaja datang langsung kepada masyarakat. Kali ini, rombongan datang meninjau masyarakat di Kelurahan Rejomulyo, Senin (13/11). Selain melihat kondisi dilapangan, kunjungan juga bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Masalah yang mengemuka di masyarakat cukup dinamis. Keluhan mereka harus didengar. Makanya kami datang meninjau langsung, “ kata Wakil Walikota Armaya disela kunjungan kerja di Kelurahan Rejomulyo, Senin (13/11).

Benar saja, berbagai usulan masyarakat setempat mengemuka. Mulai soal banjir, penerangan jalan, irigasi, hingga bantuan honor untuk anggota PKK. Keluhan bukan hanya didengar dan dicatat. Beberapa di antaranya langsung mendapat solusi. Beliau ogah menunda-nunda. Apalagi sejumlah kepala OPD terkait turut hadir. Keluhan yang mengemuka langsung diinstruksikan untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah sering menerima laporan. Baik lisan maupun tertulis. Kegiatan ini untuk melengkapi karena dapat mengetahui kondisi secara langsung. Sebaliknya, kami jadi tahu apa yang diinginkan masyarakat demi peningkatan kinerja menuju kota Madiun yang maju dan sejahtera,“ ujar beliau.

Kegiatan, lanjut beliau, diharap dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan pendidikan, kesehatan, meningkatkan daya saing perekonomian, pengentasan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik serta pembangunan infrastruktur. Tujuannya, taraf hidup masyarakat meningkat. Kegiatan kunker dijadwalkan rutin minimal sekali dalam setahun. Kegiatan dilakukan bergantian hingga seluruh kelurahan.

“Masyakarat saya minta aktif. Setiap laporan dan keluhan pasti kami tindak lanjuti, “ ungkap beliau sembari mengajak masyarakat menjaga kamtibmas.

Bambang Agus Sunaryo, Lurah Desa Rejomulyo menyebut peran pemkot vital dalam pembangunan di kelurahannya. Pun, manfaatnya sudah mulai terasa. Di antaranya, pembangunan tanggul Kali Sono, jalan baru, hingga pendampingan bidang usaha. Dampak banjir mulai dapat diminimalkan kini. Apalagi pembangunan plengsengan menggunakan L Ghutter dengan ketinggian empat meter.

Pembangunan jalan pintas di samping sungai juga memberikan manfaat besar. Paling tidak, mempersingkat akses menuju Kelurahan Pilangbango. Namun, bukan berarti tanpa masalah. Warganya berharap jalan segera terpasang lampu. Selain cukup gelap, warga khawatir jalan baru diperuntukkan sebagai lokasi asusila.

“Masyarakat kami juga sudah memulai berbagai usaha dibidang pertanian hingga makanan ringan berkat pendampingan pemkot, “ terangnya. (gik/diskominfo)

Foto : WS Hendro/Diskominfo