Madiun – Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Madiun perlu adanya sinergi antara “tiga pilar” yang terdiri dari Pemerintah, TNI dan Polri dengan seluruh elemen masyarakat. Menindaklanjutinya Jum’at (15/9) malam kemarin bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Manguharjo melaksanakan Rapat Koordinasi Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat antara Tiga Pilar, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pencak Silat.

Hadir pada kegiatan ini Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi serta Kapolres Madiun Kota Sonny Mahar Budi A. Walikota Madiun berterima kasih kepada masyarakat khususnya kepada para pendekar 11 perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Manguharjo karena telah ikut menjaga kondusifitas Kota Madiun pada perayaan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kota Madiun maupun kegiatan lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan tidak semata-mata untuk peringatan 1 Muharam “Suran Agung”. Namun merupakan kegiatan rutin dari Pemkot Madiun untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sementara itu Maidi saat menyampaikan materi mengemukakan banyaknya pendekar yang akan datang di Kota Madiun pada perayaan 1 Muharam menjadi daya tarik wisata dan apabila dikelola dengan baik akan menjadi ekonomi produktif untuk masyarakat Kota Madiun.

“1 Suro merupakan bulan suci, dengan kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif dan pengelolaan yang baik akan menjadi ekonomi produktif untuk menarik wisatawan lokal dan luar daerah.”paparnya dihadapan 350 peserta rakor.

Lanjutnya, pendekar yang dimiliki Kota Madiun harus berkarakter, berbudaya santun dan memiliki toleransi. Ketika hal tersebut telah dimiliki oleh para pendekar perguruan pencak silat, maka pencak silat akan menjadi daya tarik untuk masyarakat.

“Ketika pendekar terlibat menjaga keamanan, mengadakan kegiatan sosial dimasyarakat otomatis pencak silat akan dicintai oleh masyarakat bukan dimusuhi,” Pungkasnya.

Pencak silat merupakan seni budaya dan olah bela diri yang memiliki nilai luhur untuk membentuk manusia yang berkarakter, dan sudah dikenal didunia internasional. Perlu adanya peran pemerintah untuk menjadikan ajang ini sebagai ekonomi produktif jika keamanan dan ketertiban di Kota Madiun tetap dijaga antar Tiga Pilar bersama Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pencak Silat. (Kmf)