Madiun – Sebagai informasi jamaah haji Kota Madiun tahun 2017 ini tergabung dalam kloter 24 bersama dengan jamaah haji Kabupaten Ponorogo, dan Kota Surabaya. Total jamaah haji Kota Madiun tahun 2017 ini ada 193 orang yang secara rinci terdiri dari 104 orang dari Kecamatan Taman, 69 orang Kecamatan Kartoharjo dan 17 orang dari Kecamatan Manguharjo. Dimana jika berdasarkan jenis kelaminnya ada 86 orang laki – laki dan 107 orang perempuan. Hari ini Kamis, (14/9) Jamaah Haji Kota Madiun telah tiba kembali dalam keadaan sehat dan proses yang lancar dan sukses.

Kedatangan jamaah haji disambut haru dan senang oleh keluarganya dan sebelum bertemu dengan keluarga dilaksanakan penyambutan secara seremonial oleh Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto bersama Ibu Ismah Rimiyanto, Sekretaris Kota Madiun Maidi bersama Ibu Yuni Maidi, dan perwakilan jajaran Forpimda Kota Madiun bertempat di Asrama Haji Kota Madiun. ”Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Madiun mengucapkan selamat datang kepada haji dan hajah yang berjumlah 192 yang telah kami terima langsung,” sambut Walikota. Walikota Madiun mengatakan sesuai dengan laporan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun ada salah satu jemaah haji dari Kota Madiun atas nama Ibu Semi Tukijo Paerun masih tertinggal di Tanah Suci dikarenakan sakit dan masih menjalani perawatan.

“Semoga Bapak-Ibu Sekalian menjadi haji yang mabrur dan yang tertinggal lekas diberi kesehatan agar secepatnya bisa pulang bertemu dengan keluarga seperti bapak-ibu sekalian”sambungnya. Tak lupa Sugeng berterima kasih untuk jemaah karena dengan doa-doanya, Kota Madiun aman, damai, dan kondusif. Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun M. Amir Sholehuddin menyampaikan perjalanan jemaah haji Kota Madiun sejak berangkat pada tanggal 4 Agustus menuju ke Madinah ada 2 jemaah mengalami sakit, dan sembuh diikutkan ke Kloter 27.

Selain itu ada hambatan di Madinah, paspor jemaah haji ada yang tidak diketahui keberadaannya sehingga 1 minggu menyelesaikan administrasi di Madinah dan akhirnya bisa berangkat pada tanggal 20 Agustus menuju ke Mekah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji bersama-sama kloter 24. Terkait dengan jemaah yang tertinggal Walikota saat ditemui setelah acara menyampaikan untuk satu jemaah yang tertinggal masih menjadi tanggung jawab dari Kemenag dan diharapkan secepatnya sembuh serta diperbolehkan untuk pulang ke tanah air dengan diikutsertakan di kloter selanjutnya. “Jemaah tersebut akan didampingi terus dari Kemenag, selanjutnya Kemenag Kota Madiun dan Provinsi Jatim akan berkordinasi dengan petugas yang ada di tanah suci,” tekannya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Kantor Kemeterian Agama Madiun. “Sudah tanggung jawab panitia di Mekah kalau sudah diperbolehkan pulang akan diikutkan kloter yang kosong. Yang sakit menjadi tanggung jawab dokter di Mekah, dari dokter yang ada disana nanti dititipkan dokter yang mengikuti kloter nanti dan setelah sampai di Asrama Haji Surabaya kami akan jemput bersama dokter Kota Madiun untuk dibawa pulang ke Madiun dengan menggunakan ambulance,” paparnya. (kmf)