MADIUN – Kota Madiun dikenal sebagai kampung pesilat memiliki 11 perguruan pencak silat berskala nasional dan 8 diantaranya berpusat di Kota Madiun. Silat merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur dan mencerminkan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya. Seperti tahun – tahun sebelumnya setiap 1 Muharam yang tahun ini jatuh pada Kamis besok (21/9), 2 perguruan pencak silat yaitu SH Winongo Tunas Muda dan SH Terate akan menyelenggarakan Suran Agung yang salah satu acaranya adalah ziarah dan “nyekar” di makam pendiri perguruan silat tersebut. Menindaklanjutinya, untuk mengamankan kondusifitas Kota Madiun, Pemkot Madiun bersama TNI dan Polri akan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Madiun sekitarnya dengan menggelar OPS Aman Sura.

Seperti diketahui dari hasil rapat koordinasi persiapan operasi aman suro pada Selasa pagi (12/9) di Hotel Aston Kota Madiun dan telah dicapai kesepakatan, maka Senin (12/9) siang kemarin di Wisma Haji Kota Madiun dibacakan hasil dari rakor tersebut sekaligus dilakukan pengarahan kepada kurang lebih 500 perwakilan dari SH Winongo Tunas Muda dan SH Terate se-eks Karesidanan Madiun serta perwakilan dari perguruan pencak silat lainnya yang ada di Kota Madiun.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jatim, Herry Sitompul menyampaikan agar lancarnya penyelenggaraan suran agung akan dilakukan pembatasan waktu dan tidak pada pembatasan jumlah peserta. Selain itu akan dilakukan pelarangan penggunaan roda dua untuk menuju lokasi acara suran agung, karena rentan menimbulkan gesekan. Mengatasinya Dia menyampaikan bahwa Pemkot Madiun bersama TNI, Polri akan menyediakan roda empat dan dikawal satu kompi tindak mobil yang terdiri dari gabungan TNI Yonif 501/Bajra Yudha, Brimob, Polres yang ditujukan untuk menjemput rombongan dari luar daerah dan mengantar para peserta suran agung ketempat diselenggarkannya kegiatan tersebut. “Larangan penggunaan roda dua sangat rentan menimbulkan suatu gesekan-gesekan sehingga dirubah polanya dimana semua akan kita tampung menggunakan roda empat disetiap titik perbatasan.” terangnya

Sementara itu Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh undangan dan peserta yang hadir. “Sebagai tuan rumah, Pemkot, TNI dan Polri bersama-sama ingin menjadikan Kota Madiun tetap kondusif karena Kota Madiun adalah salah satu jendela dari Provinsi Jawa Timur,” tuturnya Kegiatan rutin tahunan suran agung menjadi daya tarik wisata budaya dan olah raga untuk Kota Madiun sehingga perlu dikelola oleh Pemkot Madiun. Selain itu untuk mencapainya diperlukan kondisi yang kondusif. “Kita sama-sama menjadikan Kota Madiun lebih lebih baik dan kondusif dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Walikota. Dikesempatan yang sama Komandan Resort Militer 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Inf Sidharta Wisnu Graha saat ditanya dukungan dan peranan TNI mengatakan TNI akan memberikan dukungan penuh kepada Polres Madiun Kota.

“Kami akan memback-up penuh apa yang diminta kepolisian, kami akan siap dan sediakan seperti menyiapkan kendaraan roda empat milik TNI sehingga kondisi Kota Madiun dan sekitarnya lebih aman, tertib dan terkendali,” tuturnya Ketua Paguyupan Pencak Silat Madiun, Morjoko sebagai wakil dari 11 perguran pencak silat yang ada di Kota Madiun menyampaikan akan mematuhi semua yang disampaikan pada pengarahan operasi suro tahun 2017. (kmf)