Madiun – Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1438 H, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun melaksanakan pemeriksaan kepada sejumlah hewan kurban yang dijual di Kota Madiun salah satunya di Jalan Tanjung Manis Manisrejo Madiun, hari ini, Minggu (27/8). Pemeriksaan yang juga ditujukan untuk memastikan aman tidaknya hewan kurban untuk dikonsumsi ini dilaksanakan di 8 – 10 titik lokasi di Kota Madiun.

Cahyarini, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, selaku ketua tim pemeriksa menuturkan pemeriksaan ini pemeriksaan fisik yang meliputi reflek hewan, pergerakannya, mata, kulit, maupun anggota geraknya baik itu kaki depan dan belakang.

“Penyakit yang sering terjadi adalah gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan,” tuturnya saat ditanya penyakit yang sering terjadi. Lanjutnya, penyakit yang ringan pada hewan kurban adalah penyakit mata yang ditandai dengan selaput mata merah. Penanganan untuk penyakit mata ini dengan cukup diobati maka 2-3 hari kedepan sudah bisa sembuh, serta tidak menimbulkan gangguan bila dagingnya dikonsumsi.

“Kalau gangguan pencernaan, seperti diare, bila terjadi berdekatan dengan waktu pemotongan biasanya kita sarankan untuk tidak dijual. Jadi harus diobati dulu sampai sembuh,” Tegas Cahyarini. Diakhir wawancara, Cahyarini berpesan kepada masyarakat ketika membeli hewan kurban, dilihat apakah hewan tersebut gerakannya bagus atau tidak. Hal ini dikarenakan indikator heean yang sehat itu aktif bergerak. (kmf)