Dalam rangka menjalin silaturohmi Ramadhan, Kementrian Agama (Kemenag) Kota Madiun menggelar acara buka bersama yang dilaksanakan jumat kemarin (2/6) di Aula Kantor Kemenag Kota Madiun Jalan Mayjend Panjaitan no 3 Madiun.

Hadir pada acara ini Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Sekda Kota Madiun, Maidi, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Kodim, Kapolresta, Dinas Perhubungan Kota Madiun, Satpol PP, Kajari, Forkopimda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Pimpinan pondok pesantren Kota Madiun, Kepala Madrasah Kota Madiun, dan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kota Madiun.

Acara ini bertujuan sebagai sarana berkumpulnya ulama-ulama di Kota Madiun yang dikemas dalam acara buka bersama dengan harapan nantinya bisa membawa Madiun aman dan tentram sesuai yang disampaikan Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo dalam sambutannya.

“Sebagai ketua panitia buka bersama saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya, diharapkan dengan adanya kegiatan ini semua pihak baik TNI dan Polri bisa berkumpul seperti ini”, ujarnya.

Sutoyo juga berharap setelah lebaran, nantinya diadakan kegiatan rutin berupa sholat subuh berjamaah bersama para ulama yang diadakan 1 (satu) bulan sekali dengan tujuan menyelesaikan segala masalah keumatan.

Sambutan selanjutnya, ketua panitia acara pawai obor kemarin, Muh Amir mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda yang mendukung penuh sehingga terlaksananya pawai obor dengan baik dan meriah.

Sonny Mahar Budi, Kapolresta Madiun, berpesan perlu adanya komintmen bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam kesempatan ini pula, Dandim 0803 Kota Madiun, Rachman Fikri mengatakan selalu bekerjasama dan sinergitas dengan Kapolresta menciptakan situasi Madiun yang kondusif.

“Segala sesuatu kami selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan bapak Kapolres Madiun terkait keamanan-keamanan di Kota Madiun”, tambahnya.

Sementara itu Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan segala kegiatan keagamaan khususnya pawai obor jika dikehendaki dilakukan secara rutin setiap tahunnya, diharapkan untuk segera mengajukan surat resmi.

“Intinya kegiatan seperti ini juga merupakan koordinasi, kami juga sudah tetapkan pak Dandim dan Pak Kapolres kiat apa yang bisa menjadikan Kota Madiun ini bermartabat. Ini tidak akan terwujud tanpa adanya TNI dan Polri”, ujarnya.

Lanjut Sugeng mengungkapkan untuk menangani konflik sosial mahal harganya untuk menjadikan Kota Madiun saling menghargai dan lebih damai. Dan diharapkan koordinasi seperti ini bisa terus dilakukan supaya tidak ada informasi yang tersumbat. (Kmf)