Madiun – Kota Madiun secara geografis berada diantara Gunung Wilis disebelah timur Kota Madiun dan Gunung Lawu disebelah barat Kota Madiun, Serta dilewati Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Madiun yang berpotensi mengakibatkan rawan bencana genangan air (banjir). Sampai saat ini Pemerintah Kota Madiun telah menanggulangi dengan membangun tanggul-tanggul dan menempatkan pompa air dibeberapa titik aliran sungai. Namun masyarakat Kota Madiun harus siap menghadapi bencana alam berupa genangan walaupun tidak diharapkan oleh semua orang.Menindak lanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, hari ini, Kamis (27/04), bertempat di Bantaran Kali Madiun Kecamatan Manguharjo menyelenggarakan Mitigasi Penanggulangan Bencana yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto.

Luapan air sungai Bengawan Madiun hampir setiap tahun yang berpotensi menggenangi sebagian wilayah Kota Madiun yang dibagi menjadi 2 (dua) titik rawan. yakni titik barat dan titik timur. Daerah tersebut sangat penting untuk menanggulangi luapan air sungai yang melewati. “Titik barat meliputi Sogaten, Patihan, Madiun Lor, Nambangan Kidul, sedangkan sisi timur yakni luapan dari sungai kecil sekitar aliran sungai Maling, Nila dansebagainya. Khusunya di daerah Pilngbango, Rejomulyo, Tawangrejo, Kelun menjadi atensi upaya penecegahan dini”papar Sugeng dalam sambutanya saat membuka acara.

Turut hadir dalam apel pembukaan pelatihan SAR (Search and Rescue) dalam Kegiatan Mitigasi Penanggulangan Bencana Tahun 2017, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, dari Kamis (27/04) sampai dengan Sabtu (29/04). Jumlah peserta pelatihan sebanyak 150 (seratus lima puluh0 orang terdiri dari unsur Relawan dan Masyarakat Kelurahan Peduli Bencana se-Kota Madiun. (kmf)