Madiun – Sudah menjadi harapan umum dari setiap daerah yakni penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dapat tertata serapi mungkin, yang bisa dipakai sebagai tempat untuk refreshing, memperindah kota, dan tentunya bisa sebagai destinasi wisata baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Madiun. Harapan tersebut juga muncul dalam benak Pemerintah Kota Madiun, khususnya Dinas Perdagangan, yang kemudian diimplementasikan dalam Kegiatan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Kota Madiun Tahun 2017 yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Taman, hari ini, Kamis (27/4). Acara yang berlangsung mulai jam 8 pagi sampai 12 siang ini merupakan acara ke-2 dari acara serupa yang telah diselenggarakan bulan maret kemarin, dimana saat ini mengundang 246 orang PKL yang tergabung dalam 9 paguyuban PKL yang ada di Kota Madiun.

Dalam laporan panitianya, Gaguk Hariyono, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun yang sekaligus membuka acara menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kewajiban PKL yang harus dipatuhi serta hak yang didapat. Sambil membawa contoh Kartu Tanda Daftar Usaha (KTDU), Gaguk Hariyono berujar,” KTDU yang Bapak Ibu peroleh, jangan sampai dijual kepada pihak lain, dan berlaku selama 2 tahun,” wanti Gaguk. Sedangkan Kasatpol PP Kota Madiun, Sunardi, yang pada kesempatan tersebut bertindak sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang Penataan Pedagang Kaki Lima di Kota Madiun, mulai dari definisi PKL, prinsip PKL, kewajiban PKL, dan larangan bagi PKL. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, sebagai narasumber kedua menyampaikan materi berjudul “PKL yang Tangguh dan Mandiri Menunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kota Madiun”, yang membahas PKL masa depan.

Pada acara tersebut Maidi juga menyerahkan secara simbolis, KTDU, kepada 11 orang PKL, sebagai tanda bahwa mereka terdaftar resmi dalam data PKL Pemerintah Kota Madiun. Dari sekitar 925 PKL di Kota Madiun, masih ada sekitar 430 PKL yang masih dalam proses penerbitan KTDU-nya. (kmf)