Madiun – Pelaksanaan tranparansi perencanaan pembangunan Pemerintah Kota Madiun juga menyentuh transparansi pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Kota Madiun melalui sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) sesuai dengan aturan perundangan. Penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uanng negara, selain itu lebih menjamin tersedianya informasi, kesempatan usaha, serta mendorong terjadinya persaingan sehat dan terwujudnya keadilan bagi pelaku usaha.Sebagai tindak lanjut hal tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Kota Madiun menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik V4 Vendor Management Sistem, hari ini, Rabu (26/4), di Ruang 13 Balaikota Madiun.

Maidi, Sekretaris Daerah Kota Madiun, saat membuka acara mengatakan bahwa kegiatan yang merupakan salah satu dari 957 kegiatan yang dilaksanakan di Pemkot. Madiun ini sebagai bagian dari upaya penciptaan transparansi dan keterbukaan informasi oleh Pemerintah Daerah. “Dengan adanya tuntutan keterbukaan informasi ini, menuntut pengadaan barang dan jasa secara elektronik dan secara tidak langsung juga menuntut keahlian tersendiri bagi pihak asosiasi pemborong,” kata Maidi. Lebih lanjut, dengan dibutuhkan keahlian tersebut, pihak pemborong perlu untuk dilatih SPSE V4 ini sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. “Setiap pelaksanaan Pengadaan Barang atau Jasa wajib dilakukan cek, kawal dan pantau setiap prosesnya.” Pesan Maidi di akhir sambutan. Sementara itu, Misdi, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Kota Madiun dalam laporannya mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi rencana aksi tindakan pencegahan korupsi oleh Pemerintah Kota Madiun dimana salah satunya dengan menggunakan SPSE V4 ini.

Hal lain yang melatarbelakangi adalah adanya peningkatan minat masyarakat terhadap transparansi informasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. “Tujuan dari sosialisasi ini memberikan pemahaman versi terbaru dari spse dan memberikan gambaran kondisi terakhir dari pengadaan barang dan jasa di Kota Madiun.” Kata Misdi. Kegiatan yang dihadiri oleh 75 orang yang terdiri dari kepala OPD se Kota Madiun, Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi Kota Madiun, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, serta Pokja dan ULP se Kota Madiun, juga mengagendakan praktek operasional SPSE V4. (kmf)