Madiun – Perkembangan teknologi saat ini secara tidak langsung berpengaruh pada perkembangan akses media. Dimana pada perkembangan akses media semakin memudahkan akses masyarakat dalam memperoleh informasi. Hal ini secara tidak langsung berakibat pada menurunnya minat baca masyarakat Kota Madiun.

Penurunan minat baca tersebut juga dapat diketahui dari semakin menurunnya jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah Kota Madiun.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun mencari strategi dalam meningkatkan minat baca masyarakat pada umumnya, dan pelajar pada khususnya.

Salah satu strategi tersebut adalah dengan meningkatkan SDM pustakawan dan pengelola perpustakaan yang dimiliki Pemerintah Kota Madiun melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengelola Perpustakaan, hari ini, Rabu (29/3), bertempat di Aula Gedung Diklat Kota Madiun Jl. Duku Kota Madiun.

Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Madiun, dalam sambutannya berharap dengan digelarnya acara ini peserta mampu menyerap ilmu dari nara sumber yang nantinya akan diterapkan dalam melayani masyarakat Kota Madiun. Dimana tujuannya agar minat baca masyarakat Kota Madiun meningkat..

“Kehadiran Pustakawan mempunyai fungsi penting dan bermanfaat bagi masyarakat antara lain sebagai fungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi dokumentatif, dan sebagai fungsi rekreatif”, ujar Sugeng dalam sambutanya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Madiun melakukan upaya secara sistematis dalam pengembangan dan pengelolaan perpustakaan sehingga memiliki nilai strategis perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan untuk membentuk masyarakat gemar membaca.

“Pengembangan Perpustakaan harus disosialisasikan, agar membentuk persepsi mayarakat terhadap perpustakaan dan penyediaan koleksi buku yang tersedia diperpustakaan harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya”, tekan wawali dalam akhir sambutannya.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh Sekertaris Daerah Kota Madiun Maidi, Narasumber dari Pustakawan Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyu Hastarini, yang memberikan materi Manajemen Perpustakaan dan Pengenalan Klasifikasi dan Penggunaan E-DDC atau data perpustkaan yang berbasis online, dan Pustakawan dari Dinas Perpustakaan Probolinggo, Hestiono, menyampaikan materi Pengenalan Sofware Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan penggunaan aplikasi INLISLITE dalam praktek. Peserta sejumlah 100 orang yang terdiri dari putakawan dan pendamping pengelola perpustakaan yang ada di kelurahan, kecamatan, SDN, SMPN dan Perguruan Tinggi se-Kota Madiun. (kmf)