Madiun – Musyarawah Rencana Pembangunan atau lebih dikenal dengan Musrenbang diselenggarakan mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, dan berakhir hari ini, kamis (23/3), dengan digelarnya Musrenbang Rancangan RKPD 2018, di Gedung Wisma Haji Kota Madiun. Hasil dari Musrenbang nanti sebagai dasar dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun Tahun 2018.

Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka Musrenbang yang mengusung tema Peningkatan Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Daerah melalui Optimalisasi Potensi Ekonomi dan Pelayanan Publik menyampaikan pelaksanaan Musrenbang diharapkan sebagai media utama (forum) konsultasi publik bagi segenap pelaku prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah serta rekomendasi.

“Musrenbang yang kita lakukan pada saat ini adalah ajang mengeluarkan pendapat, konsultasi dan usulan dari masyarakat untuk membangun Kota Madiun yang harus berdasarkan hukum positif dan sesuai dengan aturan – aturan tertulis”, tekan Wawali dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Madiun Tahun 2018 yang menyangkut pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah,harus mendahulukan efektifitas.Selain itu juga mengutamakankebutuhan dari masyarakat, jangan sampai masyarakat harus menunggu.

“Manfaat pembangunan tersebut akan dirasa efektif, apabila memenuhi kebutuhan mereka secara kongkrit dan nyata”, harap Sugeng saat mengakhiri sambutannya.

Musrenbang bukan akhir dari rencana pembangunan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Madiun, selanjutnya masih ada tahapan-tahapan di tingkat eksekutif dan legislatif guna menindak lanjuti hasil murenbang dan kalau sudah siapbaru hasil akhirnya akan dirembuk lagi pada sidang paripurna dengan anggota legislatif.

Bicara tentang prioritas dari rencana pembangunan, prioritasnya sesuai visi-misi menuju madiun yang sejahtera. 6 prioritas sudah dilaksanakan dan nantinya akan terlihat di akhir tahun berapa indikator yang optimal dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, dalam paparannya menyampaikan pokok – pokok pikiran yang dprogramkan dalam RPJMD harus sinkron dengan RPJMN maupun RPJMD Provinsi dan harus sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Madiun yang menciptakan Kota Madiun Lebih Maju dan Sejahtera.

”Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi di Kota Madiun harus lebih baik, pindidikan lebih maju, mendukungi visi misi Kota Madiun,mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa, selain itu meningkatkan kuailitas dan kuantitas pelayanan publik, serta meningkatkan dan memeratakan tingkat kesejahteraan masyarakat”, papar Istono saat menyampaikan program RPJMD.

Tujuan perencanaan pembangunan yang matang di kedepannya salah satunya untuk menurunkan kemiskinan. Saat ini perekonomi Jawa Timur masih tumbuh pesat, kwalitas pengendalian inflasi semakin baik,  sektor produksi tumbuh baik dari faktor konsumsi dan investasi, serta masih terbukanya lapangan kerja untuk dapat menekan angka pengangguran.

Pengangguran terbuka pada agustus 2016 turun menjadi 4,21 % dari posisi agustus 2015 yaitu 4,47%. Membaiknya kondisi ketenaga kerjaan ini memang masih jauh dari harapan dikarenakan masih adanya gejolakperekonomian nasional akibat dinamika global yang masih terjadi sampai saat ini. Sebagai informasi saat ini, IPM Jatim 28,14 meningkat 68,95 pada tahun 2015.

Sekretaris Daerah, Maidi, yang juga bertindak sebagai narasumber mengatakan di Tahun 2017 ini Total APBD sebesar 1.065.475.091.000,- dengan kegiatan fisik 860 kegiatan dan non fisik 126 kegiatan dengan total 987 kegiatan. Sementara itu persentase prioritas pembangunan tahun 2017 secara singkat yaitu bidang pendidikan 26%, kesehatan 16%, daya saing perekonomian daerah 4%, penanggulangan kemiskinan 2%, pelayanan publik 32%, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup 20%.

“Untuk tahun 2018 nanti, skala prioritas pembangunan meliputi jambanisasi, RTLH, Drainase – Got Kecil, Pavingisasi, Aspal di gang – gang, lampu penerangkan jalan, dan trotoar yang belum selesai”, Kata Sekda.

Musrenbang Kota ini adalah sarana kolaboratif dari 3 pilar yaitu, eksekutif dan legislatif, masyarakat dan pihak swasta yang bertujuan sebagai proses pengambilan keputusan secara partisipatif dalam menentukan kebijakan daerah.

Hadir pada kegiatan ini, Supriadi, Kepala Bakorwil Madiun, Sekretaris Kota Madiun, Maidi, Jajaran FORPINDA Kota Madiun, Kepala OPD se-Kota Madiun serta peserta musrenbang sebanyak 300 yang terdiri dari Asisten dan Staf Ahli, Pejabat Intansi Vertikal Pemkot Madiun, Pimpinan Perguruan tinggi di Madiun, Camat, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua Orpol, Ormas, Organisasi Profesi, LSM, Wartawan Media Cetak dan Elektoronik, dan para LPMK se Kota-Madiun. (Kmf)