Madiun – Kota Madiun sebagai daerah otonom membangun daerahnya melalui APBD yang berasal dari penerimaan sendiri. Sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Madiun yang ingin mewujudkan mayarakat lebih maju dan sejahtera, aspirasi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan diwadahi melaui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Dari musrenbang tingkat kelurahan usulan-usulan dari rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW) dirembug dan kemudian dipilih lagi menjadi usulan program-program prioritas yang selanjutnya dibahas di musrenbang tingkat kecamatan.

Bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Manguharjo, hari ini, Kamis (2/2), H. Sugeng Rismiyanto membuka langsung acara musrenbang tingkat kecamatan Manguharjo.

Dalam sambutannya, beliau menekankan kepada peserta bahwa usulan-usulan yang akan diprioritaskan untuk masyarakat Kota Madiun adalah di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan merupakan hal utama yang harus diterima oleh masyarakat Madiun dalam menghadapi persaingan dengan pendatang dari daerah lainnya. Diharapkan kedepannya masyarakat mampu mengembangkan produk-produk dari UMKM yang dimilikinya,” tambah Sugeng.

Sementara itu Camat Manguharo, Hidayat, dalam laporan panitia mengatakan, dari Kecamatan Manguharjo telah terhimpun usulan pembangunan untuk tahun 2018 sebanyak 1.544 usulan yang terdiri dari usulan fisik 939 usulan dan untuk usulan non fisik ada 605 usulan.

Musrenbang tingkat Kecamatan Manguharjo dihadiri 150 peserta yang terdiri delegasi Kelurahan se-wilayah Kecamatan Manguharjo, Forum Kecamatan Sehat dan Forum Anak, Lurah, Ketua LPMK, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan serta Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan se-wilayah Kecamatan Manguharjo.(adt/lk/nur/kmf)