Tingkatkan Keterbukaan Informasi, Pemkot Gelar PPID Award Tingkat Kota

MADIUN – Pengelolaan informasi kudu optimal. Ini diharapakan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk turut serta mensukseskan pembangunan dan kesejahteraan bersama. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Madiun guna mengoptimalkan pengelolaan informasi. Bukan hanya memberikan kemudahan informasi, pengelolaan ini diharap dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.

Penghargaan juga diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kelurahan atas pelaksanaan pengelolaan website layanan informasi dan dokumentasi publik. Tujuannya, untuk motivasi badan publik agar semakin terpacu dalam melaksanakan standar layanan informasi publik.

‘’Informasi menjadi kebutuhan saat ini. Akses informasi harus mudah. Penghargaan ini untuk memacu OPD hingga kelurahan untuk memberikan informasi sebaik mungkin kepada masyarakat. Muaranya, peningkatan pelayanan masyarakat,’’ kata Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri saat penyampaian hasil evaluasi serta penghargaan di Bima Ballroom Aston Hotel, Senin (17/12).

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, lanjutnya, diwajibkan untuk mengolah dan menyajikan informasi sebaik mungkin. Baik informasi yang bersifat isidental maupun yang wajib tersedia setiap saat. Ini penting agar tidak ada informasi yang terlewat.

‘’Akses informasi harus mudah, cepat, dan murah di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Prinsipnya, pemerintah terus berupaya mewujudkan itu,’’ imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto dalam sambutannya mengatakan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia. Ini merupakan salah satu wujud kehidupan berbangsa yang demokratis.

‘’Melalui mekanisme tersebut akan tercipta pemerintahan yang baik. Peran serta masyarakat diharap juga meningkat. Ini merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki,’’ tuturnya.

Rusdiyanto berharap upaya yang dilakukan ini dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka. Tujuannya jelas, mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta terciptanya kepemerintahan yang baik atau good governance.

‘’Secara umum pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Pemerintahan Kota Madiun sudah cukup baik. Terbukti dengan diperolehnya penghargaan PPID Award tingkat Provinsi Jawa Timur 11 Desember 2018 lalu. Pemerintah Kota Madiun sebagai badan publik dan Kelurahan Pangongangan serta KPU Kota Madiun mendapat predikat A alias sangat terbuka,’’ jelasnya.

BPBD Kota Madiun tampil sebagai OPD terbaik pertama PPID award tingkat Kota Madiun. Sedang, terbaik kedua jatuh kepada Disperta. Dinas Penanaman Modal, PTSP KUM sebagai terbaik ketiga. Kelurahan Pangongangan menjadi terbaik pertama kategori kelurahan. Kelurahan Kanigoro dan Kelurahan Josenan sebagai terbaik kedua dan ketiga. (dhevit/tia/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik

Keterbukaan Informasi, Tiga Wakil Kota Madiun Raih PPID Award Tingkat Provinsi

SURABAYA – Prediksi tim penilai Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur saat visitasi ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun terbukti tepat. PPID Kota Madiun berhasil meraih PPID Award kelompok Kabupaten/Kota Terbaik tingkat Jawa Timur 2018. Pun, PPID Kota Madiun mendapat kategori A alias sangat terbuka dalam hal informasi publik. Kategori ini meningkat dari raihan sebelumnya.

‘’Alhamdulillah, kategori yang didapat naik dari sebelumnya. Dari predikat B sekarang dapat A. Artinya, peran PPID Kota Madiun dalam menyuguhkan informasi kepada masyarakat sudah sangat terbuka,’’ kata Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri usai menerima penghargaan PPID Award di RM Agis Surabaya, Selasa (11/12) malam.

Bahkan, PPID Kota Madiun nyaris mendapat dua penghargaan sekaligus. Satunya, kategori website terbaik. Sayang, PPID Kota Madiun hanya menjadi nominalis kategori ini. Predikat ini tak terlepas dari upaya pemerintah Kota Madiun dalam menyajikan keterbukaan informasi publik. Ini sesuai dengan amanat UU 14/2008. Berbagai hal disajikan demi mewujudkan keterbukaan informasi ini. Mulai ketersediaan informasi, dokumentasi, dan publikasinya kepada masyarakat tergarap secara baik. Berbagai media tersedia. Mulai media elektronik, cetak, dan media sosial. Informasi tersedia melalui website, tabloid, buku, radio, dan berbagai akun media sosial. Setidaknya belasan berita terposting setiap harinya.

Bahkan, masyarakat langsung disambut dengan layanan chatting begitu masuk website. Ini penting agar interaksi dengan masyarakat terjalin baik. Begitu juga dengan respon yang diberikan. Dinas Kominfo menyiapkan petugas khusus yang mejawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Setiap keluhan yang dilaporkan juga langsung ditindaklanjuti kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, cara merespon laporan masyarakat sudah cukup bagus.

‘’Kami juga mengemas informasi dalam sebuah aplikasi smartphone. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengetik. Cukup melalui aplikasi,’’ terangnya sembari menyebut layanan internet gratis dengan 1.300 titik lebih sebagai langkah pendukung keterbukaan informasi ini.

Subakri menambahkan, penghargaan tidak hanya milik PPID Kota Madiun tahun ini. Dua wakil Kota Madiun lain juga berhasil meraih penghargaan. Yakni, KPUD Kota Madiun yang berhasil meraih PPID Award kategori A kelompok KPU dan Kelurahan Pangongangan yang mendapat kategori B kelompok kelurahan.

‘’Saya rasa prinsipnya sama, ingin memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Tentu saja ini terus akan kami lakukan,’’ ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur Ketty Tri Setyorini menyebut penilaian PPID Award dilakukan secara bertahap. Dimulai tahap penghimpunan data melalui kuesioner dan peninjau website oleh tim penilai. Ketty menyebut visitasi dilakukan setelahnya. Namun, hanya daerah atau OPD yang berhasil mengemas lebih dari 45 persen poin dari penilaian kuesioner dan website yang bakal dikunjungi.

‘’Penghargaan ini terbagi dalam beberapa kelompok dan kategori. Ada kelompok KPU, desa, kelurahan, OPD, dan kota/kabupaten. Ada kategori B atau terbyka dan juga kategori A atau sangat terbuka,’’ ujarnya sembari menyebut juga ada kategori khusus yang terdiri dari transparansi anggaran, website terbaik, dan meja layanan terbaik. (dhevit/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik

Ingin Belajar, Tim PPID Kabupaten Gresik Kunjungi Diskominfo Kota Madiun

MADIUN – Kinerja apik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun menarik perhatian daerah lain. Tim PPID Kabupaten Gresik sengaja datang berkunjung, Kamis (29/11). Tujuannya, melihat langsung proses pengelolaan informasi dan dokumentasi di Kota Madiun.

Rombongan diterima langsung Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun Iroh Sunirah. Berbagai hal mengemuka. Sejumlah uneg-uneg ditanyakan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi referensi di PPID Kabupaten Gresik.

‘’Dinas Kominfo Kota Madiun cukup berhasil dalam pengelolaan layanan informasi publik. Selian itu, juga berhasil menorehkan berbagai prestasi,’’ kata Marfuah Yuniyati, pimpinan rombongan PPID Kabupaten Gresik.

Tak heran, pihaknya memilih Kota Madiun sebagai sasaran kunjungan kerjanya. Berbagai hal didapat. Mulai mengelola website, menyuguhkan informasi, hingga berinteraksi dengan masyarakat. Kota Madiun juga sudah menggunakan media penyebar informasi yang lengkap. Mulai website, media sosial, tabloid, radio, hingga buku.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Iroh Sunirah Dinas Kominfo Kota Madiun menyebut peningkatan kapasitas pengelolaan keterbukaan informasi publik terus dilakukan. Ini penting mengingat pentingnya pelayanan informasi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggali informasi serta berbagi pengalaman dengan daerah lain yang lebih berpengalaman dan berprestasi. Kerja apik ini mengantarkan Kota Madiun mendapat kategori B Komisi Informasi Provinsi Jatim pada PPID award 2017 lalu. (mamad/tia/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunMadiun

Suguhkan Informasi Menarik, Admin PPID Kota Madiun Siap Sambut Era 4.0

Madiun – Memasuki era industri 4.0, kebutuhan akan informasi dituntut untuk mampu tersedia secara cepat, tepat sekaligus menarik. Menarik dalam hal ini adalah bagaimana informasi tersebut dapat menarik pembacanya sehingga tujuan informasi dapat tercapai. Salah satunya dengan menyajikan informasi secara visual dan selanjutnya disebut infografis dan motiongrafis. Mengapa visual? Ini tidak lain, salah satu metode penyampaian informasi dengan visual lebih mudah untuk diterima otak ketimbang informasi yang hanya berupa teks. read more…

Sajikan Informasi Secara Lengkap, Diskominfo Buka Peluang Menangkan PPID Award

MADIUN – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun cukup baik dalam hal keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi terkait pemerintahan dapat diakses dengan mudah. Lengkap pula. Berbagai media tersedia. Pemkot juga mendukung dengan layanan internet gratis melalui wireless fidelity (wifi) yang dapat diakses dari ribuan tempat. Kinerja apik ini membuka peluang Kota Madiun untuk meraih PPID Award tahun ini.

‘’Kalau melihat apa yang sudah dilakukan Pemkot Madiun, khususnya pengelolaan PPID-nya, peluang (meraih PPID Award) itu ada. Kami melihat ada upaya yang cukup gigih dari pemkot sini,’’ kata Ketua Tim Penilai Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur Wahyu Kuncoro saat visitasi ke PPID Kota Madiun, Rabu (14/11).

Peluang itu, lanjutnya, cukup terbuka lebar. Berbagai syarat terpenuhi. Mulai ketersediaan informasi, dokumentasi, dan publikasinya kepada masyarakat. Semuanya tergarap secara baik. Artinya, unsur keterbukaan informasi publik terpenuhi. Website yang dikelola PPID mengedepankan kelengkapan informasi. Semua informasi tersedia. Setidaknya belasan berita terposting setiap harinya. Ini juga dibagikan melalui berbagai media sosial. Transparansi APBD tahun berjalan dan sebelumnya juga tersaji secara rinci. Masyarakat dapat melihatnya secara utuh.

Bahkan, PPID Kota Madiun memiliki nilai lebih. Salah satunya, kemudahan mendapatkan informasi tersebut. Masyarakat langsung disambut dengan layanan chatting begitu masuk website. Ini penting agar interaksi dengan masyarakat terjalin baik. Begitu juga dengan respon yang diberikan. Dinas Kominfo menyiapkan petugas khusus yang mejawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Setiap keluhan yang dilaporkan juga langsung ditindaklanjuti kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, cara merespon laporan masyarakat sudah cukup bagus.

‘’Semua layanan informasi ini juga sudah terkemas dalam sebuah aplikasi smartphone. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengetik. Cukup melalui aplikasi,’’ terangnya sembari menyebut informasi juga dikemas dalam bentuk tabloid, buku, dan penyiaran radio.

Selain itu, layanan internet gratis juga disebutnya sebagai langkah maju. Ini sejalan dengan tujuan keterbukaan informasi publik. Masyarakat yang tidak memiliki kuota tinggal memanfaatkan layanan ini. Apalagi, layanan internet juga langsung mengarah pada website pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat tidak ketinggalan informasi terbaru yang ditampilkan. Titiknya juga cukup banyak. Mencapai seribu lebih titik wifi.

‘’Tidak semua daerah masuk penilaian. Tahun ini memang sedikit selektif. Hanya PPID yang kami nilai aktif dan memenuhi syarat yang kami nilai. Selain PPID, ada Kelurahan Pangongangan dan RSUD Soedono yang masuk penilaian dari Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri menyebut pihaknya terus berupaya menyajikan informasi secara maksimal kepada masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi tujuannya. Tak heran, berbagai informasi ini disajikan dengan beragam cara. Mulai internet, cetak, dan elektronik. Layanan internet gratis juga diberikan. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi repot dalam mengakses informasi.

‘’Informasikan sudah menjadi kebutuhan. Prinsipnya, pemkot terus berupaya menyajikan informasi secara lengkap, mudah, dan murah,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik

Masih Berlanjut, Informasi Website PPID Pembantu Sudah Mulai Update

Madiun – Kunjungan pertama tim Monitoring dan Evaluasi (monev) PPID utama Pemkot Madiun berlanjut pada Kamis, (8/11) di Kelurahan Madiun Lor. Tim langsung diterima oleh Lurah Madiun Lor Lita Febriana Hapsari. Sesuai surat yang dikirim sebelumnya, tim monev PPID utama menyampaikan kelengkapan sarana prasarana (sarpras) PPID Pembantu yang harus dipenuhi. Sebab, kelengkapan sarpras berefek kenyamanan warga saat meminta pelayanan infoemasi di PPID Pembantu.
“Pasti dilengkapi, karena untuk kenyamanan warga,”ungkap Lurah Madiun Lor sembari melayani masyarakat dikantor Kelurahan Madiun Lor. read more…

PPID Kota Madiun Terus Berbenah Untuk Keterbukaan Informasi Publik

Madiun – Mendapatkan informasi dari pemerintah merupakan salah satu hak dari masyarakat. Disini Website PPID merupakan sarana yang disediakan agar masyarakat bisa memanfaatkan untuk memperoleh informasi terbaru. “Website yang telah disediakan Pemkot untuk menyampaikan informasi khususnya informasi penyelenggaraan pemerintah,”ungkap Lelly petugas PPID Utama Pemkot Madiun usai Monitoring dan Evaluasi (monev) PPID Pembantu di 7 kelurahan di wilayah Kecamatan Taman, Rabu (7/11).

read more…

Upayakan Keterbukaan Informasi Publik, PPID Kota Madiun Optimalkan Penggunaan Website PPID Pembantu

Madiun – Pemkot Madiun terus mengupayakan peningkatan keterbukaan informasi. Hal ini mengingat laju perkembangan digital di era industri 4.0 sangat pesat dimana memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dari berbagai sarana. Disini peran penting Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjadi gawang dalam penyebaran informasi khususnya informasi penyelenggaraan pemerintahan. “Pastinya mempermudah kami (Kecamatan Taman) menginformasikan kegiatan yang ada di Kecamatan Taman,”ungkap Sri Wiani Pejabat PPID Pembantu Kecamatan Taman disela-sela menerima kunjungan Tim Monev PPID Utama Kota Madiun. read more…




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link