Walikota Harapkan Seluruh OPD Dukung Jalannya Road Map Reformasi

MADIUN – Road Map reformasi birokrasi bukan sekedar acuan dalam jalannya pemerintahan. Namun, sudah menjadi kebutuhan bagi aparatur pemerintahan. Pasalnya, grand desain reformasi birokrasi tersebut merupakan salah satu tonggak penting suatu Pemerintah Daerah.

Road map merupakan rencana kerja rinci dan berkelanjutan yang menggambarkan pelaksanaan reformasi birokrasi dalam jangka waktu tertentu.

Kepala Bagian Organisasi Dyah Indrianita menyebut road map reformasi birokrasi sebagai salah satu pedoman dalam perencanaan program dan kegiatan sampai 2019 mendatang.

“Sosialisasi perubahan atas road Map Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Madiun 2015-2019 ini untuk menyamakan persepsi pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah Kota Madiun“, ungkapnya saat sosialisasi perubahan road map reformasi di ruang 13, Selasa (27/3/2018).

Perubahan road map dilaksanakan lantaran terdapat perubahan dalam RPJMD. Tak heran, perlu adanya review terhadap road map yang telah disusun.

Konsultan PT Kokek Alinda Fera menyebut organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Kota Madiun diharapkan mampu mengetahui ketetapan pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Selain itu juga memahami peran dan tanggung jawab dalam mendukung keberhasilan reformasi birokrasi.

Sementara itu, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto berharap perubahan road map ini dapat mencapai sasaran.

“Saya meminta perubahan ini harus berjalan secara demokratis sehingga sesuai maksud dan tujuan dalam pembangunan sesuai visi kita yaitu menjadikan kota madiun yang maju dan sejahtera,“ ungkapnya.

Sejumlah pejabat hadir dalam sosialisasi perubahan road map di Ruang 13 tersebut. Mulai Wakil Walikota Madiun Armaya, para peserta sosialisasi serta segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
(tia, rama, nur /diskominfo).

Lancarkan Pembangunan, Pemkot Tingkatkan Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa

MADIUN – Pembangunan di Kota Madiun wajib terus berjalan. Ini penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Keahlian pengadaan barang dan jasa perlu ditingkatkan guna mendorong kelancaran pembangunan. Tak heran, pemkot getol melakukan pelatihan dan pembinaan pejabat terkait agar semakin professional dan akuntabel.

‘’Pembangunan menjadi salah satu indikator berkembangnya suatu daerah. Pejabat yang terlibat harus semakin professional agar pembangunan maksimal. Makanya, pelatihan ini penting,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa di Gedung Diklat, Senin (26/3/2018).

Pelatihan, lanjutnya, penting untuk mewujudkan proses barang dan jasa pemerintah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengadaan. Walikota menginstruksikan peserta serius mengikuti pelatihan tersebut. Bukan hanya demi pembangunan yang lebih lancar ke depan. Namun, juga tanggung jawab kepada masyarakat. Apalagi, aparatur sipil negara (ASN) merupakan abdi masyarakat.

‘’Saya minta peserta untuk benar-benar serius mengikuti pelatihan ini. Harus melaksanakan secara ikhlas. Dengan hati ihklas, peserta dapat menyerap dan memahami materi yang disampaikan secara maksimal,’’ ujarnya sembari menyebut akan menjadi beban setelah lulus sertifikasi tetapi tidak memahami proses pengadaan barang dan jasa.

Peserta diharapkan dapat memahami Peraturan Presiden 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah beserta perubahannya. Ini penting lantaran aturan merupakan nyawa ASN dalam bekerja. Menjadi payung hukum dalam bertindak. Kegiatan merupakan anjuran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‘’Kegiatan ini salah satu tindakan preventive dari KPK untuk pemberantasan korupsi,’’ katanya.

Sertifikat pejabat pengadaan barang dan jasa merupakan legal formal untuk ASN ketika menjadi pengguna anggaran (PA) sampai pelaksanan di tingkat bawah. Kepemilikan sertifikat pengadaan barang dan jasa ini merupakan suatu keharusan. Walikota berharap pejabat semakin profesioanal. Bahkan, berani menolak secara tegas ketika mendapat perintah yang tidak sesuai dengan aturan.

‘’Tidak ada perintah dari Walikota, Wawali, atau Sekda untuk melakukan pekerjaan yang dilarang aturan. Lawan ketika ada perintah yang tidak sesuai aturan tersebut,’’ pungkasnya sembari menyebut pelatihan dan sertifikat ini juga menjadi salah satu persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan tertentu. (nurdiono,adit,iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Ingin Karawitan Tetap Eksis, GOW Getol Berlatih dan Menularkan Pada Generasi Muda

MADIUN – Kesenian karawitan tak lekang usia. Artinya, masih tetap hidup sampai sekarang kendati perkembangan musik sudah melaju pesat. Berbagai aliran baru mengemuka. Namun, butuh peran bersama agar kesenian warisan budaya masyarakat Jawa ini tetap terjaga.

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Madiun salah satu organisasi yang ikut melestarikan karawitan. Organisasi yang memiliki unsur dari Tim Penggerak PKK Kota Madiun, PKK Kecamatan/Kelurahan, Dharma Wanita Persatuan, Iwapi, Perwosi, Bhayangkari, Persit Candra Kirana, dan PIA Ardhya Garini ini getol melestarikan dengan menjadi pelaku. Berangkat dari itu terbentuklah kesenian karawitan Laraswati.

‘’Karawitan Laraswati terbentuk sejak tiga tahun yang lalu. Grup ini terbentuk dari anggota GOW yang memiliki hobi berkesenian karawitan,’’ ungkap Ketua I Karawitan Laraswati Ibu Suyitno disela-sela acara Klenengan di RRI Madiun, Sabtu (24/3/2018).

Kegiatan sengaja melibatkan anak-anak muda. GOW Madiun memang ingin karawitan juga diminati anak muda. Anggota tak lupa mengajak anaknya saat berlatih. Dua manfaat di dapat sekaligus. Selain mengasah ketrampilan berkarawitan, kegiatan juga mengenalkan warisan kesenian budaya tersebut kepada generasi penerus.

‘’Prinsipnya kesenian warisan ini jangan sampai tergerus zaman. Kami rutin berlatih sekaligus menularkan kepada anggota GOW,’’ tuturnya sembari menyebut kesenian dapat bertahan dengan adanya regenerasi penerus yang melestarikannya.

Hal senada diungkapkan Pipiet Rusdiyanto yang menjadi Ketua II Karawitan Larasati. Isteri Pj Sekda Madiun ini ingin karawitan tetap dicintai anak cucu. Penampilan karawitan Laraswati yang disiarkan langsung RRI Madiun mampu mengobati kerinduan pecinta seni karawitan.

‘’Kalau sering difasilitasi untuk tampil seperti ini harapannya karawitan mampu menarik hati anak-anak kita,’’ harapnya. (nurdiono,adit /diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Walikota: Struktur Organisasi yang Baik Pondasi Capaian Prestasi

MADIUN – Struktur organisasi yang baik bakal memberikan iklim organisasi yang baik pula. Tak heran, butuh penyegaran jika struktur organisasi dirasa sudah kelewat lama. Struktur baru ini diyakini bakal berdampak positif.

Baik secara regenasi kepengurusan maupun program dan kegiatannya. Hal ini diungkapkan Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto usai menghadiri pelantikan pengurus baru Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Madiun masa bhakti 2018-2023, Sabtu (24/3/2018).

‘’Kepengurusan yang baru ini diharap dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Mampu berakrobatik dalam menyusun program-program dan database. Mulai perencanaan hingga bagaimana penganggarannya dan harus berorientasi pada output yang maksimal,’’ Kata Walikota.

Sesungguhnya, kata dia, kesehatan merupakan hakikat dari olahraga. Namun, regenerasi atlit juga tak kalah penting. Tujuannya, mencetak atlit-atlit berprestasi. Atlit yang dapat mengahrumkan nama organisasi, daerah, hingga negara. Sehingga, lanjutnya, pembinaan untuk mencari bibit-bibit baru maupun terhadap atlit senior menjadi hal penting. Utamanya, bagi pengurus Pelti Kota Madiun yang baru dilantik ini.

‘’Pemerintah Kota Madiun pastinya akan mengapresiasi dan mendukung kegiatan cabor (cabang olahraga) manapun. Tidak hanya Pelti. Namun, semua cabor di bawah Koni. Mendukung dan mendorong demi mengharumkan nama Kota Madiun ini,’’ katanya.

Senada dengan Walikota, Sekretaris Pengda Pelti Provinsi Jawa Timur Didik Utomo mengatakan sukses organisasi berbuntut sukses prestasi. Tak heran, penting menciptakan organisasi yang baik, komunikatif, akuntabel, serta kordinatif terlebih dahulu. Prestasi dipastikan bakal mengekor kemudian.

‘’Pengda Pelti Jawa Timur pastinya juga akan mendukung. Seperti 2018 ini, kami memiliki calender of event (kalender kegiatan) yang salah satu kegiatannya adalah Persami dan workshop. Kegiatan ini untuk memberdayakan daerah dalam melakukan kegiatan,’’ ungkapnya.

Untuk mendukung Pelti Kota Madiun yang baru terbentuk ini, Pengda Jatim akan memberikan bantuan. Salah satunya, saat workshop yang akan diselenggarakan di Jember dan persami serta kegiatan-kegiatan lain.

‘’Saya minta Pelti Kota Madiun terus berpacu diri untuk mencari bibit dan mendulang prestasi-prestasi baru. Segera lakukan rapat kerja cabang yang dihadiri club-club tenis yang ada, orang tua atlet, serta pemerhati tenis untuk membuat program jangka pendek dan jangka panjang,’’ pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pelti Kota Madiun yang Baru dr Muhammad Rizal Ahyar menyampaikan bakal tancap gas. Terutama pembenahan organisasinya terlebih dahulu. Mulai dari perencanaan anggaran, maupun pembibitan.

‘’Kami juga akan memulai pembinaan kepada atlit yunior tapi tidak mengesampingkan atlit senior untuk terus berprestasi,’’ tandasnya. (lelly,luki,iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

KIM Anyelir Siap Bertarung di Provinsi, Walikota Beri Apresiasi

 
MADIUN – Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Madiun 2018 tidak hanya berlangsung seru. Namun, terbukti juga melahirkan agen-agen informasi jempolan. Itu terlihat dari konten yang disajikan peserta saat grand final LCCK, Kamis (22/3). Peserta tidak hanya aktif menjaring informasi dan menyebarkannya. Namun, juga mengemas informasi dengan berbagai tampilan menarik.
 
‘’Peserta saling menyajikan yang terbaik. Web dan blog yang dikelola terbukti menyajikan informasi yang berkualitas,’’ kata Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri disela lomba.
 
KIM tidak hanya menyajikan informasi kebijakan pemerintah. Namun, juga menggalang informasi dari masyarakat. Menariknya, konten informasi tidak sekedar foto dan tulisan. Namun, juga video. Penyebaran informasi juga sudah lebih beragam. Peserta KIM tidak hanya mengelola web dan blog. Namun, juga merambah berbagai media sosial.
 
‘’Peserta tidak hanya mengelola web pembinaan pemkot. Namun, sudah mengembangkan secara mandiri ke berbagai media lain,’’ ungkapnya.
 
Tak heran, gelaran grand final yang diikuti KIM Larasati Kelurahan Kanigoro, KIM Anyelir Kelurahan Kejuron, dan KIM Turi Ceria Indah Kelurahan Oro-oro Ombo itu berlangsung seru. Dewan juri wajib berfikir keras disetiap babaknya. Lomba memang terbagi dalam empat babak. 
 
Peserta wajib mempresentasikan kerja KIM dalam pengelolaan informasi pada Babak pertama. Mulai web, blog, medsos, hingga cara lain. Di babak kedua, giliran dewan juri yang bertanya kepada masing-masing peserta. Pertanyaan tentu seputar tema ‘Bersama Membangun Internet Bijak’. Peserta kembali menjawab pertanyaan dewan juri disesi ketiga. Bedanya, peserta wajib berebut. Sedang babak terakhir, peserta wajib mengemas informasi dalam seni pertunjukkan rakyat (Pertura). 
 
KIM Anyelir Kelurahan Kejuron tampil sebagai yang terbaik dengan mengemas 1.413 poin. Juara kedua diraih KIM Turi Ceria Indah Kelurahan Oro-oro Ombo dengan 1.300 poin. Sedang, KIM Larasati Kelurahan Kanigoro menjadi juara ketiga dengan 1.223 poin.
 
Walikota Sugeng Rismiyanto menaruk apresiasi besar kepada peserta. Namun, beliau berharap agar kreativitas tidak berhenti sampai disini. Sebaliknya, semakin ditingkatkan. Tujuannya, agar informasi yang disampaikan semakin menarik untuk dinikmati.
 
‘’Jangan cepat berpuas. Apa yang sudah dicapai ini tidak berhenti disini. Ingat di atas langit masih ada langit,’’ kata Walikota.
 
Bahkan, Walikota meminta dewan juri untuk objektif. Apalagi, gelaran lomba juga sebagai seleksi. Pemenang berhak mewakili Kota Madiun di tingkat provinsi. Walikota menaruh harapan besar pada gelaran lomba serupa tingkat provinsi tersebut. Apalagi, perwakilan Kota Madiun berhasil menjadi juara kedua tahun lalu.
 
‘’Penyebaran informasi ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh peran masyarakat agar informasi tersampaikan. Peran serta masyarakat seperti ini perlu agar terwujudkan keterbukaan informasi,’’ pungkasnya. (ws hendro-agi/diskominfo)
 
#100thMadiun
#kotakarismatikMadiun

Waspada Tamu Asing, Walikota Imbau Masyarakat Aktif Melapor

MADIUN – Menjaga kesehatan baiknya tak mengenal usia. Mulai saat masih balita hingga dewasa. Terlebih lagi saat menapaki usia senja. Tidak hanya rutin cek kesehatan. Namun, juga rajin beraktivitas.

Seperti warga lanjut usia (lansia) Kota Madiun yang rutin melaksanakan senam bersama. Selain rutin setiap minggu di kelurahan masing-masing. Perhimpunan warga lansia ini juga melaksanakan senam rutin bersama saban sebulan sekali. Tujuannya sama, untuk menjaga kebugaran di usia yang tak lagi muda.

‘’Ibarat mesin, semakin tua semakin berkurang kemampuannya. Makanya, kebugaran harus terus dijaga,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat apel senam lansia di kawasan stadion, Jumat (23/3/2018).

Kesempatan bertatap muka dengan warganya tersebut tidak hanya dimanfaatkan berbincang terkait kesehatan. Walikota juga menyampaikan himbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mulai aturan tamu asing yang menginap hingga kejahatan skimming di berbagai automatic teller machine (ATM) yang tengah hangat saat ini.

‘’Siapapun yang menjadi warga asing di Kota Madiun wajib lapor. Masyarakat juga harus aktif menanyakan,’’ ujarnya.

Meninggalnya salah seorang warga asing (WNA) di salah satu rumah kos di wilayah Kecamatan Taman beberapa waktu lalu memang menarik perhatian Walikota Sugeng Rismiyanto. Apalagi, keberadaan warga Amerika itu tidak diketahui pihak imigrasi kendati sudah overstay sejak beberapa tahun lalu.

Walikota menghimbau untuk tidak menganggap sepele. Apalagi, jika warga negara asing tersebut sampai meninggal dunia. ‘’Saya berharap masyarakat aktif. Harus segera melapor kalau ada warga asing mana saja termasuk WNA yang tinggal lebih dari 24 jam ditempat bapak/ibu,’’ tegasnya.

Ini, lanjutnya, menunjukkan administrasi kurang maksimal. Sebab, tidak ada laporan baik di kelurahan maupun kecamatan. Begitu juga terkait skimming. Masyarakat juga wajib waspada..

‘’Siapapun yang mempunyai tabungan harap rutin dicek. Ini penting karena tindakan pencurian uang melalui ATM bank marak terjadi. Semua harap waspada demi keamanan dan kenyamanan,’’ pungkasnya. (ws hendro,tia,ayu/diskominfo)

#100thKotaMadiun 
#KotaKarismatikMadiun

Usung Jati Diri Bangsa, Koperasi Diharap Berkembang Sejalan Tuntutan Jaman

MADIUN – Koperasi mengusung semangat gotong royong dan kebersamaan. Ini menjadi alasan utama untuk menjadikan koperasi sebagai lembaga perekonomian terbaik dan sesuai dengan jati diri bangsa. Pesan ini disampaikan PJ. Sekretaris Daeah, Rusdiyanto usai membuka Rapat Kerja Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) di kantor Bakorwil Kota Madiun, Jumat (23/3/2018).

‘’Koperasi perlu terus dikembangkan. Ini penting agar sesuai tuntutan perkembangan jaman. Koperasi tidak akan ditinggalkan meski bermunculan lembaga ekonomi modern lainnya,’’ tuturnya.

Keberadaan Koperasi di Kota Madiun ini, lanjutnya, cukup banyak. Namun, tak banyak yang sehat dan mampu bertahan. Lantaran itu, Pemkot berharap Dekopinda sebagai lembaga yang menangani koperasi di Kota Madiun dapat memberikan supervisi, fasilitasi maupun arahan-arahan lainnya. Baik kepada koperasi primer maupun sekunder.

Selain itu, Dekopinda diharapkan dapat lebih mengoptimalkan fungsi dan perannya dalam mengembangkan koperasi. Baik kepada koperasi langsung maupaun internal Dekopinda itu sendiri. Salah satunya, dengan memberikan apresiasi kepada anggotanya yang berprestasi. Harapannya, muncul paradigm-paradigma baru dalam penyusunan langkah strategis pembangunan koperasi.

‘’Dekopinda sebagai wadah tunggal untuk memperjuangkan koperasi dan pembawa aspirasi. Memiliki peran besar sebagai mediator, motivator, maupun edukator. Selain itu, mampu mengembangkan kerjasama dengan badan usaha lainnya serta menjadi mitra pemerintah dalam pendataan monitoring serta evaluasi terkait pemberdayaan koperasi,’’ papar Rusdiyanto.

Sementara itu Ketua Dekopinda Kota Madiun Ngedi Trisno Yushianto menyampaikan rapat kerja ini untuk melaporkan laporan pertanggungjawaban tahun 2017 dan rencana pendapatan dan biaya untuk tahun 2018.

‘’Anggota bisa saling memberi dan bertukar pendapat supaya program-program yang telah direncanakan agar dapat dilaksanakan berdasar keputusan dan kebutuhan bersama,’’ kataya.

Penerimaan Dekopinda selama 2017 lalu sebesar 105 persen. Sebaliknya,pengeluaran dapat ditekan dengan penghematan 90 persen. Selain itu, Dekopinda juga memperoleh dana hibah operasional sebesar Rp 170 juta di 2017 lalu. Dana dipergunakan untuk pembelanjaan inventaris.

‘’Harapan kami terwujud koperasi yang jaya. Yang dapat mensejahterakan anggotanya. Juga terjalin sinergitas antara koperasi, pemerintah, dan lembaga infrastuktur lain demi melahirkan praktisi koperasi yang profesional,’’ pungkasnya. (lelly,luki,iko/Diskominfo)

#100thKotaMadiun 
#KotaKarismatikMadiun

Segera Klir, Raperda Rusunawa Masuk Tahap Finalisasi

MADIUN – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) serta Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh on the track. Kedua Raperda inisiatif DPRD tersebut menapaki tahapan finalisasi.

Itu mengemuka setelah Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Madiun Atok Kushariyanto bersama Tim perumusan Raperda Pemerintah Kota Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Finalisasi Raperda, Kamis (22/3/2018).

Rusunawa lima lantai yang berada di Kelurahan Nambangan Lor tersebut penting segera dapat dimanfaatkan. Tak heran, aturan main pemanfaatnya perlu disegerakan. Apalagi, Rusunawa yang dibangun menggunakan duit APBN itu diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, mereka segera memiliki hunian yang layak dan bersih.

Pembangunan Rusunawa bertujuan untuk mewujudkan rumah susun sederhana sewa yang layak huni dan terjangkau. Selain itu, juga menyediakan hunian yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan. Rusunawa juga dimaksudkan untuk menciptakan pemukiman yang terpadu guna membangun ketahanan ekonomi, sosial dan budaya.

Selain itu, pembangunan rusunawa merupakan bukti perhatian Pemerintah akan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Tujuan lain demi terciptanya keindahan kota dengan menertibkan bangunan liar. Namun, pemerintah tentunya tidak hanya mentertibkan tanpa solusi.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Finalisasi Raperda pagi tadi juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Rina Haryanti, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Andriono serta OPD dan anggota eksekutif yang tergabung dalam Panitia Khusus Raperda Inisiatif DPRD. Selanjutnya Raperda ini akan disahkan menjadi Perda Kota Madiun. (tia,binar,nur/diskominfo)

#100thMadiun
#kotakarismatikMadiun

Dongkrak Daya Saing Ekonomi, Pemkot Gelar Sosialisasi LKM

MADIUN – Peningkatan daya saing ekonomi daerah menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Madiun tahun ini. Tak heran, berbagai upaya peningkatan dilakukan. Salah satunya, upaya percepatan pengurusan ijin usaha.

‘’Dengan mengantongi legalitas, banyak manfaat yang bisa diambil. Salah satunya, pengajuan kredit murah di Bank Daerah,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat Sosialisasi Kebijakan/Ketentuan Keuangan Mikro di Aula Gedung Diklat, Kamis (22/3/2018).

Penyelenggaraan pemerintahan daerah, kata dia, wajib tegak lurus dengan tingkat provinsi maupun nasional. Fokus peningkatan daya saing ini mengemuka lantaran juga menjadi fokus pemprov maupun pusat. Peningkatan tentu dengan berbagai upaya. Walikota menyebut pemkot bakal memfasilitasi kemudahan pemprosesan izin usaha mikro.

‘’Izin usaha harus mudah dan cepat. Ini penting agar pelaku usaha bersemangat. Kalau dunia usaha menggeliat, ekonomi juga kuat,’’ ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun mencapai 6,03 persen tahun lalu. Capaian ini diatas pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa timur dan Nasional. Namun, Walikota berpesan untuk tidak keburu puas. Pertumbuhan tetap wajib terus ditingkatkan.

‘’Pertumbuhan ekonomi menjadi dasar pembangunan. Harus terus ditingkatkan. Pembangunan harus terus berjalan,’’ ujarnya sembari menyebut capaian merupakan hasil ini kerja bersama yang langsung disambut applause peserta dan tamu undangan.

Walikota Madiun mengingatkan kepada lembaga keuangan mikro (LKM) untuk melengkapi struktur organisasi. Ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna jasa ekonomi. Begitu juga dengan pelaku usaha untuk segera melakukan kepengurusan ijin. Sebab, legalitas usaha menjadi jaminan dan kepastian hukum bagi LKM, nasabah maupun semua yang terlibat didalam LKM.

‘’Dengan legalitas, maka LKM mendapat kepercayaan. Tentunya mempermudah segala urusan usaha yang dijalankan agar terus berkembang,’’ jelasnya sembari menyebut legalitas juga sebagai antisipasi masalah ketika berhadapan dengan hukum.

Pentingnya legalitas dalam pengelolaan LKM, Pemkot Madiun melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesra menggelar sosialisasi. Pun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri sengaja didatangkan sebagai pemateri.

‘’Pada hari ini kita hadirkan OJK, agar kita tahu apakah usaha yang dijalankan sesuai jalurnya atau belu,’’ pungkasnya.

Kegiatan ini dimaksud untuk memberikan pengetahuan dan inforamasi yang benar dan jelas mengenai regulasi LKM. LKM yang mempunyai kepastian hukum, akan menumbuh kembangkan perekonomian rakyat yang tangguh, berdaya, dan mandiri. Selain itu juga memberikan perlindungan dan rasa aman untuk pengguna jasa layanan LKM. (adit,luki,ayu/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Walikota: Aman dan Damai, Bukan Cuma Untuk Pilkada

MADIUN – Media sosial tengah digandrungi untuk mendapatkan informasi saat ini. Sayangnya, informasi yang didapat belum pasti kebenarannya. Informasi seperti ini berpotensi menimbulkan kekacauan.

Apalagi, Kota Madiun tidak kelewat luas. Artinya, informasi yang masih bias ini cukup mudah memicu konflik di masyarakat.

‘’Kalau berita yang disebarkan baik, akan menghasilkan hal positif. Kalau informasi yang disebarkan buruk, potensi kekacauan mudah terjadi,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat kegiatan Peningkatan Toleransi Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Rabu (21/3).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif Pemkot Madiun dalam mendukung suksesnya Pilkada tahun ini. Walikota berpesan kegiatan bukan lantaran menjelang Pilkada. Namun, dilkukan secara kontinyu demi memberikan rasa aman dan damai masyarakat sepanjang waktu.

‘’Kegiatan seperti ini baiknya terus dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan yang lebih kepada masyarakat,’’ ungkapnya.

Aman, lanjut beliau berarti luas. Mulai aman dalam berpolitik, aman dibidang ekonomi, juga aman dalam bersosial dan berbudaya. ‘’Keamanan merupakan elemen dasar. Kalau suatu daerah tidak aman akan berdampak pada semua sektor,’’ tuturnya.

Pembangunan di Kota Madiun terus berkembang pesat. Rasa aman dan damai menjamin pelaksanaan pembangunan di Kota Madiun. ‘’keamanan berkolerasi langsung dengan pelaksanaan pembangunan. Makanya keamanan penting untuk terus dijaga,’’ pungkasnya. (adit,farid,hendro ws/diskominfo)

Page 5 of 34« First...34567...102030...Last »




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link