DPMPTSP Kota Madiun Luncurkan Mobil Perizinan Keliling

 

DPMPTSP Kota Madiun Luncurkan Mobil Perizinan Keliling

Dalam rangka meningkatkan pelayanan penerbitan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro meluncurkan mobil keliling yang melayani penerbitan IUMK

Ingin Tau lebih jelas tentang IUMK itu apa? Dan manfaatnya apa? Dapat disimak pada infographis berikut ini. read more…

Tips Menulis Siaran Pers

Dalam dunia kehumasan, menulis siaran pers merupakan makanan pokok seorang praktisi humas atau public relationnya.

Siaran pers atau pers release merupakan  informasi yang disediakan organisasi untuk disebarluaskan kepada media. Informasi yang diberikan biasanya terkait kegiatan yang dilaksanakan organisasi tersebut dan dinilai memiliki manfaat untuk publik.

Informasi dalam siaran pers umumnya mengandung news value bagi media, sebagai contoh tujuan dan dasar kegiatan, hasil kajian maupun temuan di lapangan, produk atau kegiatan yang dilaunching, hingga laporan keuangan.

Siaran pers adalah senjata yang ampuh untuk membangun dan mengelola kredibilitas organisasi. Tidak dibutuhkan peralatan khusus, yang ada hanya kemampuan dan keterampilan mengolah kata agar siaran pers itu mampu menarik perhatian media.

Karena tidak semua siaran pers otomatis akan menjadi komiditi berita yang akan disebarluaskan oleh media. Setiap media memiliki kriteria tersendiri dalam pemuatan konten berita yang akan menentukan apakah siaran pers tersebut akan dipakai atau dibuang.

Berikut beberapa tips yang dirangkum dari beberapa sumber dalam menulis siaran pers yang baik.

  1. Judul yang eye catcher

Judul yang singkat dan eye catcher mampu membangkitkan perhatian dan menarik keingintahuan pembaca untuk membaca keseluruhan informasi.

  1. Lead

Kalimat pembuka yang padat dan jelas serta mampu memikat dari pembacanya.

  1. 5W + 1H

Merupakan syarat penulisan karya jurnalistik yang baik. Dengan adanya unsur siapa (who), apa (what), dimana (where), kapan (when), mengapa (why) dan bagaiman (how) , pembaca mampu memahami konteks yang sedang disampaikan.

  1. Keakuratan sumber berita

Media akan memperhatikan keakurasian informasi, oleh karena itu pastikan data dan fakta yang akan disampaikan akurat.

  1. Narahubung

Cantumkan narahubung yang lengkap, tulis nama, jabatan, email dan nomor HP. Ini membantu media untuk mengkonfirmasi informasi yang didapatnya.

  1. Akhir siaran pers dengan tanda ###

 

Selain tips penulisan, siaran pers ada rambu – rambu yang sebaiknya tidak dilakukan dalam penulisan siaran pers. Apa saja? Berikut larangannya :

  1. Jangan gunakan kalimat atau paragraph yang panjang. Hindari pengulangan.
  2. Jangan blast. Maksudnya adalah sebaiknya jangan sebarkan siaran pers yang sama kesemua media. Jika bisa secara spesifik susun siaran pers yang berbeda untuk setiap media.
  3. Jangan kirim siaran pers dalam bentuk scan. Jika melalui email, masukkan siaran pers ke dalam body email, atau jika pakai lampiran gunakan format file plain text atau rich text format, maupun word document.

Menulis siaran pers yang baik dibutuhkan belajar dari waktu ke waktu. Jangan pernah lelah belajar, semakin sering belajar maka tulisan yang dibuat akan memberikan hasil maksimal, namun jangan cepat berpuas diri. Karena ilmu saat ini sudah tanpa batas lagi.

 

Penulis :

Lelly Dharna Indriyani

Pranata Humas Ahli Pertama

Dirangkum dari berbagai sumber

Pemanfaatan Media Sosial untuk Advokasi Publik

Berdasar survey WeAreSocial.com, Indonesia menduduki peringkat ke empat negara pengguna internet perharinya. 

Senada dengan hasil survey tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI juga mengeluarkan siaran persnya yang menyatakan adanya kenaikan sebesar 10.56 juta pengguna internet di tahun 2017 bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan hal tersebut, pemanfaatan media sosial sebagai advokasi publik dipandang penting dalam menyebarluaskan kegiatan maupun kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Berikut penjelasannya :

Download (Media-Sosial-dan-Pemanfaatannya-Untuk-Advokasi-Publik.pdf)

Mengenal Profil Jabatan Fungsional Tahun 2017

Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya di dasarkan pada keahlian/ dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi namun sangat diperlukan dalam tugas – tugas pokok dalam organisasi pemerintah.

Jabatan fungsional terdiri dari beberapa rumpun jabatan yang ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Rumpun jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri atas jabatan fungsional dan jabatan fungsional keterampilan.

Berikut ini daftar Jabatan Fungsional tahun 2017, instansi pembina, besar tunjangan jabatan, jumlah angka kredit (AK) minimal, jenjang jabatan dan batas usia pensiun.  

Download (Profil-JF-PNS-2017.pdf)

Kenali Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Perkembangannya Saat Ini

Dari data 2010 diketahui Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab terbesar kematian dan kecacatan. Dimana selain itu tanpa adanya upaya, tren peningkatan PTM kedepannya masih terjadi.

PTM juga erat kaitannya dengan permasalahan gizi, bahkan dalam lapran Global Nutrition Report 2014, Indonesia termasuk dalam 17 negara di dunia dengan masalah gizi.

Mengatasi permasalahan PTM, terlebih dahulu mengenali apa saja yang termasuk PTM, gejala dan upaya untuk mencegah sekaligus mengobati.

Berikut penjelasannya :

Download (PENYAKIT-TIDAK-MENULAR-KADER.pdf)

Bagaimana Menulis Naskah Pidato Yang Baik

Pada lembaga pemerintahan, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pidato diperlukan sebagai penyampaian gagasan, ide, maupun pemikiran pimpinan terhadap kebijakan maupun kegiatan yang ada di lembaganya kepada anak buahnya, stoke holder maupun pihak lain yang terkait.

Pidato memiliki tujuan selain menyampaikan informasi juga untuk menghibur, mempengaruhi maupun membujuk audiensnya.
Berdasarkan hal tersebut, pidato yang baik akan memberikan efek positif kepada pendengarnya, alih – alih akan mengikuti arahan maupun pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Sebelum berpidato, tentukan terlebih dahulu apakah hanya membaca teks pidato saja atau dengan mengajak bicara audiensnya? Apakah sudah tahu apa yang akan dibicarakan? Jika ya, jabarkan. Namun jika belum, cari tahu lebih banyak.
Bagi sebagian pimpinan, ada tim khusus yang bertugas membuat naskah pidato. Kemampuan dalam menulis naskah pidato bagi sebagian orang merupakan seni, atau bakat yang memang dasarnya dikuasai olehnya, namun kemampuan ini bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu.

Memulai Menulis Naskah Pidato
1. Kenali Siapa yang Membawakannya (Who Is Giving The Speech)
Dengan mengenali siapa yang akan membawakan pidato, maka kita bisa menentukan gaya penyampaian pidato, intonasinya, penekanan pidato, maupun sisipan humor yang akan disampaikan dalam pidato tersebut.

2. Kenali Audiensnya
Mengetahui siapa target audiens pidato tentunya akan lebih mudah pesan dari pidato tersebut sampai. Cara penyampain maupun naskah pidato untuk anak – anak tentu berbeda dengan audiens yang berisi orang tua yang sudah berusia diatas 50 tahun dan contoh lainnya.

3. Kenali Event/ Acaranya, Jika Belum, Tanyakan!
Tahu persis kegiatan yang menjadi dasar adanya pidato, baik tujuan diselenggarakannya, dasar, siapa pelaksanaannya, manfaat, hingga resiko terhadap kebijakan atau kegiatan itu. Informasi bisa di dapat pada panitia pelaksana kegiatan maupun pembuat kebijakan.

4. Kenali kebijakan
Jika pidato berisikan kebijakan, pastikan mengetahui kebijakan lebih dalam lagi. Pastikan mengetahui dasar dibuatnya, tujuan, manfaat apa, hingga resiko apa yang akan timbul begitu kebijakan itu dikeluarkan

5. Perjelas Pertanyaan
Pertanyaan yang jelas dan langsung pada inti dari apa yang ingin diketahui/ disampaikan akan menentukan jawaban yang sesuai keinginan. Sehingga hindari pertanyaan yang jawabannya bisa terlalu luas.
Sebagai contoh :
– Pertanyaan yang jawabannya bisa meluas: Bagaimana perkembangan demokrasi?
– Pertanyaan yang lebih keintinya : Bagaimana demokrasi berkerja di Indonesia dibandingkan dengan negara negara berkembang lainnya?

6. List Semua Poin yang Sudah Ada
Dengan melist semua poin pidato kita dapat menentukan klimak dari pidato ada dimana

7. Tentukan Dua atau Tiga Poin yang Ingin Disampaikan
Dengan menentukan dua atau tiga poin yang akan disampaikan akan menjadi patokan dalam menulis naskah pidato agar bahasan yang ingin disampaikan tidak melebar kemana – mana.

8. Tentukan Poin Utama dan Poin – Poin Pendukungnya

9. Buat Sketsa dari Naskah Pidato
Tujuan dari membuat sketsa ini adalah agar pidato yang disampaikan jelas alur pesannya dan tidak berputar – putar ke hal lain yang justru mengaburkan isi pidato.

10. Kalimat Pembuka yang Kuat
Jika memungkinkan buat kalimat pembuka pidato yang kuat. Kalimat pembuka yang kuat akan menimbulkan kesan yang dalam kepada audiensnya. Pembukaan adalah hal yang penting untuk mendapatkan perhatian dari audiens. Pembukaan yang kuat dan mengejutkan akan menimbulkan daya pikat yang dibutuhkan. Namun juga diperlukan keterkaitan isi dari pembukaan dengan topik pidato itu sendiri.
Beberapa pilihan pembukaan pidato dapat menggunakan misalnya gunakan permainan kalimat yang menimbulkan rasa penasaran audiens, dramatisasi yang mampu meningkatkan ketegangan audiens serta permainan waktu yang dapat membangkitkan daya imaginasi.
Selain itu pembukaan pidato dapat juga menggunakan kutipan – kutipan pendapat seseorang yang berpengaruh, anekdot, maupun melakukan improvisasi agar adanya keterlibatan dengan audiens.

11. Gunakan Kalimat Aktif Bukan Pasif

12. Potong Kalimat yang Terlalu Panjang

13. Katakan Pada Audiens Topik dari Pidatonya dan Berikan Kata Kuncinya

14. Tulislah Apa yang Ingin Kamu Dengar Bukan Hanya Sekedar Tulisan
Posisikan sebagai pendengar, apa yang kira – kira ingin didengarkan? Apakah kata- kata yang ditulis sudah melakukan penekanan yang sesuai

15. Ceritakan Kisah Yang Menarik (Karena Audiens Lebih Suka Mendengar Kisah Langsung daripada materi yang panjang)

16. Bubuhin Anekdot atau Humor
Humor dapat memecah kekakuan suasana, dapat memecah suasana yang hening. Humor menciptakan keajaiban sendiri dalam pidato.

17. Gunakan Kata – Kata yang Mampu Membangkitkan Emosi Pendengar

18. Tambahkan Kalimat yang Mengandung Romantisme jika Anda Bisa.

19. Bikin Kalimat Yang Lebih Mudah dan Tegas untuk Dipahami

20. Kalimat yang Lebih Singkat Lebih Baik

21. Gunakan Repetisi Untuk Menekankan Apa yang Ingin Disampaikan.  Dengan melakukan pengulangan diharapkan audiens semakin mudah menangkap apa yang ingin disampaikan oleh speaker

22. Hindari Penggunaan Kata – Kata yang Berlebihan, Lebay

23. Gunakan Hal yang Berkebalikan Untuk Mempertegas Tujuan dari Pidato

24. Ceritakan Apa Adanya

25. Gunakan Metafora

26. Ajukan Pertanyaan Retoris Ke Audiens

27. Tulis Pidato Seperti Ritme Lagu

28. Masukkan Personality dalam Pidato
Jangan berlebihan. Memasukkan personality speaker kadang juga tidak terlalu efektif

29. Selalu Tulis Ulang Naskah Pidato, Perbaiki Jika Ada yang Perlu Diperbaiki

30. Tutup Pidato dengan Poin yang Mengesankan

Sumber :
Speech Writing Tips Exclusive From Dino Patti Djalal

Diterjemahkan dan Dikembangkan oleh
Lelly Dharna/ Pranata Humas Ahli
Sebagai Bahan Artikel PPID

Buku Kesepakatan Pemeluk Agama Indonesia

Hasil Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa yang Ditandatangani oleh

  1. Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban
  2. Majelis Ulama Indonesia
  3. Persekutuan Gereja Indonesia
  4. Komisi Hubungan Antar-Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligerja Indonesia
  5. Parisada Hindu Dharma Indonesia
  6. Dewan Penyantun Perwakilan Umat Buddha Indonesia
  7. Dewan Majelis Tinggi Agama Khonghucu

Ditandatangi di Jakarta 8-10 Februari 2018

Download (buku-kesepakatan-pemuka-agama-indonesia.pdf)

LAPORAN PERMOHONAN INFORMASI PPID UTAMA BULAN JANUARI 2018

 

              Bulan Januari Tahun 2018, PPID Utama Pemerintah Kota Madiun telah menerima permohonan informasi sebanyak 6 pemohon dan kesemuanya sudah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai karena sudah dipenuhi.

Berikut laporannya :

 

NO

TGL PERMOHONAN

NAMA

PEKER-JAAN

PERMOHONAN INFORMASI

TUJUAN

KEP/ JAWABAN

TANGGAL JAWABAN

1

05-Jan

Ilham Helmi Fauzi

Pelajar

Foto Acara Pekan Cukai Tembakau 2017

Dokumentasi pribadi

Sudah Ditindaklanjuti

05-Jan

2

08-Jan

Widarto Setiawan

Wiraswasta

Foto penyerahan bantuan janda perintis

Untuk pemeriksaan

Sudah Ditindaklanjuti

08-Jan

3

11-Jan

Yuli Rahma N

Karyawan Swasta

Peta Madiun dan Daftar Nama Instansi

Rapat Kinerja Gadai Emas BSM

Sudah Ditindaklanjuti

11-Jan

4

24-Jan

Putut Kristiawan

Karyawan Swasta

Perwal Jamkesmasta Kota Madiun

Kajian dan Sosialisasi LSM Walidasa

Sudah Ditindaklanjuti

30-Jan

5

29-Jan

Galoh Utomo

Mahasiswa

Data BTS di Kota Madiun dan Perda No. 06 Tahun 2013

Penelitian Skripsi

sudah ditindaklanjuti

29-Jan

6

29-Jan

Sigit Hari Wibowo

PNS

Foto Walikota Madiun dan Kepala KPPN

Arsip

sudah ditindaklanjuti

29-Jan

 




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link