Pemkot Siapkan Kader Kesehatan Sekolah

 
MADIUN – Bidang pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Madiun. Bahkan, tahun lalu Madiun berhasil meraih Swasti Saba. Yakni, penghargaan khusus dalam kategori kota sehat. Pencapaian itu tak lepas dari dukungan fasilitas yang memadai, perilaku masyarakat, serta kerjasama yang solid dari semua pihak.
 
Pemkot Madiun dalam hal ini Dinas Kesehatan dan KB menyelenggarakan Lomba Kader Kesehatan Sekolah, Rabu (18/4). Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Tujuannya, membentuk perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
 
Kader kesehatan dipilih oleh pihak sekolah melalui program Unit Kesehatan Sekolah (UKS). ‘’Diharapkan pesertanya mencapai 10 persen dari jumlah siswa di sekolah tersebut,’’ tutur Plt. Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Ilyus dalam pembukaan kegiatan tersebut di Pusdiklat Perhutani.
 
Total peserta yang mengikuti lomba kader kesehatan mencapai 67 siswa berprestasi. Rinciannya, 22 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 15 siswa SMA/sederajat.
 
Peserta lomba mendapat pembekalan pendidikan kesehatan. Khususnya, tentang UKS dan kesehatan reproduksi remaja. Selain itu juga materi penundaan perkawinan.
 
Tak hanya itu, para peserta juga harus mengikuti tes tulis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim juri. Salah satunya, tes fungsi panca indra.
 
Ke depan, harapannya perilaku sehat dari pelajar yang mengikuti lomba ini dapat dicontoh oleh teman-temannya. Juga, masyarakat di lingkungan sekitar sekolah dan keluarga. ‘’Perilaku hidup sehat akan berimbas kepada sekelilingnya,’’ imbuh Heri.
 
Kegiatan ini adalah upaya peningkatan kesehatan sekolah. Yakni, dengan cara mendekatkan siswa pada pendidikan kesehatan sebagai aplikasi dari TRIAS UKS. Serta, untuk mencari kader UKS yang berprestasi sebagai perwakilan dalam lomba serupa di tingkat yang lebih tinggi. (adit,luki /diskominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Kota Madiun Optimis Jelang Seleksi Adminitrasi LCCK Tingkat Provinsi Jawa Timur

 
MADIUN – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Anyelir Kelurahan Kejuron terpilih untuk mewakili Kota Madiun dalam Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) di tingkat Provinsi Jawa Timur. Persiapan terus dimatangkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Madiun untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 
 
Seleksi administrasi LCCK berlangsung 24 April mendatang. ‘’Secara rutin Diskominfo menggandeng relawan TIK untuk membina dan mendampingi di semua tahapan LCCK Jatim,’’ ujar Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri saat membuka kegiatan rutin Pembinaan KIM dan Pertura, Selasa (17/4).
 
Pemkot melalui Diskominfo juga akan memfasilitasi KIM se-Kota Madiun untuk optimalisasi pengelolaan web. Domain kimkelurahan.madiunkota.go.id disediakan untuk wadah blog KIM se-Kota Madiun. “Web KIM yang sudah berjalan dapat diimigrasikan ke domain kimkelurahan.madiunkota.go.id,”terangnya.
 
Pelaksanaan seleksi administrasi LCCK Jatim terbagi dalam empat grup bersama 38 kota/kabupaten se-Jatim. Dalam hal itu, Kota Madiun masuk dalam grup B seleksi administrasi kompetisi itu.
 
Untuk mematangkan persiapan, Diskominfo bekerjasama dengan beberapa pihak. Karenanya, Kota Madiun semakin optimis mendapatkan hasil yang terbaik dalam perlombaan tersebut. “Kontribusi dan upaya telah ditunjukkan oleh KIM se-Kota Madiun,” tuturnya. 
 
Tahun lalu, Madiun berhasil meraih juara II melalui KIM Citra Taruna Kenanga Kota Madiun. Prestasi itu semakin memupuk semangat Kota Madiun untuk kembali menyabet gelar juara tahun ini.
 
Beberapa persyaratan harus dipenuhi agar dapat lolos dalam tahapan administrasi. Antara lain, KIM mengunggah minimal tiga tulisan di web KIM Jatim. Artikel yang dimuat itu harus mencakup seluruh Kota Madiun. Tidak sedekar satu kelurahan saja.
 
Hingga saat ini, KIM Anyelir telah memiliki dua artikel yang sudah dimuat dalam web KIM Jatim. ‘’Juga sudah melengkapi persyaratan lainnya, ungkap Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Iroh Surinah. Dalam kesempatan itu, Iroh juga memberikan penjelasan petunjuk teknis seleksi administrasi tingkat Jatim.
 
Dalam Pembinaan KIM yang dilaksanakan rutin setiap bulannya, peserta selalu disuguhkan penampilan fragmen Pertura. Pertura yang ditampilkan merupakan kolaborasi antara pegiat seni bersama KIM Anyelir Kelurahan Kejuron. (adit,luki /diskominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Apeksi Ajang Koordinasi dan Bertukar Pikiran Demi Kemajuan

 
BATU – Setiap daerah wajib menjalin hubungan baik dengan daerah lain. Tak terkecuali daerah pemerintah kota. Tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) regional IV, belasan kepala daerah bertemu. Bertempat di Balai Kota Among Tani Batu, mereka mengusung satu misi sama. Yakni, saling mengisi dan memberi masukan demi kemajuan bersama. 
 
Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut, pertemuan ini penting. Sebab, banyak hal yang dapat dipetik. Khususnya untuk Kota Madiun. 
 
“Ini acara penting dan luar biasa. Salah satunya dari tuan rumah. Mulai alamnya, kesenian, dan lain sebagiannya. Banyak yang bisa dipelajari dari sini,” ujarnya seusai Gala Dinner, Selasa (17/4/2018) malam.  
 
Kota Madiun memang menjadi bagian Apeksi Regional IV bersama 12 kota lain di Provinsi Jatim, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT)  serta Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan bukan sekedar gala dinner. Namun, juga rapat koordinasi yang bakal digelar, Rabu (18/4/2018). Walikota menyebut bakal banyak keputusan mengemuka. Tentu keputusan demi kemajuan daerah. Termasuk untuk Kota Madiun. Tak heran, acara penting dan perlu. 
 
“Harapannya, Kota Madiun dapat menampilkan sesuatu yang baru ke depan. Mulai wisata, seni-budaya, atau yang lainnya,” harapnya. 
 
Beragam acara tersaji dalam Apeksi ke-14 tersebut. Mulai gala dinner, rakor, hingga pawai budaya. Gala dinner berlangsung meriah nan seru. Sejumlah kepala daerah saling bertukar cinderamata. Tujuannya, untuk memberikan kenangan sekaligus mempromosikan potensi masing-masing. Tuan rumah memberikan plakat berbentuk buah apel sebagai buah khas. Selain itu, juga kain batik. Sementara, Kota Madiun memberikan batik pecelan dan beberapa makanan khas. 
 
Gala dinner ditutup dengan penampilan tari seribu topeng. Menariknya, penari mengajak sejumlah kepala daerah untuk turut menari. Walikota Madiun menjadi kepala daerah pertama yang mendapat kesempatan. Diluar dugaan, walikota tampak luwes menari. Bahkan, cukup mengimbangi penari aslinya. Tak heran, memantik tepuk tangan hadirin. (agi/diskominfo).

Kapolres-Ndandim-Kajari Cicipi Pecel, Walikota Batu Beli Sepatu Rajut, Wawali Bantu Jualan Saat Pameran UMKM Apeksi 

 
MADIUN – Nasi pecel Madiun kembali mencuri perhatian. Buktinya, makanan khas Kota Karismatik Madiun itu ludes diserbu pengunjung saat pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional IV di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Selasa (17/4/2018).
 
Pecel yang dipamerkan ludes dalam waktu kurang dari sejam. Bukan hanya pengunjung, sejumlah kepala daerah dan Forpimda Kota Batu juga tak melewatkan untuk mencicipi pecel. Banyaknya pengunjung yang ingin mencicipi membuat Wakil Walikota Armaya turut membantu melayani. 
 
“Yang jelas pecel Madiun berbeda dengan yang lain. Punya ciri khas tersendiri,” kata Kapolres Kota Batu AKBP Budi Hermanto setelah mencicipi. 
 
Pecel Madiun, kata dia, memiliki bumbu yang sedap. Berbeda dengan pecel daerah lain yang pernah dicicipinya. Termasuk lauk daging empalnya yang empuk. 
 
Hal senada diungkapkan Komandan Kodim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad. Dia menyebut pecel Madiun tiada duanya. Nyaris setiap daerah memiliki pecel sekarang. Namun, kebanyakan sudah disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Ini menjadikan banyak varian. Namun, pecel original tetap dari madiun. 
 
“Kalau bilang pecel, ya Madiun. Mau dibanding-bandingkan tetap pecel Madiun jagonya,” ungkapnya. 
 
Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah juga tak mau kalah. Dia menyebut pecel Madiun memiliki banyak sayuran. Ini, kata dia, membuat pecel semakin segar. Selain itu, juga menyehatkan. 
 
“Sayuran lengkap, sambelnya juga beda. Sedikit pedas tapi gurih,” ungkapnya. 
 
Walikota Batu Dewanti Ruparin Diah Rumpoko lebih tertarik dengan hasil kerajinan yang turut dipamerkan. Mulai batik pecelan, brem, dan kerajinan rajut. Bahkan, sepasang sepatu rajut menarik perhatiannya. Orang nomor satu di Kota Batu tersebut langsung membeli setelah mencobanya. 
 
“Stan pamerannya unik. Produknya juga tak kalah unik. Apalagi sepatu rajutnya. Unik dan desainnya kekinian,” ujarnya. 
 
Wakil Walikota Madiun Armaya menyebut sengaja menampilkan potensi kuliner dan kerajinan lokal. Ini penting untuk memamerkan produk kepada daerah lain secara langsung. Terdapat 13 kota yang tergabung dalam regional IV. Ini, lanjutnya, merupakan kesempatan langka. 
 
“Tentu harapannya agar bisa semakin dikenal, bisa diminati, dan nantinya bisa datang ke Madiun. Artinya, tingkat kunjungan meningkat yang secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (agi/diskominfo)

APK Pilkada Bukan Alat untuk Menjatuhkan

MADIUN – Pilkada harus sejuk. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Tak terkecuali Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana. Setiap tahapan yang ditengah dilaksanakan wajib mengedepankan kesejukan dan kedamaian.

‘’KPUD memiliki tugas untuk mensosialisasikan pemilu. Kami tidak sekedar mensosialisasikan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat. Tetapi juga bertanggungjawab berkontribusi menjaga kesejukan selama tahapan Pilkada,’’ kata Ketua KPUD Kota Madiun Sasongko, Senin (16/4/2018).

Sosialisasi, kata dia, selalu disisipi pentingnya menjaga Pilkada yang aman dan santun. Mulai tidak menggunakan isu sara maupun ujaran kebencian yang dapat menimbulkan keresahan. Selain itu, pihaknya juga mengedepankan netralitas. Memberikan perlakuan yang sama pada setiap pasangan calon (paslon). Salah satunya, terkait kampanye.

‘’Setiap paslon mendapatkan porsi yang sama. Mulai dari alat peraga kampanye (APK) hingga dalam bentuk kampanye yang lain,’’ terangnya.

Ukuran setiap APK disamakan. Pemasangan juga berada dalam satu tempat yang sama. Artinya, setiap masyarakat yang melihat langsung dapat melihat setiap paslon. Tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan. Begitu juga dengan desain. Terdapat aturan tersendiri. Mulai memuat nama, nomor, visi, misi, program, foto pasangan calon, tanda gambar Partai Politik atau Gabungan Partai Poitik dan atau foto pengurus Partai Politik atau Gabungan Partai Politik.

“APK tidak boleh bernada saling menyerang atau menyudutkan antar paslon. Ini juga berlaku bagi APK yang dikeluarkan masing-masing paslon,’’ tegasnya

Tak heran, setiap APK yang dikeluarkan paslon maupun tim kampanye masing-masing wajib dilaporkan pihaknya. Desain maupun tulisan dalam APK harus diganti jika dinilai terdapat unsur yang melanggar. Pihaknya tidak akan mengeluarkan ijin pemasangan sebelum diganti. Tujuannya sama. Menjaga kesejukan dan kedamaian selama tahapan Pilkada.

‘’Semua harus masuk kepada kami terlebih dahulu. Tujuaanya, agar semua terkontrol,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan APK liar diluar hal tersebut? Sasongko menyebut itu menjadi kewenangan Bawaslu Kota Madiun. APK bakal dicatat sebagai pelanggaran hingga sanksi pencopotan. Begitu juga kampanye di media sosial. Kesejukan dan kelancaran Pilkada memang tanggung jawab bersama. Termasuk masyarakat. Paling tidak turut menjaga dengan tidak mudah terprovokasi atau malah ikut-ikutan arus memprovokasi warga yang lain.

‘’Berbedaan dalam Pilkada itu hal yang biasa. Walau ada perbedaan dalam satu keluarga atau tetangga tidak perlu disikapi secara berlebihan,’’ ungkapnya. (ws hendro,agi/diskominfo).

Perangi Hoax, KIM Anyelir dan Komunitas Literasi Digital Kampanyekan Penggunaan Internet Bijak Melalui Ular Tangga.

MADIUN – Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencermati informasi yang diterima terlebih dahulu menjadikan perangkap tersendiri. Masyarakat mudah terjebak pada informasi yang salah alias hoax. Berdasar itu, Kelompok Informsi Masyarakat (KIM) Anyelir Kelurahan Kejuron dan beberapa komunitas literasi digital se-Kota Madiun menggelar aksi kepedulian di lapangan Gulun, Minggu (15/4/2018).

Para penggiat ini mengajak masyarakat untuk mengenali dan memilah informasi yang baik, benar, dan bermanfaat. Misinya sama. Yakni, anti berita hoax. Kegiatan apik ini merupakan hasil kerja bareng dari Diskominfo Kota Madiun, KIM Anyelir, dan komunitas penggerak literasi se-Kota Madiun.

Kampanye anti hoax ini dikemas berbeda. Seperti yang ditampilkan KIM Anyelir dengan menggunakan permainan ular tangga. Permainan sengaja dikemas untuk mengenali bagaimana cara menggunakan internet dengan bijak.

‘’Secara prinsip permaian masih sama. Tetapi pada setiap kotaknya terdapat infomasi tata cara dan pengetahuan penggunaan internet secara bijak,’’ kata Arin, Ketua KIM Anyelir Kelurahan Kejuron.

Lapangan Gulun Kota Madiun dipilih sebagai salah satu titik kampanye anti hoax tersebut lantaran memang cukup banyak pengunjung kala akhir pekan. Mulai sekedar bermain di taman, kuliner, hingga berolahraga.

‘’Harapannya, sambil mereka berolahraga, makan, atau bermain juga mendapat inforamsi penggunaan internet bijak,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga menyediakan berbagai buku untuk literatur seputar berinternet sehat. Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan berdialog dengan pakar-pakar literasi digital. Harapannya, dapat menambah wawasan masyarakat dan bermanfaatkan bagi orang lain.

‘’Literasi bisa dari mana saja. Tidak harus dari digital. Bisa melalui buku yang memiliki sumber jelas. Tidak semata-mata melek di dunia digital,’’ timpal Yosep, Relawan TIK Madiun saat mendampingi KIM Anyelir.

Para penggiat informasi ini berharap kegiatan berkelanjutan. Semakin menanamkan rasa cinta membaca kepada mayarakat dan mencari kebenaran informasi. Harapannya, masyarakat dapat memilah informasi yang diakses sehingga informasi yang dikonsumsi tepat. (adit,luki /diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Open House Lanud Iswahjudi Tarik Ribuan Masyarakat, Wawali Armaya Beri Apresiasi

MADIUN – Gelaran Open House Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi berlangsung seru. Berbagai kegiatan mengemuka. Mulai pameran alutsista hingga atraksi pesawat tempur. Tak heran, ribuan masyarakat memadati Lanud saat acara puncak serangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 TNI Angkatan Udara (AU) itu.

Kegiatan apik ini mendapat apresiasi Wakil Walikota Madiun Armaya. Wawali yang datang bersama undangan forpimda daerah lain berharap kegiatan berkelanjutan. Sebab, terbukti minat masyarakat cukup besar.

“Kegiatan semacam ini tentunya hal yang langka bagi masyarakat. Tak heran, kalau animo masyarakat cukup besar,” kata Armaya disela acara, Minggu (15/4/2018).

kegiatan, kata dia, perlu ditingkatkan. Jika perlu beberapa kali dalam setahun. Tidak hanya pada saat hari jadi. Namun, juga event-event besar TNI AU yg lain. Yayak – sapaannya- menyebut kegiatan pastinya bakal menarik masyarakat. Sebab, merupakan moment langka. Masyarakat tidak dapat sembarangan keluar masuk pangkalan militer. Terdapat aturan tersendiri. Sebab, berkaitan dengan keamanan suatu wilayah hingga negara. Gelaran acara di pangkalan militer pastinya selalu menarik bagi masyarakat.

“Kalau tidak saat event seperti ini, kapan lagi bisa masuk dan melihat pangkalan militer. Kegiatan ini sudah tepat,” ujarnya.

Apalagi, berbagai kegiatan menarik disuguhkan sedari pagi. Mulai fun run, fun bike, bazar, pameran alat tempur, hingga pertunjukkan atraksi kemampuan militer anggota Lanud. Mulai atraksi pesawat tempur, simulasi penyelamatan di medan sulit dengan menggunakan helikopter. Masyarakat juga dihibur dengan musik.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal TNI Syamsul Rizal menyebut kegiatan sengaja melibatkan masyarakat. Pihaknya berharap masyarakat lebih mengenal TNI, khususnya angkatan udara. Pihaknya, sengaja membuka Lanud dan mengenalkan beragam senjata tempur dan kemampuan personilnya. Kegiatan juga sebagai hiburan masyarakat.

“Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui langsung Lanud beserta isinya. Ini diharap dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kedirgantaraan dan NKRI tentunya,” ujarnya. (ws hendro, agi/diskominfo)

Jalin Sinergitas, Korem-Forpimda Senam dan Jalan Sehat Bareng

MADIUN – Olahraga bukan hanya sebagai penunjang kesehatan. Namun, juga ajang bersilaturahmi. Seperti senam dan jalan sehat Korem 081/DSJ bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) wilayah Madiun, Jumat (13/4/2018). Selain sehat, keguyuban dan kekompakan terjalin setelahnya.

‘’Hari ini merupakan hari yang berbahagia bagi saya. Karena bisa olahraga sekaligus silaturahmi bersama forpimda wilayah Madiun,’’ kata Komandan Korem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf Sidharta Wisnu Graha disela kegiatan.

Sejumlah pimpinan forpimda hadir dalam kegiatan. Diawali dengan senam bersama di halaman Korem, rombongan lantas berjalan sehat disekitar kawasan kota. Berbagai obrolan mengemuka. Mulai dari hal ringan hingga arah pembangunan ke depan. Obrolan kian gayeng dengan disedikit sendau gurau.

‘’Kami jadi semakin saling mengenal. Ini penting untuk mewujudkan Madiun yang aman dan sejahtera,’’ tegasnya.

Ajang tatap muka tersebut juga digunakan untuk membahas potensi wisata di wilayah Madiun. Ndanrem menyebut soal potensi wisata di wilayah Madiun cukup luar biasa. Namun, tentu butuh partisipasi semua pihak agar berkembang. Wisata, lanjutnya, dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah dan masyarakat. Tak heran, perlu untuk terus dikembangkan.

‘’Butuh sinergitas semua pihak untuk menciptakan wilayah Madiun yang agawe sentosa. Kegiatan ini untuk mewujudkan itu,’’ terangnya.

Ndanrem juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Ini penting, karena sejumlah wilayah Madiun akan melaksanakan Pilkada. Pihaknya bersama seluruh unsur pemerintahan psatinya bakal bekerja optimal untuk menciptakan kondisi yang aman dan tertib demi menyukseskan pelaksanaan Pilkada 27 Juni mendatang.

‘’Pilkada yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Penting untuk menjalin sinergitas demi mewujudkan itu,’’ ujarnya.

Sementara itu, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Korem 081 tersebut. Kegiatan memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan sinergitas, guyub rukun antar daerah juga semakin mengemuka. Dia menyebut koordinasi dan komunikasi pastinya terus akan terjalin ke depan.

‘’Seperti yang dibilang komandan (Korem), keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Pemkot pastinya siap berkontribusi mewujudkan hal tersebut,’’ ujarnya. (ws hendro, agi/diskominfo).

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Arsip Penting Sebagai Bukti Sekaligus Bahan Evaluasi, Walikota Imbau Pengelolaan Optimal

MADIUN – Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa. Ini penting bahan evaluasi maupun bukti jika dibutuhkan ke depan. Tak heran, pengelolaan arsip penting bagi setiap organisasi. Baik perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, hingga perseorangan.

Begitu juga bagi pemerintahan. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto berharap adanya arsip setiap kegiatan pemerintahan. Bukan hanya sebagai pembelajaran. Namun, bisa digunakan mengingatkan kembali akan sejarah yang sudah terlewati. Apalagi, Kota Madiun menjelang hari jadi ke seratusnya tahun ini.

‘’Arsip ini pastinya dibutuhkan agar dapat dilihat generasi penerus. Mulai mengenai aspek ekonomi, politik, sosial, budaya dari tahun-ketahun atau secara estafet kepemimpinan Kota Madiun,’’ ungkapnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Pendampingan Kearsipan, Kamis (12/4/2018).

Kota Madiun pernah menjadi pusat pemerintahan satu karesidenan. Menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan industri. Penyelenggaraan kearsipan harus terlaksana dengan baik. Ini penying untuk memberikan gambaran pada generasi penerus. ‘’Arsip adalah kejujuran. Kalau arsip itu benar, harus ditempatkan pada tempat yang benar. Karena arsip adalah bagian dari sejarah,’’ tegasnya.

Walikota menyebut pernah melakukan sidak dibeberapa OPD beberapa bulan yang lalu. Bahkan, hingga instansi sekolah, kelurahan, dan kecamatan. Sidak tidak hanya meninjau kinerja pejabatnya. Namun, juga melihat pengelolaan arsipnya. Harapannya, penyelenggaraan arsip di lingkungan Pemkot Madiun terlaksana baik. ‘’Saya tegaskan pentingnya kearsipan dan pendampingan agar nantinya temuan saya saat sidak tidak terulang kembali,’’ pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Burhanudin Dwi Rohmatun yang menjadi narasumber kegiatan tersebut. Kota Madiun, kata dia, memiliki sejarah panjang. Selain itu, memiliki kontribusi penting bagi terciptanya NKRI. ‘’Kota Madiun sudah hampir berusia seratus tahun. Artinya, memiliki sejarah panjang yang penting bagi Negara Indonesia,’’ ungkapnya.

Kearispan tidak hanya memiliki nilai administratif. Tapi juga terkait dengan hukum, hak perdataan dan lainnya. Arsip juga terkait dengan hak kekayaan intelektual. Ini penting agar karya anak Madiun tidak diklaim daerah lain. Tak heran, perlu adanya dukungan dan keseriusan dari semua pihak. (adit,luki,iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Page 2 of 3412345...102030...Last »




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link