Peraturan Daerah Kota Madiun

  1. Perda No. 03 Tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
  2. Perda No. 04 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun Tahun 2014-2019
  3. Perda No. 05 Tahun 2014 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia
  4. Perda No. 06 Tahun 2014 tentang Pencabutan atas Perda Kota Madiun No. 05 Tahun 2010 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akta Pencatatan Sipil
  5. Perda No. 08 Tahun 2014 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadan Kebakaran
  6. Perda No. 01 Tahun 2017 tentang Pencabutan Perda Penatausahaan Hasil Hutan
  7. Perda No. 02 Tahun 2017 tentang BLUD
  8. Perda No. 03 Tahun 2017 tentang Kesejahteraan Sosial
  9. Perda No. 04 Tahun 2017 tentang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK)
  10. Perda No. 05 Tahun 2017 tentang Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
  11. Perda No. 06 Tahun 2017 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah
  12. Perda No. 7 tentang Pencabutan atas Raperda no.3 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan
  13. Perda No. 8 tentang Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol dan Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol-Induk
  14. Perda No. 8 tentang Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol dan Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (Lampiran)
  15. Perda No. 9 tentang Retribusi Penyediaan atau Penyedotan Kakus
  16. Perda No. 10 tentang Perubahan atas Perda Kota Madiun Nomor 03 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Gangguan
  17. Perda No. 11 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan-Kebersihan-Induk
  18. Perda No. 11 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan-Kebersihan (Penjelasan)
  19. Perda No. 12 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik
  20. Perda No. 13 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan dan Pusat Perbelanjaan Serta Pasar rakyat Induk
  21. Perda No. 13 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan dan Pusat Perbelanjaan serta Pasar Rakyat (Penjelasan)
  22. Perda No. 14 tentang Penyediaan Penyerahan dan Pengelolaan Prasarana dan Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman
  23. Perda No. 15 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
  24. Perda No. 16 tentang Penyelenggaran Kota Layak Anak-Induk
  25. Perda No. 16 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak (Penjelasan)
  26. Perda No 18 tentang Identitas Daerah (Penjelasan)
  27. Perda No. 18 tentang Identitas Daerah (Induk)
  28. Perda No. 18 tentang Identitas Daerah (Lampiran 1)
  29. Perda No. 18 tentang Identitas Daerah (Lampiran 1)
  30. Perda No. 18 tentang Identitas Daerah (Lampiran 3)
  31. Perda No. 18 tentang Identitas Daerah (Lampiran II)
  32. Perda No. 19 tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD
  33. Perda No. 2 tentang BLUD-Induk
  34. Peraturan Walikota No. 56 Tahun 2016 tentang Pedoman Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
  35. Peraturan Daerah No 06 Tahun 2013 tentang Pembangunan dan Penataan Menara Telekomunikasi
  36. Perda No. 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah

Kenali Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Perkembangannya Saat Ini

Dari data 2010 diketahui Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab terbesar kematian dan kecacatan. Dimana selain itu tanpa adanya upaya, tren peningkatan PTM kedepannya masih terjadi.

PTM juga erat kaitannya dengan permasalahan gizi, bahkan dalam lapran Global Nutrition Report 2014, Indonesia termasuk dalam 17 negara di dunia dengan masalah gizi.

Mengatasi permasalahan PTM, terlebih dahulu mengenali apa saja yang termasuk PTM, gejala dan upaya untuk mencegah sekaligus mengobati.

Berikut penjelasannya :

Download (PENYAKIT-TIDAK-MENULAR-KADER.pdf)

Optimalkan Program Kerjanya, PKK Kota Madiun Adakan Rakor

MADIUN – PKK dinilai memiliki posisi yang strategis karena punya struktur organisasi yang jelas dari tingkat nasional sampai tingkat dasawisma. Untuk menyamakan persepsi gerakan PKK di Kota Madiun, dengan kegiatan OPD se-Pemkot Madiun, dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kota Madiun dengan Pembina Tim Penggerak PKK Kota Madiun.

Rapat koordinasi ini merumusan program kerja tahunan tim penggerak PKK Kota Madiun, yang dapat mencakup seluruh tata kehidupan di masyarakat. “Dalam program-program PKK ada yang terkait ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya,” tutur Walikota Madiun H. Sugeng Rismiyanto, SH., M.Hum saat membuka rakor yang diselenggarakan di Panti PKK Kota Madiun, Senin, (19/2/2018).

Dengan adanya ASN Pemkot Madiun yang menjadi anggota PKK, diharapakan tidak mengganggu aktivitas kinerjanya sebagai ASN. Namun Walikota juga berharap kegiatan PKK tetap harus berjalan. “Untuk ASN dan bagian dari PKK dimohon untuk disinkronisasi,” ungkapnya di hadapan 135 peserta rakor dan undangan.

Jangan sampai program-program dari PKK masih belum sinkron dengan perencanaan, anggaran dan pelaksanaannya di OPD. Karena apabila kegiatan tidak beriringan, maka kegiatan-kegiatan akan terkendala. “Monggo di-mapping, supaya bisa berjalan dengan pembina maupun mitra kerja dari OPD Kota Madiun. Sebagai upaya bersama untuk membangun Kota Madiun menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Dengan kegiatan PKK yang sudah terlaksana di masyarakat tentunya mempunyai pengaruh pada pendapatan dan ekonomi masyarakat Kota Madiun menjadi meningkat. “Giat PKK seperti sosialisasi, pelatihan ketrampilan, pembinaan secara contineu dirasakan langsung oleh masyarakat,” Ketua Penggerak PKK Kota Madiun Ismah Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya.

Selain itu, didalam kegiatan PKK Kota Madiun juga menyediakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat Kota Madiun.

Sebagai informasi, prestasi yang diperoleh PKK Kota Madiun Juara I tingkat Nasional Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK yang diwakili oleh Kelurahan Oro-oro Ombo, dan banyak juara ditnigkat Provinsi. Dan pada tahun ini PKK Kelurahan Manguharjo mewakili Provinsi Jawa Timur untuk lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Nasional. 
(nurdiono,adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Bagaimana Menulis Naskah Pidato Yang Baik

Pada lembaga pemerintahan, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pidato diperlukan sebagai penyampaian gagasan, ide, maupun pemikiran pimpinan terhadap kebijakan maupun kegiatan yang ada di lembaganya kepada anak buahnya, stoke holder maupun pihak lain yang terkait.

Pidato memiliki tujuan selain menyampaikan informasi juga untuk menghibur, mempengaruhi maupun membujuk audiensnya.
Berdasarkan hal tersebut, pidato yang baik akan memberikan efek positif kepada pendengarnya, alih – alih akan mengikuti arahan maupun pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Sebelum berpidato, tentukan terlebih dahulu apakah hanya membaca teks pidato saja atau dengan mengajak bicara audiensnya? Apakah sudah tahu apa yang akan dibicarakan? Jika ya, jabarkan. Namun jika belum, cari tahu lebih banyak.
Bagi sebagian pimpinan, ada tim khusus yang bertugas membuat naskah pidato. Kemampuan dalam menulis naskah pidato bagi sebagian orang merupakan seni, atau bakat yang memang dasarnya dikuasai olehnya, namun kemampuan ini bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu.

Memulai Menulis Naskah Pidato
1. Kenali Siapa yang Membawakannya (Who Is Giving The Speech)
Dengan mengenali siapa yang akan membawakan pidato, maka kita bisa menentukan gaya penyampaian pidato, intonasinya, penekanan pidato, maupun sisipan humor yang akan disampaikan dalam pidato tersebut.

2. Kenali Audiensnya
Mengetahui siapa target audiens pidato tentunya akan lebih mudah pesan dari pidato tersebut sampai. Cara penyampain maupun naskah pidato untuk anak – anak tentu berbeda dengan audiens yang berisi orang tua yang sudah berusia diatas 50 tahun dan contoh lainnya.

3. Kenali Event/ Acaranya, Jika Belum, Tanyakan!
Tahu persis kegiatan yang menjadi dasar adanya pidato, baik tujuan diselenggarakannya, dasar, siapa pelaksanaannya, manfaat, hingga resiko terhadap kebijakan atau kegiatan itu. Informasi bisa di dapat pada panitia pelaksana kegiatan maupun pembuat kebijakan.

4. Kenali kebijakan
Jika pidato berisikan kebijakan, pastikan mengetahui kebijakan lebih dalam lagi. Pastikan mengetahui dasar dibuatnya, tujuan, manfaat apa, hingga resiko apa yang akan timbul begitu kebijakan itu dikeluarkan

5. Perjelas Pertanyaan
Pertanyaan yang jelas dan langsung pada inti dari apa yang ingin diketahui/ disampaikan akan menentukan jawaban yang sesuai keinginan. Sehingga hindari pertanyaan yang jawabannya bisa terlalu luas.
Sebagai contoh :
– Pertanyaan yang jawabannya bisa meluas: Bagaimana perkembangan demokrasi?
– Pertanyaan yang lebih keintinya : Bagaimana demokrasi berkerja di Indonesia dibandingkan dengan negara negara berkembang lainnya?

6. List Semua Poin yang Sudah Ada
Dengan melist semua poin pidato kita dapat menentukan klimak dari pidato ada dimana

7. Tentukan Dua atau Tiga Poin yang Ingin Disampaikan
Dengan menentukan dua atau tiga poin yang akan disampaikan akan menjadi patokan dalam menulis naskah pidato agar bahasan yang ingin disampaikan tidak melebar kemana – mana.

8. Tentukan Poin Utama dan Poin – Poin Pendukungnya

9. Buat Sketsa dari Naskah Pidato
Tujuan dari membuat sketsa ini adalah agar pidato yang disampaikan jelas alur pesannya dan tidak berputar – putar ke hal lain yang justru mengaburkan isi pidato.

10. Kalimat Pembuka yang Kuat
Jika memungkinkan buat kalimat pembuka pidato yang kuat. Kalimat pembuka yang kuat akan menimbulkan kesan yang dalam kepada audiensnya. Pembukaan adalah hal yang penting untuk mendapatkan perhatian dari audiens. Pembukaan yang kuat dan mengejutkan akan menimbulkan daya pikat yang dibutuhkan. Namun juga diperlukan keterkaitan isi dari pembukaan dengan topik pidato itu sendiri.
Beberapa pilihan pembukaan pidato dapat menggunakan misalnya gunakan permainan kalimat yang menimbulkan rasa penasaran audiens, dramatisasi yang mampu meningkatkan ketegangan audiens serta permainan waktu yang dapat membangkitkan daya imaginasi.
Selain itu pembukaan pidato dapat juga menggunakan kutipan – kutipan pendapat seseorang yang berpengaruh, anekdot, maupun melakukan improvisasi agar adanya keterlibatan dengan audiens.

11. Gunakan Kalimat Aktif Bukan Pasif

12. Potong Kalimat yang Terlalu Panjang

13. Katakan Pada Audiens Topik dari Pidatonya dan Berikan Kata Kuncinya

14. Tulislah Apa yang Ingin Kamu Dengar Bukan Hanya Sekedar Tulisan
Posisikan sebagai pendengar, apa yang kira – kira ingin didengarkan? Apakah kata- kata yang ditulis sudah melakukan penekanan yang sesuai

15. Ceritakan Kisah Yang Menarik (Karena Audiens Lebih Suka Mendengar Kisah Langsung daripada materi yang panjang)

16. Bubuhin Anekdot atau Humor
Humor dapat memecah kekakuan suasana, dapat memecah suasana yang hening. Humor menciptakan keajaiban sendiri dalam pidato.

17. Gunakan Kata – Kata yang Mampu Membangkitkan Emosi Pendengar

18. Tambahkan Kalimat yang Mengandung Romantisme jika Anda Bisa.

19. Bikin Kalimat Yang Lebih Mudah dan Tegas untuk Dipahami

20. Kalimat yang Lebih Singkat Lebih Baik

21. Gunakan Repetisi Untuk Menekankan Apa yang Ingin Disampaikan.  Dengan melakukan pengulangan diharapkan audiens semakin mudah menangkap apa yang ingin disampaikan oleh speaker

22. Hindari Penggunaan Kata – Kata yang Berlebihan, Lebay

23. Gunakan Hal yang Berkebalikan Untuk Mempertegas Tujuan dari Pidato

24. Ceritakan Apa Adanya

25. Gunakan Metafora

26. Ajukan Pertanyaan Retoris Ke Audiens

27. Tulis Pidato Seperti Ritme Lagu

28. Masukkan Personality dalam Pidato
Jangan berlebihan. Memasukkan personality speaker kadang juga tidak terlalu efektif

29. Selalu Tulis Ulang Naskah Pidato, Perbaiki Jika Ada yang Perlu Diperbaiki

30. Tutup Pidato dengan Poin yang Mengesankan

Sumber :
Speech Writing Tips Exclusive From Dino Patti Djalal

Diterjemahkan dan Dikembangkan oleh
Lelly Dharna/ Pranata Humas Ahli
Sebagai Bahan Artikel PPID

Deklarasi Kampanye Damai, Komitmen Bersama Wujudkan Demokrasi Aman dan Damai

MADIUN – Minggu (18/2/2018), sebanyak 171 daerah melaksanakan Deklarasi Kampanye Damai, sebagai awal proses pelaksanaan kampanye yang dijadwalkan berlangsung 15 Februari sampai 23 Juni nanti. Begitu juga untuk KotaMadiun, deklarasi dilaksanakan di lapangan Gulun yang diikuti semua Pasangan Calon (paslon) yang telah ditatapkan sebagai WaliKota dan Wakil Wali KotaMadiun.

Pemerintah Kota Madiun akan memfasilitasi pesta demokrasi terselenggara dengan lancar, aman, damai dan jurdil (jujur dan adil) yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang. “Kita dukung sepenuhnya untuk pesta demokrasi yang lancar, aman dan damai,” tutur WalikotaMadiun Sugeng Rismiyanto saat memberikan arahan di hadapan Forkopimda, paslon Walikota/Wakil Walikota Madiun dan pendukungnya mengawali deklarasi.

Dengan memaksimalkan kampanye yang damai, paslon maupun tim suksesnya diharapkan bisa memikat hati masyarakat Kota Madiun. Masyarakat Kota Madiun dapat mengetahui calon pemimpinnya lewat visi dan misi yang ditawarkan dalam kampanye. “Masyarakat mengetahui siapa saja yang menjadi calon pemimpinnya dan pesan (visi/misi) yang disampaikan saat kampanye,” lanjutnya.

Walikota Madiun tidak menginginkan semua paslon, tim sukses maupun pendukung saling menjatuhkan dengan membawa isu SARA. “Pesta demokrasi lebih baik, dengan tidak membawa isu SARA,” ungkapnya saat ditemui setelah acara.

“Isu SARA seperti ini rawan terhadap penistaan demokrasi yang luber dan jurdil,” sambungnya.

Walikota mengapresiasi digelarnya Deklarasi Kampanye Damai ini. Diharapkan, hal ini akan mendorong terjadinya pesta demokrasi yang lebih bermartabat.

Senada dengan Walikota Madiun, Ketua KPU Kota Madiun Sasongko juga mengajak semua Paslon dan pendukungnya untuk tidak menggunakan kampanye yang tidak sehat. “Saat kampanye tidak saling melakukan ujaran-ujaran kebencian,” ujar Sasongko Ketua KPU Kota Madiun.

Pemilu tahun ini diharapkan semua saling bergandengan tangan, walaupun dalam pilihan berbeda. Pilih paslon yang mempunyai visi misi yang baik, menentukan kebaikan dalam pembangunan di Kota Madiun. “Kedaulatan ada di tangan rakyat, maka akan menjadikan Kota Madiun yang kuat dan memberikan sumbangsih kepada NKRI,” tuturnya.

Seperti tagline yang diusung oleh KPU yaitu Anti Hoax, Anti SARA, Anti Money Politik. Karena masyarakat Kota Madiun dalam berdemokrasi sudah dewasa dalam mewujudkan integritas pemilu guyub rukun. Dan jangan lupa untuk yang sudah mempunyai hak pilih, untuk tanggal 27 Juni nanti diharapkan datang ketampat pencoblosan dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak.
(nurdiono,adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

KPU Kota Madiun Akan Gelar Kampanye Damai Besok Minggu

MADIUN – Setelah ditetapkannya jadwal, tempat, metode maupun aturan mengenai atribut kampanye, Kemarin Kamis (15/02/2018), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun menggelar Rapat Koordinasi persiapan Pawai Damai yang rencananya akan dilaksanakan besok Minggu (18/02/2018), di Rumah Makan Lombok Ijo. read more…

Pemkot dan BPN Targetkan 2018 Seluruh Bidang Tanah di Kota Madiun 100 Persen Tersertifikat

MADIUN – Kunjungan BPN ATR Kota Madiun beberapa waktu lalu berlanjut ke acara Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Kota Madiun. Pada Kamis (15/02/2018) dilaksanakan kegiatan dengan tema Penyerahan Sertifikat Tanah Program Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Tahun 2017, Dan Sosialisasi Sertifikat Tanah Program PTSL 2018 di Asrama Haji Kota Madiun. read more…

Walikota Cicipi Ikon Baru Kuliner Kota Madiun

MADIUN – Dunia kuliner di Kota Madiun semakin beragam. Ikonnya semakin banyak mendampingi pecel sebagai jenis makanan paling khas di Kota Karismatik ini.

Hal ini ditandai hadirnya XO Signature Kota Madiun yang mulai beroperasi sejak pertengahan Februari ini. Bahkan pada Rabu, (14/2/2018) malam, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto bersama Wakil Walikota Armaya berkesempatan mencicipi masakan di XO Signature dalam jamuan makan bersama.

XO Signature Kota Madiun yang dibuka sejak Selasa, (12/2/2018) di kawasan Hotel Aston Kota Madiun mengajak jajaran forkopimda Kota Madiun untuk mencoba sensasi rasa makanan selain pecel yang telah menasional.

Restoran yang bernuansa cina ini berani mencoba hal baru memadukan empat kombinasi Sapo Rice, Suki, Alacarte dan Yakitori. “Ini yang beda dari XO yang ada di daerah lain, empat kombinasi dijadikan satu,” tutur Manager XO Signature, Angeline.

“Hanya di Kota Madiun saja yang berani menggabungkan empat kombinasi sekaligus. Konsep ini baru yang pertama dan hanya di Kota Madiun,” tambahnya.

Tamu yang hadir dalam jamuan makan malam tersebut, Ketua DPRD Kota Madiun Istono, Komandan Kodim 0803 Madiun, Danrem dan perwakilan dari intansi vertikal. Dibukanya XO Signature menambah beragamnya kuliner di Kota Madiun, dan menambah Kota Madiun Karismatik.
(nurdiono,adit,rahmad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Peringati HPN, Walikota Sebut Insan Pers Wajib Turut Mengamalkan Pancasila

MADIUN – Pers memegang peranan penting dalam pembangunan. Menjadi pilar ke empat dalam jalnnya pemerintahan. Komunikasi antar keduanya wajib terjalin baik. Bukan karena ada sesuatu. Namun, lantaran memang saling membutuhkan.
 
‘’Ada simbiosis mutualisme di dalamnya. Pemerintah butuh pers untuk mempublikasikan program dan capaian kerja. Sebaliknya, pers butuh informasi dari pemerintah untuk bahan pemberitaannya,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus sosialisasi tentang cukai di Balai Kota, Kamis (15/2).
 
Walikota berharap insan pers semakin baik ke depan. Semakin menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan undang-undang pers. Sikap pers wajib mencerminkan pengamalan pancasila. Wajib menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa. Produk pers wajib mengedepankan kemanusiaan yang adil dan beradap. Wajib menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
 
‘’Insan pers bukan sekedar mencari dan memberitakan informasi. Tapi wajib memahami peran dan fungsi pers sesuai dengan aturan yang berlaku,’’ ujarnya sembari menyebut produk pers juga bertujuan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
Walikota menyampaikan pres diharap juga turut memberikan solusi dan edukasi dari setiap permasalahan yang muncul. Sebab, pers memiliki fungsi pendidikan. Produk pers harus mencerdaskan masyarakat. Artinya, produk harus sesuai fakta. Bukan dibuat-buat. Pers baiknya seperti angin. Jujur. Menebarkan bau harum ketika melewati mewangian. Begitu juga sebaliknya. 
 
‘’Momentum ini (HPN) sebaiknya bukan hanya seremonial. Namun, harus menjadi pelecut semangat agar pers lebih baik dan lebih baik lagi,’’ terangnya.
 
Walikota menambahkan, pers perlu turut mensosialisasikan aturan-aturan pemerintah sebagai fungsi pembangunan. Salah satunya, aturan cukai. Apalagi, pelanggaran terhadap cukai masih cukup tinggi di tanah air. Data yang diterimanya, masih ada sekitar 11 persen rokok illegal yang beredar. Itu tentu menyalahi aturan. 
 
Selain merugikan negara, rokok illegal juga merugikan masyarakat. Sebab, sebagian dana cukai dikembalikan untuk masyarakat. Digunakan untuk peningkatan kesehatan, pelatihan, dan peningkatan pembangunan. Walikota berharap insan pers turut memerangi peredaran barang cukai illegal. 
 
‘’Pers memiliki peran penting dalam pembangunan. Pelanggaran atas peraturan dapat menghambat pembangunan. Artinya, pers wajib turut menekan potensi pelanggaran yang mengemuka,’’ ungkapnya.
 
Sekretaris PWI Jatim Eko Pamuji menyebut komunikasi antara pers dan pemerintah wajib terjalin baik. Pemerintah merupakan rekan pers. Begitu juga sebaliknya. Namun diakuinya, menghubungkan komunikasi antar keduanya tidak mudah. Sebab, pers memiliki karakter berbeda-beda. Eko mengapresiasi Pemkot Madiun yang dinilainya cukup berhasil menjalin komunikasi dengan insan pers yang ada di kota pecel.
 
‘’Komunikasi pers dan pemerintah harus terjalin baik. Tidak ada yang tidak bisa. Ini yang sudah terjadi dan dilakukan pemerintah Kota Madiun,’’ ungkapnya sembari menyebut belum ada organisasi PWI di Kota maupun Kabupaten Madiun. (ws hendro, agi/dsikominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
Page 2 of 2512345...1020...Last »




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link